Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Sorotan dan Prediksi Grup H Piala Dunia 2018

Pertarungan Berimbang Empat Penjuru Mata Angin

Rabu, 13 Juni 2018 02:51:01 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Pertarungan Berimbang Empat Penjuru Mata Angin
foto: fifa.com

Juara grup: Polandia

Runner-up grup: Kolombia

Inilah grup yang paling berimbang dan boleh jadi dianggap sebelah mata karena komposisi pesertanya. Grup H terdiri atas empat negara yang masing-masing mewakili empat benua: Polandia (Eropa), Jepang (Asia), Kolombia (Amerika), dan Senegal (Afrika). Kekuatan mereka juga relatif berimbang, kendati Polandia adalah unggulan.

Polandia diasuh Adam Nawalka yang cenderung menyukai formasi 4-4-2. Di setiap lini, Polandia memiliki pemain inti dan pelapis komplet. Ada dua penjaga gawang yang bermain untuk liga besar Eropa: Wojciech Szczesny (Juventus) dan Lukasz Fabianski (Swansea).

Di barisan belakang, ada Kamil Glik (Monaco), Jan Bednarek (Southampton), Lukasz Piszczek (Borussia Dortmund). Barisan tengah diisi gelandang sentral muda Napoli, Piotr Zielinski, dan Karol Linetty dari Sampdoria. Grzegorz Krychowiak yang bermain untuk West Bromwich menjadi ‘tukang angkut air’ yang merusak alur serangan lawan.

Di sektor serangan, Robert Lewandowski tak perlu diragukan lagi dan sudah mengemas 52 gol selama memperkuat tim nasional. Dia memiliki semua kombinasi yang dibutuhkan Polandia untuk menumpuk pundi-pundi gol: pandai mencari ruang, siap beradu fisik dengan bek mana pun, memiliki kecepatan kaki dan visi, serta kemampuan menghubungkan antarlini dalam permainan. Saat ditekan, Lewandowski bukan tipe striker yang mudah jatuh. Dia akan memilih mencari ruang tembak sesempit apapun. Di bawah bimbingan Nawalka, Lewandowski menemukan aspek lain permainannya yang hilang selama bersama tim nasional Polandia: kepercayaan diri menjadi seorang pemimpin.

Nawalka menanamkan patriotisme kepada seluruh pemain. Kepentingan nasional di atas pribadi. Dia pernah bermain untuk Polandia dalam Piala Dunia 1978. Dia pelan-pelan mengubah filosofi Polandia yang cenderung bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat menjadi lebih variatif. Nawalka belajar dari Piala Eropa 2016, bahwa gol yang berasal dari serangan balik terbuka turun menjadi 23 persen dari semula 46 persen pada Piala Eropa 2008. Tim yang mengandalkan serangan balik harus bersiap untuk mendapatkan serangan balik juga.

Apalagi, Polandia bakal berhadapan dengan Senegal saat ini memang dipenuhi pemain-pemain muda berbakat, namun masih minim pengalaman. Pelatih Aliou Cisse adalah kapten tim Senegal yang sukses menembus perempat final Piala Dunia 2002. Dia tahu, bahwa untuk sukses, Senegal harus bermain alamiah layaknya tim-tim Afrika yang gagah berani. Mereka harus bermain tanpa beban tanpa memikirkan hasil akhir. Cisse menekankan agar para pemain menikmati sepak bola dan tidak terlalu memedulikan apa kata dunia. 

Cisse memiliki mentalitas ofensif dengan formasi 4-3-3 dan Senegal punya modal untuk menyentak lawan-lawan di Grup H. Mereka punya bek tengah Kalidou Koulibaly yang menjadi andalan Napoli di Serie A. Sementara barisan tengah diperkuat gelandang bertahan Cheikhou Kouyaté dan dua bek sentral Idrissa Gueye dan Badou Ndiaye. Ketiganya ditempa persaingan Liga Primer Inggris.

Dari sisi sayap, Sadio Mané dan Keita Baldé akan menjadi ancaman saat menerobos masuk ke dalam kotak pertahanan lawan. Mereka punya opsi yang sama-sama bagus: tembak atau umpan. Mereka juga bisa membuka ruang bagi Ismaïla Sarr dan M'Baye Niang yang berposisi sebagai penyerang tengah. Di posisi depan ini juga, Senegal punya Mame Diouf (Stoke).

Kolombia juga datang dengan kombinasi pemain muda dan matang. Pelatih Jose Nestor Pekerman adalah sosok cerdas yang fleksibel meramu formasi 4-2-3-1, 3-5-2, atau 4-2-2-2. Apapun formasinya, peran dua pemain sayap, Juan Cuadrado di kanan dan Jose Izquierdo di kiri bakal signifikan. Kemampuan Cuadrado melakukan operan, umpan silang dan umpan kunci terbilang sangat kuat. 

Area tengah bakal kokoh dengan James Rodriguez, gelandang serang yang bermain untuk Bayern Munchen, dan gelandang bertahan Wilmar Barrios. Jangan lupa, Rodriguez adalah pencetak gol terbanyak dalam Piala Dunia 2014. Namun dia sejauh ini memiliki rekor bagus dalam memberikan assist di tim nasional, yakni 17 kali dalam 61 pertandingan. Tentu bakal menarik untuk dinanti bagaimana selain mencetak gol, ia juga memberikan operan matang untuk dilahap pemain-pemain depan macam Radamel Falcao, Luis Muriel, atau Carlos Bacca.  

Di barisan pertahanan, ada penjaga gawang Arsenal David Ospina. Selama tiga musim di London Merah, dia sudah bermain 25 permainan dan 10 clean sheets. Ada bek tengah berusia 21 tahun, Davinson Sánchez, yang bermain untuk Tottenham Hotspur, Yerry Mina (Barcelona), dan bek AC Milan Cristian Zapata. Di sisi kanan, ada pemain PSV Eindhoven, Santiago Arias. 

Mina bakal di bawah lampu sorot. Dia sudah terbiasa menghadapi tantangan besar bersama Barcelona. Pemain kidal ini memiliki kecepatan, teknik bagus, dan tongkrongan yang meyakinkan saat bertahan. Para pendukung Kolombia tak perlu cemas dengan serangan dari bola-bola atas, karena Mina memiliki kemampuan menghalaunya.

Sementara itu, Vahid Halilhodzic akan membawa Jepang dengan percaya diri memainkan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang agak defensif. Tentu saja, semua rencana tersebut harus menyesuaikan dengan kondisi pemain. Halihodzic percaya dengan bakat dan kemauan para pemain Jepang untuk bekerja keras. Pasukan Samurai Biru memiliki sederet pemain yang bisa mencetak gol dari sejumlah posisi mulai dari belakang, tengah, hingga depan.

Di barisan tengah, gelandang serang Borussia Dortmund Shinji Kagawa sudah mengemas 29 gol dari 90 pertandingan. Jepang juga memiliki Keisuke Honda yang sudah mencatatkan 36 gol dalam 94 pertandingan. Halihodzic menyebutnya sebagai salah satu eksekutor terbaik Jepang, pencetak gol sekaligus pengumpan terbaik. Barisan depan Jepang juga tak kalah tajamnya dengan kehadiran Shinji Okazaki, pemain yang sudah mencetak 50 gol untuk tim nasional dalam 112 penampilan.

Kendati memiliki sekian pemain yang siap mencetak gol, Halilhodzic memilih lebih defensif dengan menggunakan dua pemain bertahan di belakang tiga gelandang serang. Taktik defensif ini juga digunakannya bersama Aljazair. Dia menggunakan taktik counterpress. Begitu kehilangan bola, para pemain gelandang depan harus merebut bola secepat mungkin. Teorinya, dua pemain menekan, memangkas alur serangan, dan pemain yang lain menutup pergerakan pemain lawan lain yang berpotensi mendapat operan.

Halilhodzic berharap bisa menggunakan resep yang sukses membawa Aljazair menembus 16 Besar Piala Dunia 2014 di Brazil. untuk Jepang. Dengan komposisi berimbang di Grup H, cita-citanya memungkinkan untuk digapai. [wir]

Tag : piala dunia

Komentar

?>