Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Warga Kota Mojokerto Ciptakan Kursi Roda dengan Kendali Smartphone

Senin, 03 Desember 2018 16:27:10 WIB
Reporter : Misti P.
Warga Kota Mojokerto Ciptakan Kursi Roda dengan Kendali Smartphone

Mojokerto (beritajatim.com) - Berawal dari mertua sakit dan harus memakai kursi roda, Muhammad Shobirin (35) warga Kota Mojokerto ini melakukan inovasi yakni membuat kursi roda dikendalikan dengan Smarphone. Namun kursi roda buatannya hanya mampu mengangkat beban seberat 40 kilogram saja sehingga dibutuhkan penyempurnaan lagi.

"Ide awal karena mertua saya sakit dan harus pakai kursi roda. Waktu itu kursi roda di rumah masih manual, didorong sehingga dari situ saya berfikir bagaimana saya bikin kursi roda pakai pengerak," ungkapnya saat ditemui di bengkelnya di Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (3/12/2018).

Warga Kauman Gg 11 No 3, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto ini kemudian berfikir membuat kursi roda elektrik, namun dengan biaya murah. Ia kemudian membuat kursi roda dari motor yang komponen-komponennya ada di sekitarnya. Motornya berasal dari wiper dan komponen ardenonya dibeli di toko elektronik di Mojokerto.

"Hampir semua komponen ada di sekitar kita. Kalau kenapa akhirnya kursi roda ini digerakkan dengan smarphone karena setiap hari kita dekat dengan HP, kendala orang tua saya kena strok dan tak bisa jalan sehingga inisiatif digerakkan dengan HP. Kemudian saya gabungan aplikasi kursi roda ini dengan HP disambungkan di bluetooth akhirnya bisa terwujud," katanya.

Lulusan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Mojokerto menambahkan, biaya membuat kursi roda yang digerakkan dengan smarphone tersebut sebesar Rp2 juta. Mulai membeli kursi roda hingga komponen-komponennya. Namun untuk produksi lebih banyak, ia mengaku kesulitan karena ia tak bisa sendiri tapi dibutuhkan tim untuk membuatnya.

"Saat ini, belum bisa produksi banyak karena saya belum punya tim. Saya butuh tukang las karena saya hanya teknis mesin, dibutuhkan rangka yang kuat sehingga dibutuhkan perhitungan. Jika ada tim baru bisa produksi. Kedepannya, jika diproduksi minimal harus bisa mengangkat berat 70 kg. Memang masih dibutuhkan penyempurnaan juga," tuturnya.

Antara lain motor diganti dan baterai harus lebih besar dan tahan lama. Karena untuk membuat kursi roda yang digerakkan dengan smarphone tersebut, ia hanya membutuhkan waktu hanya satu minggu dari ide yang menculik dua bulan sebelumnya. Namun, ia mengaku tidak ada kesulitan untuk membuatnya karena semua komponen ada di sekitar.

"Iya benar selain kendala tim jika diproduksi banyak juga harus disempurnakan lagi. Seperti beban tadi, ditambah penyempurnaan tutup, analog, pengaman sensor jarak. Kalau untuk lomba sendiri, saya pernah ikut lomba robotik tahun 2016 di Kota Mojokerto dan menang juara 1 di Kota Mojokerto robotik dan ini sudah diikuti kan pameran di Bali dan Bogor," jelasnya.[tin/kun]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>