Rabu, 18 Juli 2018

Facebook Sudah Hapus 583 Juta Akun Palsu

Kamis, 17 Mei 2018 09:21:16 WIB
Reporter : -
Facebook Sudah Hapus 583 Juta Akun Palsu

Menlo Park (beritajatim.com) - Facebook memberikan laporan pertama terkait tindakan yang mereka lakukan terhadap konten ilegal.

Dalam laporan tersebut, Facebook membahas tentang konten serta akun yang telah mereka blokir terkait enam masalah yang berbeda yaitu kekerasan eksplisit, kegiatan seksual dan ketelanjangan, propaganda teroris, ujaran kebencian, spam, dan juga akun palsu.

Di situ, Facebook menjelaskan bagaimana konten tersebut dilihat oleh penggunanya, berapa banyak konten yang telah mereka hapus, dan berapa banyak konten yang dihapus sebelum dilaporkan oleh pengguna.

Dalam catur wulan pertama tahun ini, spam dan akun palsu adalah masalah terbesar yang harus Facebook hadapi. Sejauh ini, mereka mengaku telah menghapus 837 juta konten spam dan 583 juta akun palsu.

Facebook juga telah menindak 21 juta konten terkait kegiatan seksual, 3,5 juta konten yang mengandung kekerasan, 2,5 juta konten ujaran kebencian, dan 1,9 juta konten terorisme.

Dalam beberapa kasus, sistem algoritma Facebook dapat menemukan dan menandai konten bermasalah sebelum pengguna melaporkannya.

Sistem mereka berhasil menemukan hampir 100 persen konten spam dan propaganda terorisme, hampir 99 persen akun palsu dan sekitar 96 persen postingan dengan aktivitas seksual. Sementara tingkat akurasi sistem Facebook untuk mengenali kekerasan eksplisit mencapai 86 persen.

Sayangnya, Facebook masih kesulitan untuk menandai konten ujaran kebencian. Sistem mereka hanya bisa menandai sekitar 38 persen dari post yang akhirnya mereka tindak.

"Seperti yang Mark Zuckerberg (CEO Facebook -red) katakan di F8, kami masih punya banyak tugas untuk menghentikan konten ilegal," kata Guy Rosen, VP/Product Management di Facebook, dalam pernyataannya di blog resmi Facebook, seperti dikutip Engadget.

"Salah satu alasannya adalah karena meski teknologi seperti kecerdasan buatan memang menjanjikan, tapi Facebook masih perlu dikembangkan untuk bisa mengenali konten ilegal karena konteks memiliki peran penting," imbuhnya. [inilah.com]

Tag : facebook

Komentar

?>