Sabtu, 23 Juni 2018

Grup B Piala Dunia 2018

Jatah Matador dan Ronaldo

Rabu, 06 Juni 2018 00:01:02 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Jatah Matador dan Ronaldo
sumber foto: fifa.com

 

Prediksi

Juara: Spanyol

Runner-Up: Portugal

Sudahlah, mari kita jujur. Grup B akan menjadi jatah Spanyol dan Portugal. Dalam kondisi normal, Maroko dan Iran hanya akan jadi turis.

Setelah tragedi menyakitkan pada Piala Dunia 2014, Julen Lopetegui memiliki tugas mengembalikan reputasi Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2010. Lopetegui memiliki empat filosofi: menatap ke depan, komunikasi, menyesuaikan taktik dengan pemain, dan membangun generasi baru dengan mentalitas menang.

Lopetegui punya pekerjaan rumah memadukan pemain-pemain muda dan lawas. Pemain-pemain veteran dari generasi juara Eropa 2008 dan 2012, serta juara dunia 2010 seperti Gerard Pique, Sergio Ramos, Andres Iniesta, David Silva masih tetap dibutuhkan untuk memelihara keseimbangan tim bersama para pemain muda seperti Asensio dan Aspas

Lopetegui menyukai formasi 4-3-3 yang ofensif. Namun, ia bersikukuh, bahwa Spanyol tidak bisa memainkan gaya yang sama dengan Del Bosque saat meraih trofi Eropa dan dunia. Kegagalan tragis di Piala Dunia 2014 mengajarkan bahwa tidak ada yang statis dalam sepak bola. Apalagi tim yang menjadi juara Piala Dunia delapan tahun silam dengan saat ini praktis berbeda. 

Lolos kualifikasi, menurutnya, bukan jaminan kesuksesan di Rusia. Lopetegui senantiasa berkomunikasi dengan para pemainnya untuk menanamkan filosofi taktis. Dia merasa beruntung karena skuat Spanyol dihuni pemain-pemain yang berpengalaman mengangkat trofi di level klub. Sebagian dalam usia emas. Ini akan memudahkan pembentukan mentalitas juara yang dibutuhkan tim. Mentalitas ini penting agar pemain bisa merespons dan beradaptasi dengan situasi yang berbeda dari setiap pertandingan, terutama saat menghadapi Portugal yang datang dengan predikat juara Eropa 2016.

Sepanjang sejarah, Portugal lebih banyak mengalami kekalahan daripada menikmati kemenangan saat bertemu Spanyol. Namun sepak bola bukan hanya statistik sejarah, walau pelatih Portugal Fernando Santos sendiri menyebut Spanyol sebagai salah satu calon kuat juara dunia.

“Jerman, Spanyol, Brazil, Prancis, dan Argentina adalah kandidat juara dunia. Portugal tidak masuk hitungan favorit, tapi kami selalu dapat bersaing,” kata Cristiano Ronaldo, bintang Portugal yang bermain untuk klub Real Madrid. Rusia kemungkinan besar adalah piala dunia terakhir Ronaldo. Tahun ini usianya 33 tahun. Dia masih menjadi pemain paling produktif di timnas dengan 79 gol dalam 147 pertandingan. Tapi siapa yang bisa menipu usia?

Dengan formasi 4-4-2, Santos membangun sebuah tim dengan menjadikan Ronaldo sebagai sentral. Ronaldo bisa dipastikan akan menarik ekstra perhatian pemain lawan. Orang sering terkelabui bahwa ini ‘One Man Team’ atau ‘Ronaldo Team’. Tapi dua tahun lalu, pelatih Wales Chris Coleman sudah membaca bahwa bicara soal Portugal tak selalu bicara soal Ronaldo. “Mereka punya kebersamaan, sistem bermain yang bagus, dan konsisten menjalankan rencana di atas lapangan,” katanya.

Kendati demikian Santos tetap memandang Iran dan Maroko sebagai tim yang berpotensi bikin kejutan. Dia tidak tahu banyak soal Maroko. Sementara Iran dilatih pelatih asal Portugal, Carlos Queiroz. “Kami tahu sama tahu,” katanya.

Queiroz bukan nama main-main di dunia sepak Dia punya reputasi bagus: dua kali juara Piala Dunia U20 bersama Portugal, sekali juara Piala Super Spanyol bersama real Madrid, sekali juara Piala Portugal dan Piala Super bersama Sporting.

Queiroz melihat pertandingan melawan Portugal sebagai sebuah peluang untuk menang. Iran punya modal: tampil luar biasa di babak kualifikasi Zona Asia. Mereka punya modal pemain-pemain yang berlaga di Eropa. Sayap kanan yang bermain untuk AZ Alkmaar di Liga Belanda, Alireza Jahanbakhsh, layak dinanti bersama penyerang tengah yang bermain untuk klub Liga Rusia Rubin Kazan, Sardar Azmoun. Azmoun sudah bermain di tim nasional sejak usia 19 tahun. Dia mengoleksi 22 gol dalam 30 pertandingan, dan bakal memenuhi skema formasi 4-2-3-1 yang disukai Queiroz. 

Queiroz juga masih punya stok dua penyerang yang bermain di Eropa, yakni Karim Ansarifard, penyerang tengah klub Yunani Olympiacos Piraeus, yang sudah mengemas 16 gol dari 58 pertandingan, dan Reza Ghoochannejhad, penyerang tengah klub Liga Belanda SC Heerenveen, yang sudah mencetak 17 gol untuk tim nasional dalam 39 pertandingan.

Materi pemain berpengalaman di liga Eropa juga dimiliki Maroko. Hervé Renard, juru taktik asal Prancis, menyukai formasi 4-3-3 ofensif. Di barisan belakang, dia bisa mengandalkan bek tengah yang saat ini bermain untuk Juventus, Medhi Benatia. Ada talenta muda yang berusia 19 tahun dan kini dikontrak Real Madrid: Achraf Hakimi. Selama bermain enam kali untuk tim nasional, dia sudah mencetak satu gol sebagai bek kanan. Opsi serangan dari lini tengah bisa diserahkan kepada gelandang serang asal Ajax Amsterdam Hakim Ziyech. Sejauh ini dari 13 penampilan bersama tim nasional, ia sudah mencetak tujuh gol. 

Renard meyakini semangat dan disiplin anak-anak Maroko bisa diandalkan saat menghadapi lawan yang lebih dominan. Filosofinya adakah penguasaan bola. Namun berhadapan dengan Portugal dan Spanyol tak menyisakan harapan untuk mengontrol bola selama mungkin. Maka satu-satunya jalan adalah beradaptasi. Spanyol dan Portugal bukan tim yang terdiri atas malaikat yang kalis dari kesalahan. Maka Renard bakal menginstruksikan timnya bermain penuh kesabaran dan mencari celah hingga lawan melakukan kesalahan sendiri untuk dieksploitasi. Serangan balik yang mematikan bisa bikin kerepotan lawan. [wir]

Tag : piala dunia

Komentar

?>