Teknologi

Viral TikTok Hasilkan Uang, Begini Tanggapan Pakar Media Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Banyak cara untuk tetap produktif tanpa harus ketinggalan zaman, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial, seperti youtube, instagram atau tik tok.

Terkait tik tok, pakar pengamat media Universitas Airlangga Irfan Wahyudi, S.Sos, M.Comms, PhD., angkat bicara mengenai fenomena merebaknya TikTok diberbagai kalangan tersebut. Ia menyebut bahwa sosial media TikTok memang telah menjelma menjadi tren di tahun ini.

“Penggunan sosial media itu sangat dinamis mereka mencari platform sosial media yang sesuai dengan karakteristiknya, TikTok ini memberikan para user kesempatan untuk mebuat short clip (video pendek) dan dituntut untuk sekreatif mungkin,” paparnya.

Irfan mengatakan sebenarnya fenomena TikTok bukanlah hal baru, karena beberapa sosial media lainnya seperti Instagram, Snapchat, dan Facebook juga menghadirkan fitur yang sama.

Tidak hanya di Indonesia TikTok pun menjadi aplikasi yang begitu digemari diberbagai belahan dunia, dilansir dari The Guardian hampir setengah dari generasi milenial dan generasi Z –dengan usia 13-38 tahun¬ di Amerika Serikat bekeinginan menjadi influencer salah satunya di sosial media TikTok.

“Pada awal peluncuran aplikasi TikTok ini sempat dituduh sebagai tindakan spionase Tiongkok di kalangan masyarakat Amerika Serikat, artinya dengan menggunakan aplikasi TikTok kita membagikan data pribadi pada Pemerintah Tiongkok. Lain halnya ketika dulu pasang Instagram atau Facebook kita tidak membahas tentang hal itu, faktanya itu hanya propaganda TikTok dan kini tetap jadi aplikasi yang digemari,” tambah dosen Ilmu Komunikasi tersebut.

Banyak kalangan mulai melirik TikTok sebagai ladang bisnis baru utamanya para influencer yang kini dikenal dengan sebutan seleb TikTok, seperti pada platform sosial media lain para selebriti berkolaborasi untuk mempromosikan berbagai brand dalam video TikTok-nya.

Begitu pula startup yang berbebondong-bondong mencuri perhatian dengan memasarkan produknya lewat TikTok.
Irfan berpendapat bahwa TikTok juga dapat digunkan untuk membentuk personal branding. Para influencer membangun persona agar mendapatkan followers TikTok sebanyak mungkin, hal tersebut dimaksudkan untuk membuka peluang endorse yang lebih besar.

“Melihat fenomena TikTok ini ke depan mungkin tidak akan bertahan lama jika hanya fitur itu saja yang ditawarkan. Namun melihat perkembangan pesat aplikasi TikTok dengan pertumbuhan jumlah penggunanya, bukan tidak mungkin aplikasi ini akan tumbuh menjadi sangat besar seperti Instagram dan Facebook,” pungkas Ifan. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar