Minggu, 22 Oktober 2017

PPP Pamekasan 'Krisis' Kader?

Jum'at, 08 September 2017 13:13:01 WIB
Reporter : Samsul Arifin
PPP Pamekasan 'Krisis' Kader?

DELAPAN dari jumlah figur yang mengambil formulir bakal cabup dan cawabup di Kantor DPC PPP Pamekasan Jl Bonorogo 92, hanya terdapat satu figur yang berasal dari kalangan internal partai.

Sosok figur internal tersebut, yakni Wazirul Jihad. Mantan Sekretaris DPC PPP Pamekasan periode sebelumnya mengambil formulir pada hari terakhir deadline proses pengambilan pendaftaran, Selasa (5/9/2017) kemarin.

Padahal sebelumnya santer dikabarkan, terdapat beberapa kader yang diperkirakan akan 'berangkat' dari partai berlogo Ka'bah. Terlebih partai tersebut merupakan partai besar sekaligus pemenang pemilu di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Dari beberapa sosok yang digadang-gadang memiliki potensi dan tingkat kapabilitas dan kapasitas mempuni. Di antaranya Wakil Bupati Pamekasan Halil, Ketua DPRD Pamekasan Halili, Ketua DPC PPP Pamekasan KH Mondhir Kholil, hingga nama Wazirul Jihad.

Namun hanya nama terakhir yang mengikuti deadline pengambilan formulir sekaligus 'mewakili' dari kalangan internal partai yang mengusung jargon 'Rumah Umat Islam'. Sementara lainnya 'urung' mengambil formulir dengan berbagai macam alasan berbeda.

PPP Pamekasan krisis kader? Tentu tidak.

Sebab PPP justru memiliki banyak kader kapasitas dan bahkan popularitas mempuni untuk bersaing pada momentum pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten, yakni pilkada serentak 2018 mendatang. Sekalipun hanya satu figur yang merealisasikan pengambilan formulir pendaftaran yang dibuka sejak Kamis (31/8/2017) lalu.

PPP Pamekasan memang memiliki kreteria dan cara tersendiri dalam penentuan berbagai kebijakan, bahkan juga tidak jarang bisa dikatagorikan 'berbeda' dengan pola penerapan kebijakan di daerah lain.

Saat ini hanya terdapat satu figur yang mengambil formulir, namun tidak menutup kemungkinan rekomendasi yang akan ditelurkan nantinya justru di luar mereka yang sudah mengambil formulir. Apalagi mayoritas di antara mereka belum satupun yang secara resmi mengembalikan formulir.

Memang terdapat nama-nama 'familiar' yang ikut berpartisipasi mengambil formulir, semisal Badrud Tamam, KH Kholilurrahman dan Rudi Susanto yang digadang-gadang bakal mencalonkan diri sebagai bupati Pamekasan.

Termasuk lima figur lain yang mengambil formulir untuk mendapatkan rekomendasi partai sebagai calon wakil bupati, masing-masing Herman Kusnadi, Roja'i, Samhari, Taufadi dan Wazirul Jihad.

Dari nama-nama tersebut semuanya memiliki potensi untuk mendapatkan rekomendasi dari PPP. Semisal Badrud Tamam sebagai sosok politisi muda yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur, KH Kholilurrahman yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI asal Dapil XI Madura.

Termasuk juga figur yang mengambil formulir sebagai bakal cawabup, Herman Kusnadi saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Pamekasan dan sebelumnya juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan di masa kepemimpinan KH Kholilurrahman.

Semua itu tentunya harus menunggu hingga deadline pengembalian formulir berakhir, Sabtu (9/9/2017) besok. Sehingga bisa diketahui secara pasti para figur yang benar-benar serius 'berharap' mendapatkan rekomendasi dari PPP.

Namun perlu diingat, PPP juga memiliki 'aturan alternatif' guna menjaring sekaligus memberangkatkan kader mereka untuk pilkada serentak 2018 mendatang. "Dalam regulasi lain juga diatur bahwa kader partai tidak harus mendaftar," kata salah satu internal PPP saat bincang-bincang bersama beritajatim.com.

"Jadi nanti para figur akan menyampaikan visi dan misi mereka di hadapan pengurus DPP, DPW, DPC hingga PAC dan Ranting. Tentunya juga di hadapan para kiai partai," ungkapnya.

Jadi, sedikit banyak bisa disimpulkan. Sekalipun hanya satu figur dari kalangan internal PPP Pamekasan yang mengambil formulir pendaftaran, tidak menutup kemungkinan nantinya akan mucul figur lain yang selama ini memang sudah dikenal. [pin/but]

Tag : pilkada

Komentar

?>