Kamis, 24 Agustus 2017

Warga Madura Nilai Pokemon Go Berbau Porno, Kok Bisa?

Minggu, 07 Agustus 2016 09:48:26 WIB
Reporter : Zamachsari
Warga Madura Nilai Pokemon Go Berbau Porno, Kok Bisa?

Sampang (beritajatim.com) - Aplikasi game Pokemon GO, benar-benar menjadi tranding topik belakangan ini. Bahkan, untuk menyikapi dampak game tersebut, beberapa jajaran kepolisian dan TNI di daerah, mendadak mengambil sikap terkait fungsi dan bahayanya permainan tersebut.

Meski Pokemon GO menjadi perbicangan menarik di tanah air. Namun, bagi warga yang tinggal di pulau Madura, ketika menyebut Pokemon terasa risih. Sebab, arti kalimat pertama Pokemon, merupakan hal yang tak patut diucapkan. Karena Poke dalam bahasa Madura, yakni alat kelamin wanita.

"Sebenarnya memang ini hanya nama game saja, tapi buat warga Madura saat menyebut Pokemon terkadang diplesetkan dan tidak patut didengar oleh anak-anak, karena mengandung porno," kata Moh Hasan Jailani, tokoh masyarakat Sampang, Minggu (7/8/2016)

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Mamak ini menjelaskan, meski game Pokemon digandrunggi oleh semua kalangan, namun beda halnya dengan warga di Madura. Sebab, permainan itu tidak begitu diminati.

"Mungkin karena namanya mengandung unsur porno, sehingga warga Madura tidak begitu menyukai game tersebut," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Suryadi, bapak dua anak yang tinggal di Jl Kenari. Menurutnya, warga Madura ketika menyebut Pokemon kerap kali diubah menjadi Pokehmom.

"Duh risih mendengarnya mas, mudah-mudahan nama Pokemon ini tidak segempar nama-nama tokoh kartun yang lainya, agar tidak menjadi bahan omongan yang berbau porno di Madura," tandasnya.

Sekedar diketahui, untuk menyikapi game Pokemon tersebut, beberapa waktu lalu jajaran Kepolisian dan anggota Kodim 0828 Sampang, dilarang keras memainkkan game tersebut. Bahkan Letkol Inf Indrama Bodi, selaku komandan Kodim turun langsung melakukan sidak. Tujuannya, apakah anggotanya ada yang menginstal aplikasi game itu atau tidak. [sar/suf]

Komentar

?>