Teknologi

Autonics, Mesin Sensor Otomatis yang Canggih

Surabaya (beritajatim.com) Autonics Sensors & Controllers VG Series, mesin sensor otomatis canggih ikut menyemarakkan Manufacturing Surabaya ke-15, Sabtu (20/7/2019). Acara besutan PT Pamerindo Indonesia tersebut digelar sejak 17-20 Juli 2019 di Grand City Convention & Exhibition Center, Surabaya.

Dengan menampilkan berbagai produk manufaktur dari berbagai negara, Autonics menjadi salah satu yang paling menarik dalam pameran tersebut. Mesin produksi negeri ginseng, Korea Selatan tersebut menyuguhkan kecanggihannya dalam hal sensorik.

“Ini mesin yang bisa mendeteksi segala kesalahan cetak. Misal jika ada kesalahan warna, tulisan, atau logo yang miring dalam kemasan, dia akan otomatis mendeteksi. Jadi meminimalisir produk cacat,” jelas M. Faisal Dhani, tenant manager Autonics.

Ia juga menjelaskan, produk-produk seperti inilah yang paling dicari oleh perusahan besar. Pasalnya, pekerja tidak perlu lagi memeriksa produk secara manual. Khususnya produk-produk makanan dan minuman yang memiliki desain rumit.

“Mesinnya otomatis, pake listrik. Keuntungannya pastinya jadi lebih efektif waktu dan energi, karena tidak perlu repot-repot periksa produk satu persatu. Indonesia belum punya produk seperti ini,” tambahnya.

Cara kerjanyapun mudah, hanya dibekali lensa kamera, mesin akan mengambil gambar lalu mendeteksi jika ada kesalahan desain. Yang lebih menarik, mesin mampu mendeteksi hanya dalam hitungan detik. Mesin akan menyala merah jika ada cacat produksi, dan menyala hijau jika lulus sensor.

Seperti diketahui, teknologi seperti ini sebenarnya sudah digunakan di beberapa negara maju, bahkan ada yang merancang sendiri. Namun Indonesia belum mempunyai merk lokal, sehingga harus mengimpor dari luar negeri.

Autonics sebenarnya sudah memiliki beberapa series sebelumnya, namun ini merupakan yang terbaru. Berbeda dari sebelumnya, kini ada penambahan detail pada sensor warna. Pihaknya berharap mesin ini dapat membantu mempermudah kerja produksi.

“Kita akan kembangkan terus, ya semoga semakin mempermudah pekerjaan. Dunia semakin modern, kita juga harus terus berinovasi. Mungkin bisa jadi, tahun depan sudah ngga pakai listrik,” imbuhnya. [ddn/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar