Surabaya (beritajatim.com) – Hampir semua perempuan tentu ingin terlihat cantik, dan tak sedikit pula yang mau berkorban demi memiliki standar kecantikan yang ada di masyarakat.
Menariknya, setiap negara di Asia memiliki pandangan unik tentang kecantikan, yang mana dipengaruhi oleh budaya, sejarah, dan lingkungan lokal mereka.
Ini tercermin dalam beragam standar kecantikan yang diterapkan di setiap masyarakat.
Dilansir dari Bright Side, berikut adalah standar kecantikan di beberapa negara Asia.
1. Jepang
Di kebanyakan negara Barat, wanita cantik identik dengan senyum manis dan gigi yang rapi sempurna, namun hal ini berbeda dengan di Negeri Sakura ini.
Orang Jepang cenderung menganggap kecantikan sebagai memiliki wajah dengan kontur kecil, kaki jenjang, dan gigi gingsul, yang disebut “yaeba” dalam bahasa Jepang. Ini lantaran gigi gingsul memberikan kesan polos dan imut pada seorang wanita.
2. Korea Selatan
Standar kecantikan di Korea Selatan sangat dipengaruhi oleh penampilan para idol K-Pop. Kulit putih pucat, dagu berbentuk hati atau ‘V’, wajah kecil, dan double eyelid menjadi faktor utama yang dianggap menarik dan ideal. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa idol K-Pop memiliki begitu banyak penggemar.
3. China
Kulit putih dianggap sebagai standar kecantikan sejati dalam budaya Tiongkok. Ini berakar dari sejarah saat warna kulit dikaitkan dengan status sosial di mana wanita yang berkulit gelap dianggap sebagai pekerja di ladanh dan memiliki kondisi ekonomi yang buruk.
Oleh karena itulah wanita Tiongkok menghindari sinar matahari dan menggunakan krim pemutih untuk mencapai kulit putih yang diinginkan, kebiasaan ini pun berlangsung hingga saat ini.
4. Myanmar
Myanmar memiliki standar kecantikan yang unik diantara negara Asia lainnya. Orang Kayan di Myanmar menganggap leher panjang sebagai simbol kecantikan dan kesejahteraan.
Gadis-gadis Kayan memakai gelang tembaga di sekitar leher mereka mulai usia 5 tahun, menambah satu gelang setiap tahunnya hingga pernikahan. Meskipun konstruksi ini membuat gerakan leher menjadi sulit, mereka menganggapnya sebagai pengorbanan untuk kecantikan.
Setiap negara memiliki pandangan unik tentang kecantikan, yang mencerminkan nilai-nilai dan tradisi budaya mereka. Meskipun berbeda, semuanya mengajarkan bahwa kecantikan sejati datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, memperkaya keragaman dunia ini. [mnd/aje]






