Senin, 26 Juni 2017

Hukum Indonesia Terseok-seok Hadapi Perkembangan TI

Kamis, 16 Maret 2017 23:12:36 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Hukum Indonesia Terseok-seok Hadapi Perkembangan TI

Surabaya (beritajatim.com) - Pakar hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair), Prof Didik Endro Purwoleksono mengatakan, hukum di Indonesia ketika dihadapkan dengan perkembangan teknologi informasi (TI) atau maraknya berita bohong (hoax) di media sosial masih terseok-seok atau belum kuat.

"Hingga kini keberadaan satgas anti hoax ini masih di pertayakan, padahal keberadaannya sangat perlu karena ini menyangkut pidana," ujar Didik saat Gelar Inovasi Guru Besar bertema Peran Aktif Masyarakat Menghadapi Hoax di Media Sosial, di Kampus C Unair, Kamis (16/3/2017).

Ia mengatakan, hal tersebut perlu dipertegas lagi atas tupoksi dari satgas tersebut. "Tindakan seperti apa yang harus dilakukannya. Juga diperlukan penambahan pasal melalui revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena itu menjadi salah satu bukti sekaligus respon pesatnya perkembangan TI," paparnya

Ia menambahkan, juga diperlukan dukungan dari dengan perangkat lain yang berfungsi baik.
"Di antaranya, mentalitas pejabat, sarana prasarana serta kesadaran hukum. Karena sebagai salah pemicu munculnya berita hoax. Bahkan masyarakat bisa sebagai produsennya," tandas Didik.

Sementara itu, dari perkembangan berita hoax yang selama ini terjadi lebih menyasar pada tokoh hebat. Guru Besar Fakultas Psikologi Unair Prof Cholichul Hadi meminta agar pemerintah lebih mempercepat pembentukan satgas antihoax.

"Banyak tokoh hebat menjadi korban berita hoax. Tapi itu tidak usah takut untuk membentuk satgas anti hoax. Itu alamiah, yang penting (berita hoax, red) tidak berdasar kepentingan kelompok," tandas Cholichul. [ito/suf]

Komentar

?>