Sorotan

Hidup WW yang Kontroversial: Risma, Persebaya, dan Korupsi

Ribut Wijoto.

MOBIL YANG DIKENDARAI WISNU WARDHANA tiba-tiba disergap oleh tim Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, 9 Januari 2019, kemarin. Wisnu tahu, aparat tidak sekadar ingin menyergap namun juga akan menangkap dan memenjarakan dirinya. Maka, Wisnu melawan. Mobil Wisnu berusaha melarikan diri dengan menabrak sepeda motor salah satu aparat.

Namun usaha Wisnu gagal. Sepeda motor justru terguling ke bawah mobil Wisnu. Otomatis mobil yang dikendarai Wisnu tak bisa bergerak. Walau gas dikencangkan, mobil tak bergeming sama sekali. Aparat lain lalu menggedor-gedor mobil Wisnu. Memaksa Wisnu untuk keluar.

Sekejap kemudian, mantan Ketua DPRD Surabaya dan mantan Ketua PSSI Surabaya sekaligus mantan Manajer Persebaya itu secara dramatis tertangkap. Penangkapan di ruang publik, tempat umum. Di antara tatapan, mungkin puluhan mungkin ratusan, pengguna Jalan Raya Kenjeran Surabaya.

Begitulah, kisah hidup Wisnu Wardhana –biasa disapa WW- adalah kisah tentang kontroversial, mirip drama, dramatis, penuh kejutan. Pria kelahiran Malang, 27 Maret 1961, ini mudah mendapatkan sukses. Semudah itu pula dia jatuh. Puncak kekuasaan serasa gampang direngkuh oleh WW. Segampang dia dicampakkan oleh kekuasaan.

Dan kekuasaan pula yang membuat WW kini dijebloskan penjara. Sampai 6 tahun ke depan, WW bakal mengisi hari-hari di balik jeruji besi.

Pemilihan Umum tahun 2009, Partai Demokrat meraih suara terbanyak di Kota Surabaya, 16 kursi. Jauh melampaui PDIP yang hanya 8 kursi. Karier politik WW yang ketika itu menjabat Ketua DPC langsung melonjak tinggi, dia terpilih jadi Ketua DPRD Kota Surabaya. Jabatan ketua dewan yang tidak utuh diemban selama 5 tahun. Sebab di kemudian hari, di penghujung masa jabatan; WW dipecat.

Pemecatan WW terkait erat dengan upaya dia melengserkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Entah mengapa, 2 pucuk pimpinan politik di Surabaya itu, WW Ketua DPRD dan Risma Wali Kota, seakan tidak kompak.

Kebijakan Risma mengeluarkan Perwali No 56 dan 57 Tahun 2010 tentang Kenaikan Pajak Reklame dinilai WW tidak prosedural. Perwali juga dianggap menyusahkan pengusaha reklame.

WW lantas menggalang dukungan. Lobi yang ampuh. Enam dari tujuh fraksi di DPRD Surabaya menyetujui pergerakan WW. Keenam fraksi di DPRD Kota Surabaya, 31 Januari 2010, setuju untuk memberhentikan Risma dari jabatan Wali Kota Surabaya. Sebuah pergerakan politik yang seperti belajar dari suksesnya DPR RI menjatuhkan Presiden Ri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tahun 2001.

Tapi WW ternyata gagal. Kegagalan yang bertumpukan. Pertama, WW gagal menumbangkan Risma dari kursi Wali Kota. Kedua, pada saat bersamaan, WW dipecat oleh DPP Partai Demokrat (yang ketika itu masih dipimpin Anas Urbaningrum). Ketiga, dengan pemecatan oleh Partai Demokrat, WW otomatis bakal dilengserkan dari jabatan Ketua DPRD Kota Surabaya.

Upaya pengleseran WW dari kursi ketua DPRD Kota Surabaya juga kontroversial. Sebab, WW sepenuh tenaga melawan.

Dipecat dari Partai Demokrat, WW berpindah ke Partani Hanura. Entah dengan magnet kekuatan apa, WW sukses meraup jabatan Ketua DPC Hanura Kota Surabaya. Dan jabatan Ketua DPRD Surabaya tetap dikangkanginya. WW baru bisa secara resmi dilengserkan dari posisi ketua dewan pada tanggal 17 April 2013.

