Sabtu, 17 Nopember 2018

Real Madrid Dahulu, Spanyol Kemudian

Jum'at, 15 Juni 2018 21:40:07 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Real Madrid Dahulu, Spanyol Kemudian
La Vanguardia

Awalnya adalah sebuah pengumuman. Julen Lopetegui akan mengambil alih kursi manajerial Real Madrid setelah Piala Dunia 2018 berakhir. Dia menggantikan Zinedine Zidane, legenda Prancis yang sukses membawa Madrid tiga kali menjuarai Piala Champions dan dua kali menjuarai Piala Dunia Antarklub.

Lopetegui adalah pelatih tim nasional Spanyol. Pengumuman ini direspons cepat oleh Federasi Sepak Bola Spanyol. Dua hari jelang pertandingan melawan Portugal, Sabtu (16/6/2018), Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol Luis Rubiales menunjuk mantan kapten tim nasional Fernando Hierro untuk menangani tim tersebut.

Rubiales mengatakan, hanya memikirkan yang terbaik untuk Federasi Sepak Bola Spanyol dan tim nasional. "Mulai siang ini, kita semua akan bersama-sama dalam arah yang sama," katanya.

Rubiales merasa posisi federasi yang dipimpinnya tengah diremehkan oleh Lopetegui dan klub tersukses di Spanyol itu. Dia tak mempersoalkan Lopetegui bernegosiasi dengan Madrid. Namun ia tak bisa memaklumi jika federasi baru tahu soal itu lima menit sebelum Madrid mengumumkan secara formal.

Ini kondisi sulit bagi Rubiales yang baru kurang dari sebulan terpilih menjadi presiden federasi. Dia sudah meminta agar pengumuman tersebut ditunda. Namun permintaan itu diabaikan. Lopetegui juga tak bisa dihubungi.

Kemarahan Rubiales pecah. Ulah Madrid dan Lopetegui membuatnya diperlakukan tak ubahnya Don Quixote, orang majenun yang menjadi bahan tertawaan dalam novel Cervantes. Ini masalah etika. "Tim nasional milik semua orang dan kami harus mengirimkan pesan terang-benderang kepada semua yang bekerja di federasi, bahwa ada etika di sini," katanya.

Lopetegui dikontrak Spanyol sejak 21 Juli 2016. Sejak pertama hingga jelang pemecatannya, Spanyol tak pernah terkalahkan dalam 20 pertandingan resmi dan persahabatan. Lopetegui yang suka menggunakan formasi 4-3-3 ofensif ini berhasil mencetak 14 kemenangan dan enam hasil imbang.

Tak heran jika mantan pemain tim nasional Spanyol dan Liverpool, Xabi Alonso, memuji kinerja Lopetegui. "Dia dengan sangat jernih mampu mejelaskan apa yang diinginkannya kepada para pemain. Ini esensial, karena jika Anda tak bisa melakukannya, kemungkinan sasaran yang ingin digapai tak akan tercapai," katanya.

Lopetegui juga melanjutkan 'ideologi' sepak bola Spanyol yang berhasil mendaratkan Piala Eropa 2008 dan 2012 dan Piala Dunia 2010 ke negara itu: mengendalikan pertandingan, memainkan operan, dan tidak langsung menusuk pertahanan lawan. Dia juga fleksibel dan cepat beradaptasi ketika menghadapi lawan yang berbeda.

Intrik yang dialami tim nasional Spanyol adalah bagian dari kisah dominasi Real Madrid di negeri itu selama puluhan bahkan ratusan tahun. Bukan rahasia lagi, jika secara politik, Madrid adalah klub 'anak papa'. Jenderal Franco, pemimpin ultranasionalis Spanyol, menggunakan semua cara untuk memenangkan Madrid pada masa silam.

Real Madrid adalah simbol kemapanan. Sekitar 85 persen fans Barcelona percaya bahwa Rezim Franco secara sistematis menghalangi Barca juara. Mantan pelatih Barcelona, Louis van Gaal, menyebut sukses Madrid di kejuaraan Eropa berkat andil Franco. "Rezim menggunakan olahraga untuk menegaskan kuasanya: itulah kenapa Real Madrid menang," kata Mantan Menteri Kebudayaan Katalan Jordi Vilajoana, sebagaimana dikutip Sid Lowe dalam buku Fear and Loathing in La Liga.

Madrid adalah Spanyol. Presiden Madrid Santiago Bernabeu memiliki kuasa yang tak kalah dengan pemimpin negara. Suatu ketika ia menggunakan pengaruhnya untuk mengintervensi pemerintah komunis Hungaria agar bintang Barcelona Laszlo Kubala bisa menjenguk sang ibunda yang diasingkan.

Dengan jejak sejarah panjang seperti itu, mentalitas penguasa Real Madrid membekas dan membuat pengurus klub itu merasa bisa berbuat semau mereka, termasuk memangkas begitu saja kewenangan Rubiales. Para petinggi Madrid seolah tak peduli dengan apa yang terjadi pada tim nasional. Ini seperti kata pepatah: berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian, Real Madrid dahulu, kepentingan timnas kemudian.

Respons Rubiales juga luar biasa. Ini tak ubahnya seni berperang. Dengan memecat Lopetegui, Rubiales mengembalikan tatanan dan menunjukkan: tidak ada yang lebih berkuasa daripada federasi. Namun ia juga harus berhitung agar tak menimbulkan guncangan terlampau besar. Bagaimana pun, skuat Spanyol didominasi pemain Madrid selain Barcelona. Tercatat ada enam pemain Madrid yang memperkuat skuat Piala Dunia 2018, terbanyak saat ini dan memiliki peran vital. Kapten tim Spanyol Sergio Ramos adalah kapten Madrid.

Maka keputusan memilih Hierro bukannya sesuatu yang kebetulan. Hierro saat ini Direktur Olahraga di federasi dan salah satu legenda Madrid. Hadirnya Hierro diharapkan bisa menjaga stabilitas tim. Terlalu mepet waktu bagi Hierro untuk menyuntikkan filosofi taktik bermainnya. Satu-satunya yang realistis adalah membiarkan para pemain tetap bermain di bawah pendar cahaya taktikal Lopetegui dengan jaminan stabilitas dari Hierro.

Hierro sendiri menyebut ini tantangan. "Kami punya peluang hebat dan seharusnya berfokus. Pesan dari tim fantastik. Jika saya tidak yakin dengan aspirasi kami, saya tak akan di sini," katanya. [wir]

Tag : piala dunia

Komentar

?>