Madiun (beritajatim.com) – The Republic Institute, lembaga penelitian independen yang fokus pada demokrasi dan politik, telah melakukan survei di Kota Madiun menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Survei ini bertujuan untuk mengetahui isu-isu yang paling diperhatikan masyarakat dan tingkat popularitas serta elektabilitas para calon pemimpin politik.
‘’Survei ini dilakukan dengan metode survei menggunakan teknik pengambilan sampel multistage random sampling. Total 800 responden diwawancarai secara langsung di seluruh wilayah Kota Madiun, dengan margin of error sebesar 3,2 persen,’’ kata Dr. Sufyanto, Peneliti Utama The Republic Institute dalam konferensi pers di Restoran Ayam Goreng Pemuda Madiun, Selasa (14/5/2024).
Berdasarkan hasil survei, The Republic Institute menemukan beberapa isu politik utama yang menjadi perhatian masyarakat dan membutuhkan solusi segera. Isu-isu tersebut meliputi:
Harga Bahan Pokok (40,8%): Masyarakat masih merasakan beban berat akibat kenaikan harga bahan pokok. Harga BBM Tinggi (19,5%): Harga BBM yang tinggi menjadi salah satu faktor utama yang memberatkan masyarakat.
Sulitnya Mencari Pekerjaan (12,8%): Kurangnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu tantangan utama bagi masyarakat. Kebutuhan Pinjaman Usaha untuk UMKM (9,5%): Pelaku UMKM di Kota Madiun membutuhkan akses permodalan yang lebih mudah untuk mengembangkan usaha mereka.
Penilaian Kinerja Pemerintah: Masyarakat menilai kinerja pemerintah dalam menangani harga kebutuhan pokok masih belum optimal. Hasil survei ini menunjukkan bahwa calon pemimpin politik yang akan terpilih di Pilkada Madiun 2024 mendatang akan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.
Masyarakat menuntut solusi konkret dan efektif untuk mengatasi berbagai isu tersebut, seperti:
Menstabilkan harga bahan pokok
Menurunkan harga BBM
Menciptakan lapangan pekerjaan
Mempermudah akses permodalan bagi UMKM
Meningkatkan kinerja pemerintah dalam menangani harga kebutuhan pokok
Untuk mengatasi persoalan yang dihadapi tersebut ternyata mayoritas masyarakat Kota Madiun masih mempercayakan kepemimpinan pada posisi sekarang tidak ingin ada perubahan.
‘’Sebagaimana temuan riset The Republic Institute pada awal bulan Mei ini. Yakni yang berharap kelanjutan kepemimpinan Incumbent Walikota H. Maidi sebesar 75 persen. Sementara itu yang berharap ada perubahan kepemimpinan hanya 13 persen, dan masih ada sebagian masyarakat Kota Madiun berposisi menunggu yaitu dengan jawaban tidak tahu atau tidak jawab sebesar 12 persen,’’ terangnya. [fiq/kun]