Di luar ranah politik, pada tahun-tahun itu, WW membuat langkah kontroversial di bidang sepakbola. Persebaya. Sebuah klub besar dengan suporter besar, yakni Bonek.

Pada musim 2009/2010, Persebaya harus turun kasta ke Divisi Utama. Persebaya terdegradasi karena dipaksa melakukan 3 kali melawan Persik Kediri di tiga tempat berbeda, yakni Kediri, Yogyakarta, dan palembang. Pada jadwal terakhir, Persebaya menolak bertanding.

Merasa diperlakukan tidak adil oleh keputusan PSSI, manajemen Persebaya memutuskan mundur dari kompetisi di bawah naungan PSSI. Sebagian besar Bonek dan sebagian besar pemain ketika itu juga mendukung langkah manajemen.

Pada saat chaos (kisruh) itulah, WW hadir. Secara kontroversial, WW mengambil alih Persebaya dan membentuk tim tersendiri. WW merekrut pemain-pemain yang mayoritas berasal dari Persikubar Kutai Barat, klub milik Vigit Waluyo. Launching tim Persebaya digelar WW hari Jumat (21 Oktober 2010) di Gedung Balai Pemuda Surabaya. Tim Persebaya yang dibentuk oleh WW ini diakui PSSI pimpinan Nurdin Halid lantas mengarungi liga Divisi Utama.

Tapi lagi-lagi langkah WW tidak mulus. Satu musim menukangi tim Bajul Ijo, WW dipecat dari posisi Manajer Persebaya. WW dituding gagal menorehkan prestasi bagi Persebaya. Terlebih, WW dituding belum membayar gaji 26 pemain sebesar Rp 1,5 miliar, memiliki tanggungan sewa Stadion Gelora 10 Nopember Rp 42,5 juta, gaji staf kesehatan, perangkat pertandingan, dan tagihan katering yang nilainya sebesar Rp 21,6 juta.

Di bidang pengelolaan keuangan negara, kiprah WW juga cukup kontroversial. Kamis, 22 Maret 2012, WW diperiksa Unit Tipikor Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dia diduga terlibat kasus korupsi dana Bimbingan Teknis (Bimtek) tahun 2010 senilai Rp 2,7 miliar.

Uniknya, walau dekat dengan dugaan korupsi, WW justru aktif di LSM antikorupsi. Hari Selasa, 25 September 2012, di Gedung Wanita, Surabaya, Presiden Laki Pejuang 45 Muksin Al Atos bersama Ketua Dewan Pembina Laki Pejuang 45 Habib Rizieq Shibab melantik WW sebagai Ketua Laskar Anti Korupsi (Laki) Pejuang 45 Jatim. WW diangkat dengan surat keputusan nomor 11/Kpts/I/DPP-Laki Pejuang 45/IX/2012.

Menjelang Pemilu 2014, WW sempat memamerkan keaktifan di LSM antikorupsi dengan cara kontroversial. Selama beberapa bulan, WW memajang baliho besar di beberapa tempat di Kota Surabaya. Pada baliho itu, foto WW dimontage atau direkayasa seakan sedang ngobrol dengan Presiden RI pertama, Ir Soekarno. Dicantumkan pula tulisan menyolok: Wisnu Wardhana, Ketua Laskar Anti Korupsi Jatim.

Petualangan kontroversial WW kini memasuki babak baru. Dia mendekam di Lapas Porong. Mahkamah Agung telah menjatuhkan vonis 6 tahun penjara atas kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan milik BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim di Tulungagung dan Kediri pada 2013. Korupsi dilakukan saat WW menjabat sebagai Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU dan Kepala Biro Aset.

Apakah petualangan WW bakal berakhir? Waktu yang bakal menjawab.

Yang pasti, WW terus melawan. Dia telah berujar bahwa dia bakal mengajukan PK (peninjauan kembali). Kalaulah PK tidak dikabulkan dan WW terus mendekam di penjara, diperkirakan, dia bebas tahun 2025. Ketika itu, WW masih berusia 64 tahun. Sebuah usai, yang bisa jadi, cukup matang untuk mengambil keputusan tentang kehidupan dia sendiri. [but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar