Ponorogo (beritajatim.com) – Prestasi bergengsi ditorehkan oleh sanggar tari Solah Wetan asal Ponorogo. Baru-baru ini, sanggar tari dari Desa Wonokerto Kecamatan Jetis itu, menjadi 10 penyaji terbaik dalam ajang ASEAN Panji Festival.
Pemilik Sanggar Tari Solah Wetan, Wahyu Bayu Prasetian mengungkapkan bahwa ASEAN Panji Festival merupakan ajang bergengsi yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.
Dia mengaku penuh perjuangan saat mengambil keputusan untuk berpartisipasi dalam ajang yang diikuti oleh 9 negara ASEAN tersebut.
“Awalnya kita melakukan audisi lewat daring,” ungkap Bayu Bolot, panggilan akrab Wahyu Bayu Prasetian, Jumat (13/10/2023).
Dalam audisi daring, sanggar ini berhasil masuk ke dalam 20 finalis yang berhak tampil di Studio Universitas Brawijaya TV pada tanggal 10 Oktober 2023. Tarian yang dipentaskan itu, yakni berjudul Sayembara Dewi Songgolangit. Tarian itulah yang membuat sanggar tari Solah Wetan meraih gelar 10 penyaji terbaik dalam festival tersebut.
BACA JUGA: Kemdikbud Ristek Gelar Festival Pertunjukan Cerita Panji Nasional, Berikut 10 Karya Terbaik
“Prestasi ini menjadi bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras kita dalam melestarikan seni tradisional dan terus berkembang dalam dunia seni tari,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bayu juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung mereka dalam perjalanan ini. Hal ini tentu akan memberikan pesan kepada para siswa untuk terus berlatih dan berkarya tanpa batas.
Keberhasilan sanggar tari Solah Wetan di ASEAN Panji Festival menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Ponorogo. Hal ini tentu tak lepas dari semangat, kerja keras dan komitmen yang dilakukan untuk meraihnya.
Untuk sekedar diketahui, sanggar tari Solah Wetan menawarkan berbagai kelas tari dan karawitan reog, termasuk kelas ganong, jathil, pembarong, tari kreasi, tari tradisi, karawitan reog, karawitan, dan pendalangan. Ini mencerminkan komitmen serius mereka dalam mengembangkan bakat seni tari dan karawitan di kalangan generasi muda.
“Kita memiliki 360 siswa yang aktif. Kita berharap bisa terus mencetak generasi penerus seni tari,” pungkasnya. (end/nap)






