Teknologi

DGN Luncurkan Air Minum Kesehatan dengan Misi Sosial

Surabaya (beritajatim.com) – PT Damar Global Nusantara (DGN) sebagai salah satu produsen air minum kesehatan kemasan premium cukup optimistis untuk berekspansi di sektor air kemasan premium.

“Pasar air minum kemasan premium di Jawa Timur masih cukup menjanjikan. Utamanya, air minum premium untuk kesehatan. Ini lebih ke misi sosialnya, dibandingkan misi bisnis karena dijual hanya seharga Rp 10 ribu untuk kemasan 450 ml. Jauh lebih murah dibanding produk lain yang di atas Rp 30 ribu. Saya ingin rakyat Indonesia sehat,” kata┬áMuhd Naf’an, Chairman PT DGN di sela launching Qplus untuk wilayah Jawa Timur di Hotel Golden Tulip Surabaya, Sabtu (30/3/2019).

Menurut dia, sebelum diluncurkan di Indonesia, produk tersebut telah beredar di Kanada dan China. Di Kanada dan China, air minum kemasan ini tidak dijual untuk umum, karena khusus untuk tentara yang umumnya mengalami sakit ginjal dan harus cuci darah.

“Alhamdulillah, semua tentara itu setelah minum air Qplus, akhirnya ginjalnya baik. Mengapa saya buat di Indonesia? Saya ingin rakyat Indonesia bisa sehat meminum Qplus,” tuturnya.

Untuk diketahui, penetrasi air minum dalam kemasan (AMDK) terus menguat secara nasional. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), AMDK bahkan terus menujukkan peningkatan dalam hal ekspor.

Sepanjang 2018 saja misalnya, ekspor AMDK naik 13,76 persen ke angka US$18,36 juta dibanding pada 2017 yang hanya US$16,48 juta. Kemudian, impor AMDK di 2018 pun turun 26,69 persen menjadi US$1,52 juta sehingga membuat neraca perdagangan surplus US$16,48 juta pada 2018.

Oleh karena itu, mengedepankan pola pendekatan sosial, Damar Global Nusantara sebagai salah satu produsen air minum kemasan premium cukup optimistis untuk berekspansi di sektor air kemasan premium.

Naf’an menjelaskan, bahwa pasar air minum kesehatan terus berkembang secara global. Termasuk, teknologi pengembangan Qplus yang telah ada di beberapa negara.

“Teknologi pengembangan air kemasan ini tidak banyak dikembangkan di Indonesia. Mengingat, mahalnya teknologi dalam produksi,” kata Naf’an.

Sekalipun memasang harga yang relatif rendah, DGN tetap menjaga kualitas produk air minum yang diproduksi. “Hal ini kami sesuaikan dengan tujuan awal kami terhadap sosial, bahwa kami ingin membuat masyarakat sehat dengan harga yang terjangkau,” terangnya.

Diproduksi dalam negeri, Qplus disebut merupakan air minum dengan pH yang ideal bagi kebutuhan tubuh, yakni sebesar 9+. “Tubuh membutuhkan pH yang ideal untuk dapat mengencerkan darah sekaligus menjaga keseimbangan Asam dan Basa,” tegasnya.

Selain itu, air kemasan kesehatan selaiknya memiliki kadar mineral yang tidak berlebihan sehingga aman untuk ginjal. “Total Disolve Solid (TDS) yang disarankan maksimal di angka 25. Angka TDS kami di bawah 15,” imbuhnya.

Selain itu, dengan kandungan oksigen yang mencapai sekitar 22 PPM, air kemasan tersebut juga dipercaya bisa mencegah kanker, asma, hinga mengurangi racun dalam darah. “Sekaligus, mencegah terbentuknya endapan, sumbatan, hingga sedimentasi dalam tubuh,” katanya.

Teknologi yang dikembangkan pihaknya disebut dapat digunakan pada berbagai bahan baku air. Termasuk, di Jatim. “Oleh karenanya, ke depan Jatim bukan hanya menjadi wilayah distribusi kami, namun juga kami targetkan dapat menjadi daerah produsen,” katanya.

“Kami masih cukup optimistis bisa bersaing dengan air kemasan konvesional. Sebab, produk kami bukan sekadar melepas dahaga, namun juga bisa untuk menjaga kesehatan,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar