Sorotan

‘Drama Panjang’ PPP Pamekasan Tanpa Akhir

Foto ilustrasi

Pamekasan (beritajatim.com) – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, kembali mencatatkan diri sebagai partai politik (parpol) pemenang Pemilihan Umum Legilatif (Pileg) 2019 di Bumi Gerbang Salam, yang digelar serentak 17 April 2019.

Pada perhelatan pileg tersebut, parpol berlogo Ka’bah berhasil mendelegasikan sebanyak 12 kader terbaik mereka sebagai anggota legislatif di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Periode 2019-2024 mendatang.

Bahkan dari total 12 kader yang berhasil memiliki kursi legislatif, tersebar di lima daerah pemilihan alias dapil di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Masing-masing Masykur Rasyid (6.562 suara) dari Dapil 1 Pamekasan-Tlanakan, Anwar Syamsidi (12.168 suara), Fathor Rohman (10.028 suara) dan Mohammad Sahur (13.522 suara) dari Dapil 2 Palengaan-Proppo.

Dapil 3 Batumarmar, Pasean dan Waru, mendelegasikan tiga kader berbeda, yakni Abd Rasyid Fansori (9.797 suara), Andi Suparto (12.423 suara) dan Muksin (10.983 suara). Dapil 4 Kadur, Pagantenan dan Pakong, mengirim empat kader berbeda, yakni Achmadi (10.166 suara), Ainol Yakin (8.150 suara), Halili (9.456 suara) dan Zamahsyari (6.061 suara).

Sedangkan Dapil 5 (Galis, Larangan dan Pademawu), parpol bernomor 10 pada pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut hanya mendelegasikan satu nama, yakni Ali Masykur dengan raihan total sebanyak 5.364 suara.

Total tersebut sekaligus mengalahkan 10 parpol lain yang mendapatkan kuota kursi di gedung wakil rakyat, sekaligus menempatkan PPP sebagai parpol pemenang pemilu dan berhak untuk kembali mengisi slot di posisi Ketua DPRD Pamekasan, Periode 2019-2024.

Guna melengkapi komposisi tersebut, PPP Pamekasan mulai melakukan evaluasi internal untuk memilih satu kader sebagai Calon Ketua DPRD Pamekasan. Dalam proses tersebut, tercatat sebanyak 10 nama yang masuk dalam bursa calon, namun ketiga nama di atas merupakan para kandidat yang mendapat raihan suara terbanyak dibandingkan kandidat lainnya.

Nama Halili Yasin mempimpin raihan suara terbanyak dengan raihan sebanyak 30 suara, disusul Fathorrahman dengan raihan 24 suara, serta H Masykur Rasyid dengan torehan sebanyak 21 suara. Sedangkan nama-nama lainnya, yakni Anwar sebanyak 19 suara, Ahmadi sebanyak 14 suara, serta Ali Masykur sebanyak 12 suara.

Sementara kandidat yang mendapat raihan kurang dari 10 suara, masing-masing Ainul Yaqin dengan raihan sebanyak 9 suara, Mohammad Sahur meraih sebanyak 4 suara, serta Andi Suparto dan Muhsin Salim hanya mendapat 1 suara.

Dari proses tersebut, akhirnya tiga nama diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP melalui Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Jawa Timur, sebagai kandidat ketua dewan. Masing-masing Fathor Rohman, Halili dan Masykur Rasyid.

Dari tiga nama yang diajukan sebagai kandidat ketua dewan, satu nama lainnya terpental dari perebutan kursi kandidat, yakni Masykur Rasyid. Dua nama lainnya, yakni Fathor Rohman dan Halili bersaing untuk merebut posisi sebagai ketua dewan.

Hasilnya, DPP PPP merekomendasikan DPW PPP Provinsi Jatim melalui surat rekomendasi bernomor 2271/IN/DPP/IX/2019 tentang Persetujuan Pimpinan DPRD Pamekasan, tertanggal 13 September 2019 lalu. Namun hal tersebut baru tersebar luas di berbagai jejaring media sosial (medsos) per Senin (30/9/2019) lalu.

Bahkan dalam surat rekomendasi yang berisi empat poin penting tersebut, di antaranya merekomendasikan dua nama secara bergantian untuk menempati posisi jabatan sebagai Ketua DPRD Pamekasan, Periode 2019-2024. Masing-masing Fathor Rohman untuk 2,5 tahun pertama, serta Halili di 2,5 tahun berikutnya.

Hanya saja surat rekomendasi tersebut belum masuk dan belum diterima di bagian sekretariat DPRD Pamekasan. “Untuk komposisi pimpinan sudah hampir rampung, namun kami masih menunggu nama yang direkomendasikan untuk posisi pimpinan dari PPP. Sedangkan tiga parpol lainnya sudah lengkap,” kata Sekretaris DPRD Pamekasan, Masrukin kepada beritajatim.com, Selasa (1/10/2019) lalu.

Padahal dari tiga parpol lain dipastikan sudah menyetorkan nama untuk posisi pimpinan di kantor yang beralamat di Jl Kabupaten 107 Pamekasan, masing-masing Hermanto dari Partai Demokrat, Harun Suyitno dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Syafiuddin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Sementara hingga saat ini hanya satu parpol yang belum masuk ke meja kami, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera masuk. Sehingga kita bisa langsung membentuk berbagai alat perlengkapan di DPRD Pamekasan, seperti komisi, banggar, BK dan lainnya,” ungkapnya.

Saat ini alat kelengkapan dewan alias AKD di lingkungan DPRD Pamekasan, baru menuntaskan komposisi fraksi. Tercatat sebanyak tujuh fraksi dari 10 perpol berbeda yang berkantor di gedung wakil rakyat, yakni Fraksi Demokrat dipimpin Ismail, Fraksi Gerindra dipimpin Rida’i sebagai ketua, Fraksi PKS dijabat Suyono, Fraksi PKB ditempati Khoirul Umam, serta Fraksi PPP yang dipercayakan kepada Achmadi.

Sementara dua fraksi lainnya yang merupakan fraksi parpol gabungan, masing-masing Fraksi Madani (Golkar, PBB dan Perindo) dijabat politisi Golkor, Achmad Tatang. Serta Fraksi PAN-NasDem yang dipercayakan untuk dijabat politisi muda NasDem, Hamidi.

Hingga saat ini, lebih dari satu bulan para wakil rakyat belum bisa melaksanakan tugas secara maksimal akibat kosongnya sektor pimpinan dari PPP. Padahal mereka sudah dilantik di Mandhepa Agung Ronggosukowati, sejak Rabu (21/8/2019) lalu. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar