Minggu, 23 September 2018

Lembaran Baru PKB di Pilkada Pamekasan 2018

Selasa, 10 Juli 2018 13:50:09 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Lembaran Baru PKB di Pilkada Pamekasan 2018

Momentum pilkada serentak 2018 di Pamekasan, menciptakan catatan baru sekaligus menghilangkan mitos bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tidak pernah menang saat mendelegasikan kandidat mereka dalam kontestasi pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Bahkan dalam satu dekade terakhir, khususnya dalam proses pemilihan bupati dan wakil bupati Pamekasan. Partai berlogo globe dan bintang sembilan tersebut selalu gagal mengantar pasangan kandidat yang mereka usung, terlebih dalam pelaksanaan pilkada langsung.

Berdasar data yang dihimpun beritajatim.com, tercatat sebanyak dua kali PKB selalu gagal mengantarkan pasangan kandidat yang mereka usung pada pelaksanaan pilkada Pamekasan. Pertama pasangan Dwiatmo Hadiyanto dan Supriyadi pada 2008, disusul pasangan KH Kholilurrahman dan Marduki pada 2013 lalu.

Dua pasang kandidat yang mereka usung selalu mentok pada tahapan kontestasi tanpa sekalipun mampu mengantarkan pasangan kandidat melenggang ke Pendopo Ronggosukowati yang menjadi tempat sakral di jajaran pemerintahan di Pamekasan.

Ironisnya mereka justru selalu kalah dari partai yang memiliki basis massa yang massif, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang didukung sebagian besar ulama pilar di Pamekasan. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa pilkada Pamekasan tidak bisa dilepaskan dari peran serta ulama dan tokoh masyarakat, atau bahkan hingga komunitas blater.

Namun kali ini, yakni pada momentum pilkada serentak 2018. PKB mampu memutus rentetan mitos dan raihan minor dalam pelaksanaan pilkada kabupaten, pasangan Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur) yang mereka usung bersama tiga parpol koalisi (PAN, Gerindra dan PKS) sukses mengungguli pasangan Kholilurrahman dan Fathor Rohman (Kholifah) yang diusung PPP bersama Demokrat, Golkar dan NasDem.

Keunggulan pasangan kandidat yang diusung PKB bersama parpol koalisi berdasar hasil rekapitulasi manual atau real qount KPU Pamekasan yang digelar di Gedung PKP RI Jl Kemuning, Kamis (5/7/2018) lalu. Dimana pasangan Berbaur yang mereka usung mampu mengumpulkan sebanyak 257.738 suara, sedangkan pasangan Kholifah mendapat sebanyak 228.596 suara.

Dengan raihan tersebut, pasangan Berbaur unggul selisih sebanyak 29.142 suara dari pasangan Kholifah pada pelaksanaan pilkada serentak yang digelar Rabu (27/6/2018) lalu. Jumlah tersebut meliputi sebanyak 486.334 suara sah, serta sebanyak 12.744 suara tidak sah dari jumlah total sebanyak 499.078 suara yang melibatkan sebanyak 680.392 orang yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Jumlah DPT tersebut meliputi sebanyak 328.430 pemilih laki-laki, serta sebanyak 351.962 pemilih perempuan yang tersebar di 1.583 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan.

Menyikapi hal itu, Ketua DPC PKB Pamekasan Ali Wafa Subki menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang dianggapnya sangat luar biasa. Terlebih selama ini partai yang dipimpinnya selalu gagal dalam mengusung kandidat dalam perhelatan pilkada, khususnya dalam satu dekade terakhir.

"Memang kami akui, dari dulu (2008) kami belum pernah berhasil mengantarkan pasangan kandidat yang kami usung melenggang ke pendopo. Pak Dwi (Dwiatmo Hadiyanto) dan Kiai Kholil (Kholilurrahman) yang kami usung kalah, baru kali ini kami bisa mengantarkan pasangan kami (Berbaur) memenangkan kontestasi pilkada Pamekasan," kata Ali Wafa Subki kepada beritajatim.com, Selasa (10/7/2018).

Dari itu pihaknya berharap pasangan Berbaur yang mereka usung nantinya bisa membawa perubahan lebih baik bagi Pamekasan. "Kemenangan ini merupakan keinginan masyarakat Pamekasan, kemenangan masyarakat Pamekasan. Sebab kami menilai masyarakat betul-betul menginginkan perubahan berbagai sektor ke arah yang lebih baik," ungkapnya.

"Kami bersyukur kemenangan ini terjadi di kepengurusan yang kami pimpin, bersamaan dengan kehendak Allah untuk memenangkan pasangan calon yang kami usung. Semua juga tidak lepas dari jerih payah dan upaya semua pihak pendukung hingga simpatisan Berbaur, ulama, tokoh, pendukung, simpatisan hingga partai pendukung," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Berbaur.

Tidak terkecuali juga bagi jajaran fungsionaris parpol koalisi yang berjuang ekstra keras untuk memenangkan pasangan yang mereka usung. "Tak kalah penting juga dukungan dari jajaran pengurus parpol koalisi, mulai dari tingkat cabang hingga jajaran bawah. Alhamdulillah (kemenangan) ini capaian yang sungguh luar biasa," pungkasnya. [pin/but]

Tag : pilkada

Komentar

?>