Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Pebisnis Muda Harus Tahu O20, Online To Offline Atau Offline To Online

Sabtu, 17 Nopember 2018 20:55:56 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Pebisnis Muda Harus Tahu O20, Online To Offline Atau Offline To Online

Surabaya (beritajatim.com) - Jika sebelumnya para pebisnis beramai-ramai memasuki dunia digital marketing yang mengakibatkan disrupsi besar-besaran, maka saat ini pebisnis sudah tergiring ke era disrupsi gelombang ke dua di mana berbisnis secara O2O (online to offline, offline to online) menjadi suatu keharusan.

Kreativitas mutlak harus ditingkatkan karena orang-orang kini mencari sesuatu yang berbeda. Yang tak kalah penting, service kepada pelanggan haruslah otentik dan dilakukan dengan baik karena perlu adanya hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Itu mengapa pebisnis harus bisa memberikan produk dan layanan sesuai kebutuhan dan kesukaan pelanggan.

Bahkan perubahan perilaku pasar juga berpengaruh pada kelangsungan bisnis. Dapat dilihat bahwa saat ini hotel bertumbuh di mana-mana karena millennials lebih memilih untuk berjalan-jalan daripada menabung dan mengumpulkan banyak harta.

"Kita sudah memasuki era di mana penggunaan Artificial Intelligent (AI) dan Financial Technology (fintech) adalah mutlak dalam bisnis. Bisnis akan sulit berkembang jika kita tidak menggunakannya dan tetap kukuh dengan cara-cara konvensional,”ungkap Dr. Sandy Wahyudi, founder Connectpedia.id, Sabtu (17/11/2018).

Selain itu yang harus diwaspadai adalah fungsi sales yang dapat dilakukan oleh Artificial Intelligent sehingga bukan tidak mungkin jika sales 10-15 tahun lagi kan mati, kecuali mereka mau bertransormasi menjalankan fungsi human relationship yang tidak dapat digantikan oleh AI.

Lebih lanjut Kesalahan yang sering dilakukan pebisnis saat ini adalah bagaimana mereka menyikapi teknologi. Mereka menempatkan teknologi sebagai tujuan, bukan alat dalam berbisnis. Padahal, digitalisasi dapat melejitkan bisnis mereka jika para pebisnis menjalankan bisnisnya tidak semata-mata dengan sekadar menggunakan IT, melainkan benar-benar menguasai teknologi itu dan menjalankan keseluruhan bisnisnya dengan berbasis IT.

Yang menjadi perhatian banyak peserta dalam acara Strategic Business Outlook 2019 ini adalah keberadaan OVO yang dalam waktu singkat sudah menggandeng 150.000 merchants di seluruh Indonesia.[way/ted]

Komentar

?>