Senin, 22 Oktober 2018

H Ipong Muchlissoni akan Dipanggil Pulang?

Sabtu, 06 Januari 2018 13:10:49 WIB
Reporter : Ainur Rohim
H Ipong Muchlissoni akan Dipanggil Pulang?
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. [Foto: antok/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Namanya sempat meroket lalu meredup kembali. H Ipong Muchlissoni, Bupati Ponorogo disebut- sebut kembali namanya bakal masuk dalam bursa pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

Dikabarkan dia akan dipasangkan dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), setelah Abdullah Azwar Anas mengundurkan diri akibat diterpa isu tak sedap.

Siapa sebenarnya Ipong? Masuk ke bursa Pilkada Kabupaten Ponorogo pada 2015 lalu, Ipong berpasangan dengan Soedjarno, berhasil mengandaskan harapan politik M Amin, bupati incumbant.

Kendati Ipong lama merantau dan berkarir di Kaltim sebagai pengusaha dan politikus, namun namanya cepat menancap di hati pemilih Ponorogo pada pilkada. Sehingga dia memenangkan kontestasi Pilkada Ponorogo dengan suara cukup meyakinkan.

Di Pilkada Ponorogo, Ipong didukung Partai Gerindra dan sejumlah partai lain. Saat itu, dia masih menjabat ketua DPD Partai Gerindra Kaltim.

Politikus kelahiran Lamongan, Jatim, 29 April 1967 itu memiliki nasab Lamongan dan Ponorogo, dua wilayah di Jatim yang memiliki kultur Santri (Tradisional dan Modernis) dan Abangan relatif seimbang. Orang tua Ipong berasal dari kedua daerah itu. Dia menjabat sebagai Bupati Ponorogo periode 2016-2021. Ia menggantikan M Amin yang berakhir masa jabatannya pada 2015.

Sebelum bertarung di pilkada Ponorogo, Ipong pernah merasakan pahitnya 'kemenangan yang tertunda' di Pilgub Kaltim dan Pilkada Kota Samarinda. Di dua kontestasi politik secara langsung itu, Ipong belum bernasib mujur. Dia kalah.

Namun demikian, fighting spiritnya bertarung di jagat politik tak pernah surut. Pada Pilkada 2015, dia mencari medan pertarungan politiknya dari Kaltim ke Jatim, tepatnya di Kabupaten Ponorogo. Di daerah yang terkenal dengan seni Reyognya ini, Ipong mencoba sekali lagi mengadu peruntungan di ladang politik. Dia bertarung di Pilkada Ponorogo 2015. Hasil akhirnya: menang.

Tak lama memegang jabatan di Ponorogo, namanya mulai dilirik untuk masuk di Pilgub Jatim 2018. Publik tahu Ipong bukan sekadar bupati, pengusaha, dan politikus. Ipong sekaligus seorang petarung politik. Plus minus, karakter politik Ipong agak mirip dengan Khofifah Indar Parawansa.

Dalam perspektif politik aliran di Jatim sebagaimana diformulasikan Glifford Geertz, Ipong, Emil Elistianto Dardak (Bupati Trenggalek), dan Kanang Budi Sulistyo (Bupati Ngawi) dinilai sebagai figur yang merepresentasikan kekuatan Mataraman: satu tlatah kultural-politik di Jatim yang mesti dipertimbangkan dalam agenda demokrasi elektoral selain tlatah Tapal Kuda, Arek, dan Pendalungan. Ipong itu adalah salah satu wakil wilayah dan kultur Mataraman di Pilgub Jatim 2018.

Akankah Ipong masuk bursa Pilgub Jatim 2018 dan disandingkan dengan Gus Ipul? Jika jawabannya 'ya', realitas politik ini bukan fenomena mengejutkan. Kenapa? Sebab, Ipong hakikatnya 'orang lama' PKB yang sempat pergi ke Partai Gerindra dan memimpin partai besutan Prabowo Subianto di Kaltim. Perginya Ipong dari PKB, karena partai ini sempat diterpa prahara perpecahan politik berseri-seri.

Ipong, politikus-pengusaha, yang sempat menjalani masa pendidikan dasar di Lamongan, SMP Negeri 1 Babat (lulus 1982) dan SMA Negeri 1 Lamongan (lulus 1985), setelah itu ia hijrah ke Pulau Kalimantan, tepatnya di Kota Samarinda dan masuk ke Universitas Mulawarman (lulus 1990).

Di PKB Ipong bukan sekadar anggota, apalagi simpatisan partai, yang lebih banyak tepuk tangan dibanding menghandle manajemen dan memikirkan partai. PKB adalah rumah politik yang pertama kali dia terjuni. Di DPW PKB Kaltim, Ipong sempat wakil ketua (1999), sekretaris (1999-2001), dan ketua (2003-2013). Ia juga merupakan anggota DPRD Kaltim periode 1999-2004 dan 2004-2009. Ketika PKB dirundung prahara politik, Ipong berlabuh ke Partai Gerindra dan jadi ketua DPD Kaltim sejak 2013.

Politik itu seperti kulit bundar di lapangan sepakbola. Dr Alfian, pengamat politik ternama dari LIPI, menyebutkan, politik seperti gelang karet. Kadang mengembang dan kadang mengkerut. Ipong, politikus yang pertama kali meniti karir politik di PKB dan kini menjabat Bupati Ponorogo, tak menutup kemungkinan bakal dipanggil kembali dan diminta pulang ke 'rumah lamanya'.

Di fase injury time menjelang pendaftaran pasangan cagub- cawagub Pilgub Jatim 2018, nama Ipong disebut-sebut kembali. Ada kabar menyebutkan, dia bakal disandingkan dengan Gus Ipul, politikus karir yang memiliki 'darah biru' trah NU dan 10 tahun mendampingi Soekarwo sebagai wakil gubernur Jatim, sebagai pasangan cagub-cawagub yang didukung dan diusung PKB.

Terwujudkah pasangan Gus Ipul-IPong (GI-IPong)? Hanya Allah SWT yang tahu secara pasti. Jika Gus Ipul-Ipong jadi berpasangan di Pilgub Jatim 2018, fakta politik ini tak membutuhkan tempo lama untuk melakukan chemistry politik dalam menapaki ranah politik yang penuh ranjau dan jebakan.

Dalam tubuh politik Ipong lama mengalir darah dan nafas PKB dan NU. Sama seperti Gus Ipul. Gus Ipul-Ipong merupakan sintesa politik yang menarik vis a vis Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.

Formula politik baku tentang potret kepemimpinan politik Jatim seharusnya merepresentasikan figur Tapal Kuda dan Mataraman adalah kenyataan politik empiris yang mesti diperhatikan elite partai mana pun. [air]

Penulis adalah Penanggung Jawab beritajatim.com dan mahasiswa program Magister Ilmu Politik, FISIP, Unair Surabaya.

Tag : politik

Komentar

?>