Senin, 21 Mei 2018

Opinium Aplikasi Penguji Hoaks, Besutan Noe Letto dan kawan-kawan.

Jum'at, 04 Mei 2018 15:55:39 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Opinium Aplikasi Penguji Hoaks, Besutan Noe Letto dan kawan-kawan.

Surabaya (beritajatim.com) – Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto dan kawan-kawan hari ini memperkenalkan aplikasi yang sanggup menjadi penguji berita hoaks, di Amerta Hall lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Airlangga Surabaya. 

Aplikasi yang diberi nama Opinium ini dibuat untuk menjadi wadah bagi masyarakat dalam menguji hoaks yang diberi tagline, “Unggah, Uji, Ungkap”.

Salah satu inisiator Opinium, M. Hasanudin ini mengatakan bahwa uji berita hoaks di Opinium bukalah robot atau mesin, melainkan para pengguna yang tergabung dalam komunitas Opinium.

“Jadi, setiap orang dapat mengunggah informasi yang ingin diketahui kebenarannya maupun yang sudah diketahui tetapi masih perlu peyakinan, maka informasi tersebut dapat diujikan kepada komunitas Opinium. Dari situ si pengguna yang akan memutuskan sendiri,” jelasnya, Jumat (4/5/2018).

Dia menjelaskan bahwa proses pengujian hoaks di Opinium berdasarkan interaksi komunitas yang tergabung di Opinium. 

Setiap orang berhak mengemukakan pendapatnya. Tetapi bukan “one man one vote”, karena setiap pendapat di Opinium mempunyai bobot yang berbeda, tergantung dari reputasi setiap pribadi di komunitas tersebut.

“Bobot ini ditentukan dari reputasi si pemberi vote, yang tergantung dari seberapa valid dan otentik data dan analisis yang dia berikan, semakin serius dia memberikan pendapat dan analisisnya dalam satu kasus pengujian hoaks, semacam ada research dan sebagainya, maka semakin tinggi prosentase reputasi yang dia miliki, sehingga informasi yang dia berikan juga semakin tinggi reputasinya,” tambahnya.

Keunggulan dari aplikasi Opinium ini tidak hanya dapat mengidentifikasi informasi dari url ataupun sumber dari internet yang mempunyai addres web, melainkan juga dari broadcast Whatsapp, Line, Telegram, foto serta video.

Noe Letto yang berperan sebagai penasehat Opinium mengatakan bahwa Opinium ini lahir dari masalah yang terjadi, dari hoaks, dari buzzer, hate speech dan sebagainya. 

Ia juga menambahkan bahwa system yang dipakai Opinium ini terinsipirasi oleh Wikipedia, yang mana semua orang dapat memberikan pendapatnya, tetapi perbedaan di Opinum adalah dari system reputasi personal yang mengangkat kredibilitas informasi yang diunggahnya.

“Karena kamu dapat reputasinya bukan dari merespon, tapi dari responmu yang direspon orang lain. Orang lain yang mendapat manfaat dari responmu tadi,” kata putra dari M.H. Ainun Najib ini.

Noe, mengaku reputasi dirinya di Opinium tinggi di topik agama, setelah itu politik, dan internasional. Sehingga dia bisa menjadi koresponden yang baik dan dapat dipercaya dibidang-bidang tersebut.

Opinium saat ini telah diunduh sekitar 1500 pengguna dan sebagai sebuah aplikasi yang selalu berkembang menyesuaikan perkembangan, Noe meminta kepada pengguna Opinium untuk terus memberikan timbal balik, berupa saran.[adg/ted]

Tag : hoax

Komentar

?>