Selasa, 26 September 2017

Indonesia Akan 'Kiamat Internet' Jika Tidak Berpindah ke IPV6

Kamis, 19 Mei 2016 22:50:53 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Indonesia Akan 'Kiamat Internet' Jika Tidak Berpindah ke IPV6

Surabaya (beritajatim.com) - Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional (DK2ICN), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Irvan Nasrun mengatakan jika pemerintah maupun masyarakat tidak segera transisi ke IPv6, maka akan terjadi 'kiamat internet' dalam menyimpan data atau bertransaksi, karena kapasitas IPv4 tersisa 0,01 persen, sedangkan IPv6 lebih dari triliun.

"Kami pun menyarankan agar terdapat kerjasama yang erat antara penyedia jaringan, pemilik konten, dan penjual perangkat, serta pemerintah untuk mensukseskan migrasi IPv4 ke IPv6," ujar Irvan dalam acara Simposium Nasional Implementasi IPv6 "Transition and Security" di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Kamis (19/5/2016).

Bendahara Internet Society (ISOC). mengungkpakan selain itu bahwa Adopsi  Indonesia pada Internet Protokol versi 6 (IPv6) masih lambat.

"Meski IPv6 didesain mampu memberikan keamanan data secara daring. Namun IPv6 di Indonesia masih lambat dibandingkan negara Asia lainnya," ungkapnya.

Ia menjelaskan, IPv6 merupakan protokol Internet generasi selanjutnya, yang dirancang untuk menggantikan Protokol Internet saat ini, yaitu IP Version 4 (IPv4).

"IPv6 yang mulai berlaku pada Juni 2012, memungkinkan triliunan nomor atau alamat IP, sehingga tidak akan ada habisnya. Sedangkan IPv4 memiliki ruang hanya 4,3 miliar, jadi tidak cukup untuk internet yang terus berkembang," jelasnya.

IPv6 jika digunakan untuk transaksi elektronik akan lebih aman karena tidak mudah disadap dari pada menggunakan IPv4. apabila dibandingkan dengan IPv4 yang terlalu rumit, dan mudah disadap.

"Saat ini aplikasi seperti go-jek, grabtaxi, uber dan lainnya menggunakan IPv4. Jika mereka tidak segera transisi ke IPv6, maka layanan mereka hanya terbatas dan tidak bisa berkembang, sama halnya dengan pelayanan di pemerintahan," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, Untuk membeli IPv6, lanjutnya harus ke Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), satu IP bisa dihargai sekitar Rp9-10 juta per tahun, tergantung jenisnya.

"APJII menyediakan IPv6 yang dihargai sekitar Rp9-10 juta per tahun. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat ini pun mendorong operator untuk bermigrasi ke IPv6, karena mereka juga menyediakan IPv6," ungkapnya.

Sementara itu, Staf Ahli M enteri Komunikasi dan Informatika ( Bidang Teknologi, Ir. Woro Indah Widyastuti menambahkan saat ini pihaknya mengimbau beberapa operator dibawah Kemenkominfo untuk segera bermigrasi dari IPv4 ke IPv6.

"Ada beberapa operator yang sudah bermigrasi, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), XL, Indosat, dan Telkomsel. Banyak hal yang yang harus dipertimbangkan dalam proses migrasi seperti identifikasi perangkat dan sumber daya manusia," tandasnya. [ito/kun]

Tag : internet

Komentar

?>