Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro melakukan pengecekan kualitas baku mutu air di Sungai Bengawan Solo. Hal ini dilakukan setelah adanya banyak ikan yang tiba-tiba mati turut Kecamatan Kalitidu-Malo, Kabupaten Bojonegoro beberapa hari lalu, Selasa (14/11/2023).
Tim dari DLH Bojonegoro mengambil sampel air sungai Bengawan Solo, turut Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Hasil uji yang dilakukan, sementara kualitas air bagus dan tidak ada racun atau limbah berbahaya yang mengontaminasi sungai Bengawan Solo.
“Air tak berbau menyengat. Kadar PH atau derajat keasaman juga menunjukkan angka 7. Artinya, masih aman,” ujar Kepala DLH Bojonegoro Dandi Suprayitno.
Menurutnya, Kadar PH menunjukkan angka 7, sesuai standar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah nomor 22 tahun 2021 tentang Baku Mutu Air Permukaan. Sementara banyaknya ikan mabuk dan mati itu diduga karena akibat proses alamiah yang menyebabkan kadar PH berubah. Imbas dari datangnya musim pancaroba. “Warga sekitar sini menyebut fenomena tersebut sebagai Pladu,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro itu.
Bisa juga, lanjut Dandi, banyaknya ikan mabuk di sungai Bengawan Solo wilayah Bojonegoro ini akibat kekurangan oksigen. Imbas tertutupnya permukaan sungai tersebut oleh eceng gondok. “Untuk hasil uji pastinya seperti apa, sampel air Bengawan Solo ini akan kami uji di laboratorium lingkungan. Perkiraan, dalam 10 hari kerja sudah keluar hasil ujinya,” pungkasnya. [lus/kun]
BACA JUGA: Penyelenggara Piala Soeratin di Bojonegoro Diperiksa Polisi






