Sorotan

Tantangan Realisasi Janji Politik Bupati Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepemimpinan pasangan Badrut Tamam dan Raja’e sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan, yang sudah hampir memasuki masa satu tahun, mulai memunculkan berbagai persepsi berbeda dari kalangan masyarakat.

Hal tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan maupun terobosan inovatif yang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, sehingga ada sebagian elemen masyarakat yang mulai ‘menagih janji’ yang diungkapkan saat masa kampanye pilkada 2018 lalu.

Tidak dapat dipungkiri, kepemimpinan duet yang akrab disapa Berbaur memang memunculkan berbagai ‘sensasi’ khususnya di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. Hal tersebut tidak lepas dari sejumlah kebijakan yang dinilai mustahil dilakukan oleh banyak kalangan.

Salah satunya gagasan yang diimplementasikan dalam sebuah aksi nyata, semisal Launching Mall Pelayanan Publik (MPP) yang dipusatkan di kompleks Islamic Centre, Jl Raya Panglegur. Bahkan launching tersebut dilakukan sebelum memasuki 100 hari masa kerja.

Tak ayal gagasan tersebut juga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia atau yang lebih akrab disebut MURI, piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Senior Manajer MURI, Arman Raharjo dalam kegiatan ‘Sokkoran 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan’ di area Monumen Arek Lancor, Sabtu (2/3/2019) malam.

Tidak hanya itu, apresiasi lainnya juga berupa branding batik di kendaraan dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan. Hebatnya, hal tersebut juga dilakukan dalam warktu kurang dari 100 hari masa kepemimpinan.

Secara singkat dapat digambarkan jika pemkab Pamekasan, dibawah kepemimpinan Badrut Tamam dan Raja’e cukup fenomenal, khususnya dalam sektor pelayanan Publik yang disinyalir sebagai upaya menjadikan Pamekasan Hebat, Bhejre, Rajjhe tor Parjhuge.

Hanya saja, keduanya juga memiliki PR cukup besar yang notabene sudah dinantikan oleh seluruh masyarakat, yakni merealisasikan sejumlah janji politik yang diutarakan ketika masa kampanye lalu. Tentunya hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Bahkan berbagai program yang digagas tersebut terdiri dari berbagai sektor, hal tersebut tentunya bakal menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pengelolaan tempat wisata, teta kelola kota, penertiban tempat kos, dan sejenisnya.

Selain itu terdapat pula sektor peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pendidikan dan kesehatan, beasiswa santri, olahraga, hingga ekonomi dan beberapa sektor lainnya, termasuk menciptakan 10 ribu wirausaha baru.

Namun tidak kalah penting, tujuan dan target tersebut nantinya bakal terealisasi ketika didukung semua stakeholders. Mulai para ulama, tokoh masyarakat hingga warga Pamekasan secara umum, khususnya jajaran ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Saat ini proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, tengah digodok guna mendampingi Badrut-Raja’e dalam menjalankan roda pemerintahan di lingkungan birokrasi setempat. Bahkan Bupati Pamekasan, Badrut Tamam juga sempat menyampaikan keinginannya terhadap sosok sekda yang saat ini masih dijabat berstatus Pj.

“Kriterianya mau berfikir secara profesional, bersih, cepat mendorong kebupaten yang berdaya saing dan berkeadilan, berkemakmuran. Serta bisa menjadi mitra (kerja) bupati, wakil bupati dan Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkungan pemkab Pamekasan,” kata Badrut Tamam, Rabu (19/6/2019) lalu.

Tidak hanya itu, bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut juga berharap sosok sekda nantinya memiliki semangat memajukan Pamekasan. “Harapan kami, sekda yang akan datang menjadi penggerak birokrasi pemerintahan di kabupaten Pamekasan, yang semangat keseluruhannya untuk Pamekasan Hebat,” harapnya. [pin]

Apa Reaksi Anda?

Komentar