Minggu, 30 April 2017

Huawei Targetkan Bisa Jual 3 Juta Gadget Untuk Kuasai Pasar

Selasa, 03 Mei 2016 18:59:59 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Huawei Targetkan Bisa Jual 3 Juta Gadget Untuk Kuasai Pasar
Pekerja sedang membuat produk Huawei

Surabaya (beritajatim.com) - Huawei Device Indonesia, yang merupakan salah satu pemain di pasar gadget Tanah Air targetkan mampu kuasai pasar hingga 10 persen dari total penjualan gadget di Indonesia.

Meskipun Huawei belum mampu menguasai pasar Ibukota Jakarta, tetapi Manajemennya optimis bisa menggenjotnya melalui pasar di Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan oleh Peter Tong, President of Huawei Consumer BG South Pacific Region, saat meresmikan produksi 1 juta perangkat (devices) 4G LTE melalui pabrik lokal di Waru, Sidoarjo yakni dengan kerjasama dengan PT Panggung Electric Corporation, Selasa (3/5/2016).

"Pasar Indonesia sangat potensial, sebab peminat mudanya sangat tinggi di sini. Kami yakin akan mampu merebut 10 persen dari kue bisnis gadget yang ada di Indonesia saat ini," ungkap Peter Tong disela kunjungan pabrik perakitan Huawei di PT Panggung Electric Corporation.

Saat ini di Indonesia saja sedikitnya ada 70 unit gadget yang beredar. 40 juta unitnya adalah smartphone dan 50 persennya atau sekitar 20 juta adalah smartphone dengan teknologi 4G LTE. Pasar yang besar ini saat ini baru bisa dipenuhi oleh Huawei sekitar dibawah 10 persen. Harapannya kedepan akan lebih besar lagi.

"Saat ini kapasitas pabrik yang ada di Indonesia baru 2.880.000 per tahun dengan 6 line produksi. Kedepan akan digenjot lagi dengan tambahan satu line produksi lagi sehingga produksi bisa lebih banyak lagi," sela Johnson Ma, Consumer Business Group Director Huawei.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Tommy Laine Ylijoki, President Of Integrated Delivery Management at Huawei Consumer Business Group, dimana 1 juta produksi di PT Panggung Electric Corporation ini tercapai mulai 3 tahun lalu.

Dan akan terus berjalan dalam jangka waktu yang panjang. Dan untuk menjaga kualitas, maka pabrik yang ada di Indonesia hanya akan melakukan perakitan dan quality control sedangkan bahan bakunya langsung di impor dari China negara asalnya.

"Itu artinya ada 20 persen  Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) nya. Dimana perakitan disini semuanya menggunakan tenaga lokal. Dan kami juga menjamin kualitas Huawei yang ada dipasaran lokal," tandas Ali Soebroto Oentaryo, President Direktur PT Panggung Electric Corporation.[rea/ted]

Komentar

?>