Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Asian Games 2018 Redam Hoax di Media Sosial

Senin, 17 September 2018 08:32:23 WIB
Reporter : -
Asian Games 2018 Redam Hoax di Media Sosial

Jakarta (beritajatim.com) - Suksesnya penyelenggaran Asian Games 2018 ternyata juga berimbas pada menurunnya penyebaran hoax di media sosial.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti mengatakan bahwa Asian Games 2018 mampu meredam penyebaran hoax pasca pencapresan pada 10 Agustus lalu.

Hal ini, salah satunya, dikarenakan momen Presiden RI Joko Widodo yang berpelukan dengan calon presiden Prabowo Subianto di venue pencak silat Asian Games 2018.

"Rangkulan antara dua tokoh ini (capres) betul-betul membuat situasi menjadi dingin, yang tadinya mungkin agak naik, tetapi kemudian turun dengan adanya Asian Games," ujar Niken ditemui dalam diskusi 'Literasi Media Digital' di Jakarta, baru-baru ini.

Situasi seperti ini diharap tetap terjadi pada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Untuk itu, Niken mengimbau masyarakat untuk mengisi konten digital dengan hal-hal yang positif, karena menurutnya hoax sangat berbahaya dan bisa menjadi pemicu disintegrasi bangsa.

Terlebih saat ini jumlah pengguna media sosial --yang merupakan platform untuk berkampanye sekaligus menjadi celah untuk penyebaran hoax-- jauh lebih besar jika dibandingkan saat Pilpres 2009 dan Pilpres 2014.

"Pada 2009 itu sosialisasi Pilpres kampanye melalui media mainstream, kalau 2014 sudah menggunakan medsos, apalagi sekarang pengguna medsos dari 2014 dengan 2018 sudah meningkat cukup banyak," kata Niken.

Meski jumlah pengguna media sosial meningkat pada 2018, menariknya, berdasarkan survei Edelmen Trust Barometer 2018, kepercayaan informasi terhadap media sosial minus 2.

"Dengan penelitian itu dapat kita katakan bahwa masyarakat sekarang ini tidak mudah juga percaya pada hoax. Masyarakat dengan banyaknya hoax, masyarakat juga bisa memilih dan memilah," ujar Niken.

"Jadi mereka tidak langsung percaya, tapi kalau di media mainstream seperti radio, koran, itu mereka lebih percaya, plus 5," tambah dia.

Berkaitan dengan tahun politik, Niken mengatakan bahwa Kominfo telah menggandeng semua platform, termasuk KPU dan Bawaslu, menandatangani MoU untuk membuat Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 berjalan damai. [inilah.com]

Tag : media sosial

Komentar

?>