Surabaya (beritajatim.com) – Ketika memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan bersama pasangan, tentu ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Bukan hanya persiapan mengenai pesta perayaannya, tetapi juga kesiapan mental untuk menjalani kehidupan sebagai suami dan istri. Pacaran dan menikah jelas saja berbeda, permasalahan yang dihadapi oleh sepasang suami istri pasti lebih rumit ketimbang saat berpacaran.
Menikah tidak hanya membutuhkan rasa sayang, tetapi juga komitmen dan pemahaman antara satu sama lain. Hampir semua orang menginginkan pernikahan terjadi satu kali dalam seumur hidup.
Itulah mengapa, bersiap-siap sebelum menikah menjadi sangat penting. Selain secara finansial namun juga secara mental dan teori. Kalian bisa bertanya pada kerabat atau teman yang sudah lebih dulu menikah, melihat film, menonton video dari pakar, atau mungkin membaca buku.
Untuk memenuhi wawasan kalian tentang pernikahan, berikut ini ada 5 rekomendasi buku yang patut kalian baca sebelum menikah.
Menikah Untuk Bahagia
Pernikahan tidak selamanya bahagia, pasti akan ada cobaan – cobaan kecil di dalamnya. Namun, buku yang ditulis oleh Indra Noveldy dan Nunik Hermawati ini bisa memberi kalian banyak cara untuk mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahan.
Sebelum mencapai tahap kebahagiaan itu, buku “Menikah Untuk Bahagia” juga membantu kalian mempersiapkan diri sebelum menikah berdasarkan pengalaman dan perjuangan mempertahankan pernikahan yang nyaris kandas berkali – kali. Sehingga dari situ kalian bisa mempelajari masalah apa saja yang akan kalian hadapi dan bagaimana menyelesaikannya.
Setelah Menikah Lalu Apa?
Ditulis oleh Umi Astuti, novel ini akan memperluas sudut pandang kalian tentang pernikahan. Bagaimana tujuan pernikahan itu adalah suci dan harus dilandaskan oleh hal – hal yang baik. Bukannya untuk sesuatu yang sepele seperti ajang berlomba – lomba, balas dendam kepada mantan, atau bahkan menuruti keinginan orang tua. Pernikahan itu harus memiliki pondasi yang kuat, yakni dari kedua mempelai itu sendiri.
Bekal Pernikahan
Karya kontemporer dari Syaikh Mahmud Al Mashri ini menjadi buku yang pas untuk membahas seluk – beluk hukum dan permasalahan sebelum menikah. Sesuai judulnya, buku ini merupakan panduan yang lengkap, aktual, dan tentunya faktual untuk kalian baca sebelum memutuskan untuk terikat dalam pernikahan.
Berbagai persiapan dan tata cara telah ditulis pada buku ini, seperti kiat – kiat memilih pasangan, mengajukan lamaran, hingga cara mempersiapkan dan menggelar resepsi pernikahan dari sudut pandang Islam. Tentunya dengan merujuk pada dalil Al – Quran, petunjuk Nabi SAW dan pendapat fuqaha empat mazhab.
Men Are From Mars Women Are From Venus
Mempelajari teori pernikahan akan kurang lengkap jika kalian belum membaca tulisan Dr. John Grey satu ini, terbukti dari buku ini yang menjadi best seller hampir di seluruh dunia. Berkat buku berjumlah 468 halaman ini, kalian akan memahami perbedaan antara pria dan wanita yang mana berpengaruh terhadap hubungan percintaan apalagi ketika menjadi suami istri.
Melalui buku ini, John Grey membuat para pembacanya mengetahui bahwa saling memahami satu sama lain itu sangat penting dalam sebuah hubungan. Perbedaan bahasa cinta, bagaimana menangkap kode untuk menyuarakan isi hati, dan masih banyak lagi. Sehingga kalian juga bisa memperlakukan pasangan sebagaimana mereka ingin diperlakukan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
Things I Wish I’d Known Before We Got Married
Jika ingin belajar tentang pernikahan namun tidak mau bertele – tele, maka buku yang ditulis oleh Gary Chapman ini menjadi pilihan yang tepat. Ini karena “Things I Wish I’d Known Before We Got Married” memiliki penjelasan yang singkat, padat, namun mudah untuk dimengerti. Pembelajaran yang Gary tulis dalam buku ini merupakan hasil dari pengalamannya sebagai konselor pernikahan, ini artinya ia banyak menangani konflik yang dikeluhkan oleh berbagai macam suami istri padanya.
Melalui buku – buku di atas, kalian bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi jenjang selanjutnya, serta bagaimana menyelesaikan masalah – masalah baru yang akan datang. Perlu diingat bahwa pernikahan tidak selalu sempurna, sehingga kalian harus menerimanya dan terus memperbaikinya bersama pasangan agar menjadi hubungan yang sehat dan harmonis. (mnd/ian)






