Teknologi

Teliti Fintech, Cyber Attack dan Cyber Security

Mahasiswa Unair Ikuti Konferensi Internasional di Bangkok

Bangkok (beritajatim.com) – Sembilan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Unair Surabaya ramai-ramai ikuti konferensi internasional, ICADA (International Conference on Advancement of Development Administration) di Bangkok, Thailand, Selasa (28/5/2019).

Mereka berhasil mempresentasikan penelitianya tentang Fintech, Cyber Attack, Cyber Security, Industrial Revolution 4.0 hingga Otomasi Populasi di Jepang.

Sembilan mahasiswa ini mempresentasikan peneilitianya yang diantaranya; Carissa Hana dan Firas Usman (Tranformation Megatrend Indonesia Consumers From Offline to Online Shopping), Sandika Al Rizky dan Irfan Farrel (Cybersecurity Development For Indonesia Industrial Revolution 4.0), Sandika Al Rizky dan Dibyo Susetyo (Automation Based for Aging Population Countries: Case Study of Japan), Dandy Ibrahim dan Neng Adha Apriliani (The Advantage of Multidisciplinary in The Digital Era: Georgia Cyber Attack 2008) serta Zulfa Permata Suri dan Yeny Novita Ambarsari (The Evolution of Financial Technology: Evaluating The Progress of Cashless Society in Indonesia).

Sebagai peserta konferensi, Dibyo menuturkan bahwa dia dan rekan-rekanya sudah memiliki niatan sejak awal untuk berpartisipasi dalam event ICADA ini. Meskipun sempat mengalami beberapa kendala dengan adanya beberapa revisi. Akhirnya dia dan delapan temanya bisa lolos untuk presentasi di Bangkok.

Selain Dibyo, peserta lain yaitu Carissa juga menambahi bahwa dirinya mendapatkan banyak wawasan sekaligus teman baru dari konferensi ini.

Dirinya berujar “The conference was really good, add more knowledges and other cultures that also exist around us,.. insightful, ang get more friends” tutur Carissa.

Konferensi yang bertajuk “the multidisciplinary edge in the disruptive world” ini diselenggarakan oleh NIDA University yang terletak di Bangkok. Kurang lebih ratusan peneleliti hadir baik itu akademisi hingga praktisi. Terakhir, menurut Zulfa (21), dalam konferensi tersebut dirinya sempat canggung. Karena dirinya harus berjajar dengan mahasiswa Ph.d dan para profesor, pungkas mahasiswa S1 HI Unair ini (juf/ted).

Apa Reaksi Anda?

Komentar