Kamis, 16 Agustus 2018

Menanti Lagu untuk Roberto Firmino

Sabtu, 02 Juni 2018 18:37:57 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Menanti Lagu untuk Roberto Firmino
foto: globoesporte.globo.com

Dalam sebuah wawancara dengan LFC TV, Manajer Liverpool Jurgen Klopp bertanya kenapa suporter hanya menyanyikan lagi untuk dua dari trisula klub, Mohamed Salah dan Sadio Mane, namun tak memiliki lagu untuk Roberto Firmino.

"Kita sudah punya lagu Bobby Firmino? Hanya chant 'Bobby Firmino', bukan? Itu bukan lagu, halo?"

Di mata Klopp, Firmino adalah salah satu pemain terpenting di Liverpool sekarang. Datang sebagai pemain bernomor punggung 11 dari klub Hoffenheim, Jerman, dia diperankan sebagai pemain depan yang bermain melebar di sayap oleh Brendan Rodgers, manajer Liverpool sebelumnya.

Tak mudah bagi Firmino untuk beradaptasi. Namun sejak Jurgen Klopp menggantikan Rodgers, transformasi terjadi. Firmino adalah striker komplet yang cocok dengan filosofi Gegenpressing atau kontra-pressing khas Klopp. Dia bermain sebagai false nine, ujung tombak yang tak hanya menunggu bola, tapi juga turun hingga jauh ke belakang, bertahan, merebut bola dari kaki lawan, dan memberikan assist untuk pemain lainnya.

Statistik tak berdusta. Dalam Liga Primer Inggris 2017-2018, Firmino adalah pencetak gol terbanyak ke-7 dengan 15 gol dan mencetak tujuh assists. Jumlah gol lebih berkembang dibandingkan musim 2015-2016 (10 gol) dan 2016-2017 (11 gol). Dalam tiga musim berjalan, dia sudah mencetak 36 gol di liga. Bandingkan dengan saat memperkuat Hoffenheim: dibutuhkan waktu lima musim kompetisi untuk mencetak 38 gol.

Di Liga Champions, Firmino mencetak 11 gol dan sembilan assist, termasuk dalam babak kualifikasi. Bersama Mo Salah dan Sadio Mane, dia menjadi bagian dari unit terserang tertajam di daratan Eropa. 

Dalam hal jumlah tembakan ke gawang lawan di Liga Inggris, Firmino masuk 10 besar dengan 84 kali tembakan, di mana 38 (45,23 persen) di antaranya tepat sasaran. Akurasinya lebih baik daripada Harry Kane (41,3 persen), ujung tombak Tottenham Hotspur dan timnas Inggris, yang memuncaki daftar penembak terbanyak di Liga Inggris musim 2017-2018.

Dengan catatan menakjubkan seperti itu, tak heran jika Klopp heran dengan pandangan minor orang kepada Firmino. "Orang bilang dia tidak mencetak cukup banyak gol. Lho, Firmino pemain terbaik tanpa mencetak gol dengan bagaimana bagusnya dia membaca permainan yang menguntungkan pemain lainnya."

Menurut Klopp, Firmino memainkan bola cerdas dan berlari membuka ruang untuk mencetak gol tanpa harus mencetak gol sendiri. Firmino adalah manipulator ruang yang bergerak terus-menerus. Musim 2016-2017, dia menciptakan 76 peluang, lebih bagus daripada kombinasi Cristiano Ronaldo dan Robert Lewandowski (30 peluang). Dia memang diremehkan, namun jelas sosok ujung tombak modern yang lengkap yang dibutuhkan Brasil.

Gegenpressing mewajibkan Liverpool bertahan sebagai satu unit, dan artinya pertahanan harus dimulai sejak zona pertahanan lawan dan dilakukan pemain depan. Dalam urusan ini, statistik Firmino terhitung bagus: 65 kali melakukan tekel (terbanyak kedua di Liverpool melebihi semua pemain tengah dan belakang kecuali Emre Can) dan 18 kali melakukan intersep (sama banyaknya dengan bek tengah Virgil Van Dijk). 

Catatan ini menunjukkan bagaimana dia tidak bersantai menanti bola dan bersedia bekerja turun hingga ke belakang untuk merebut bola dari kaki lawan. Rajinnya Firmino bergerak dan mencari bola sangat menguntungkan bagi Salah dan Mane yang secara defensif lebih lemah.

Pasangan sejatinya sebenarnya Philipe Coutinho. Selama tiga musim bersama di Liverpool, mereka memiliki kedekatan dan nyaris telepatik. Coutinho seperti bisa tahu ke mana Firmino akan bergerak, sehingga bola pun diarahkan dengan tepat. Relasi seperti ini tentu saja akan menguntungkan Brasil dalam Piala Dunia jika keduanya sama-sama dimainkan.

Salah satu keistimewaan Firmino adalah kemampuan mengendalikan ego sebagai seorang striker. Karakter seperti ini menjadi penting saat bermain untuk timnas Brasil dalam Piala Dunia 2018, mengingat di sana ada Neymar sang superstar, pemain termahal di muka bumi saat ini.

Firmino hanya didapuk sebagai second striker atau ujung tombak kedua yang bisa bermain agak di belakang ujung tombak utama. Dia tentu tak akan keberatan menjadi ‘pelayan’ Neymar yang sesekali bisa mengeksekusi peluang sendiri saat kesempatan terbuka lebar. Dia memiliki etos kerja bagus dan tak merasa perlu berada di bawah sorotan lampu panggung. 

Namun lupakan saja cibiran tak adil itu. "Saya pikir dia pantas mendapatkan lagu sendiri juga. Saya pesan sebuah lagu untuk Bobby," kata Klopp.

Kita tunggu lagu untuk Firmino pada musim berikutnya. Ataukah dia tetap menjadi 'unsung hero'. [wir]

Tag : sepakbola

Komentar

?>