Sabtu, 21 Juli 2018

Lewat Mesin Cuci Hemat Energi

LG Sasar Kelas Menengah ke Bawah

Senin, 18 Desember 2017 23:12:41 WIB
Reporter : Renni Susilawati
LG Sasar Kelas Menengah ke Bawah

Surabaya (beritajatim.com) - Produk hemat energi menjadi salah satu penentu utama bagi masyarakat. Apalagi di tengah isu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang terus terjadi sepanjang 2017 ini. Kondisi tersebut membuat produk hemat lebih banyak diincar.

Salah satu produsen mesin cuci yakni LG sengaja meluncurkan mesin cuci LG Smart Inverter Series. Jika sebelumnya teknologi inverter banyak diaplikasikan untuk Air Conditioning (AC), maka sudah merambah ke mesin cuci.

Mesin cuci LG Smart Inverter merupakan mesin cuci top loading (bukaan atas) terbaru LG, yang merupakan bagian komitmen LG untuk terus memperluas ketersediaan perangkat elektronik rumah tangga hemat listrik.

"Mesin cuci adalah salah satu produk rumah tangga yang membutuhkan listrik yang cukup besar karena digunakan hampir setiap hari. Untuk itu produk hemat energi terbaru kami ini sangat pas untuk kami perkenalkan saat car free day," jelas Frendy, Product Marketing Home Appliance PT LG Electronics Indonesia, disela kegiatan sosialisasi Gerakan67 LG di kawasan Jl Comal, Surabaya, Minggu (17/12/2017).

Untuk mesin cuci LG Smart Inverter Series, pihaknya membidik kalangan menengah ke bawah yang kerap kali resah terhadap biaya listrik mahal. Saat ini banyak perumahan-perumahan baru, nah biasanya di perumahan baru itu daya listriknya belum begitu besar. Dengan mesin cuci ini hanya membutuhkan 67 watt untuk sekali pencucian.

Selain mesin cuci, LG juga memiliki perangkat elektronik lain yang menggunakan smart inverter. Yaitu AC, kulkas, hingga micro wave. Dengan produk tersebut, pihaknya menargetkan bisa tumbuh 2 digit sampai akhir tahun 2017.

Surabaya Branch Manager LG Electronics, Irvan Salahuddin menambahkan, pertumbuhan elektronik di LG sepanjang 2017 mengalami penurunan 1 persen jika dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan pasar yang sedang mengalami kelesuan sepanjang tahun ini.

Selain itu juga didorong oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat. Masyarakat dinilai cenderung lebih memilih membelanjakan uang untuk mencari pengalaman baru dengan melancong. Tetapi ia mengklaim untuk produk mesin cuci terdapat peningkatan 25 persen dibanding tahun lalu.

"Hal tersebut dikarenakan LG baru meluncurkan beberapa model baru yang sangat hemat energi. Dimana produk itu memberi nilai tambah pada konsumen karena biaya listrik sekarang juga naik," jelas Irvan. 

Saat ini pangsa pasar atau marketshare mesin cuci LG di Surabaya sekitar 35 persen. Sementara marketshare produk LG secara keseluruhan di Surabaya 23 persen. Irvan menyebutkan, kontribusi penjualan terbesar di LG adalah dari TV yang mencapai 30 persen.

"Karena untuk TV, kami juga telah launching TV OLED dan peminat teknologi OLED di surabaya sangat besar. Sekarang saja kita sedang kehabisan stock OLED di wilayah Surabaya," jelas Irvan.

Pihaknya berharap tahun depan pertumbuhan LG di Surabaya khususnya bisa di atas 10 persen. Kontribusi penjualan LG di Surabaya terhadap Jatim mencapai 70 persen. [rea/suf]

Tag : mesin cuci

Komentar

?>