Minggu, 22 Oktober 2017

Jika Gus Ipul - Khofifah Bertarung, Inilah Penentu Kemenangannya

Jum'at, 01 September 2017 16:26:35 WIB
Reporter : Ribut Wijoto
Jika Gus Ipul - Khofifah Bertarung, Inilah Penentu Kemenangannya

PENDAFTARAN calon pasangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 kurang sekitar empat bulan lagi, yakni 31 Januari 2018 sampai 2 Februari 2018. Hingga saat sekarang, ada dua tokoh yang paling sering menghiasi percakapan masyarakat tentang pesta demokrasi lima tahunan itu. Termasuk pula 2 tokoh yang kerap merajai hasil survei. Keduanya adalah Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa.

Bagaimana gambaran kekuatannya bila Gus Ipul dan Khofifah benar-benar bertarung dalam ajang Pilgub Jatim 2018? Apakah faktor penentu kemenangannya? Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan itu melalui kajian latar belakang tokoh, latar belakang budaya masyarakat, dan perolehan suara dalam Pilgub Jatim 2013.

Gus Ipul dan Khofifah memiliki latar belakang yang sama, yaitu Nahdliyin. Keduanya adalah tokoh-tokoh penting dalam jajaran elit Nahdlatul Ulama. Selain sama-sama Nahdliyin, keduanya juga telah kenyang asam garam dunia politik dan birokrasi.

Kepiawaian Gus Ipul dalam ranah politik sudah tidak perlu diragukan lagi. Wakil Gubernur Jatim ini tercatat pernah berkiprah di PDI Perjuangan maupun PKB. Di masa pemerintahan Gus Dur –Megawati, Gus Ipul memangku posisi anggota DPR dari PDI Perjuangan. Masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Gus Ipul dipercaya menjabat sebagai Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal sejak Oktober 2004 hingga Mei 2007.

Pria kelahiran Pasuruan (28 Agustus 1964) ini sekarang menjabat posisi Wakil Ketua PBNU. Menjelang Pilgub Jatim 2018, beberapa waktu lalu, keturunan pendiri pondok pesantren Denanyar Jombang ini mendapat dukungan dari 21 kiai sepuh.

Kiprah Khofifah di dunia politik tidak kalah keren dari Gus Ipul. Menteri Sosial ini dikenal sebagai politikus yang ulet, visioner, pantang menyerah, dan bersifat amanah. Sejak era Reformasi, Khofifah lekat dengan sebutan tokoh pembaharuan.

Selama bertahun-tahun, Khofifah dipercaya memimpin Muslimat NU. Badan Otonom (Banom) NU ini sukses mengelola rumah sakit, sekolah, universitas, maupun beragam kegiatan di sektor ekonomi. Pengajian Muslimat NU juga berjalan lancar dari tingkat pusat sampai di pelosok desa terpencil.

Dalam dua kali pemilihan langsung Pilgub Jatim, Gus Ipul dan Khofifah selalu terlibat dalam pertarungan. Gus Ipul sukses memenangi keduanya dalam status sebagai pendamping Soekarwo (Pakde Karwo). Sedangkan Khofifah, walau kalah, perolehan suaranya hanya beda tipis. Pada Pilgub Jatim 2013 lalu, Khofifah berpasangan dengan Herman Surjadi Sumawiredja.

Beberapa kalangan menilai, jika benar maju dalam Pilgub Jatim 2018, Gus Ipul dan Khofifah bakal berebut kue yang sama, yakni suara dari kaum Nahdliyin. Penilaian itu cukup beralasan. Sebab, keduanya memang tokoh penting Nahdlatul Ulama. Data perolehan suara pada Pilgub Jatim 2013 lalu membuktikan pula kebenaran dari penilaian itu.

Tabel Perolehan Suara Pilgub Jatim 2013 untuk wilayah yang lekat dengan kaum Nahdliyin atau kultur santri:

No. Wilayah : Suara Gus Ipul - Suara Khofifah

1. Kab. Gresik : 208.507 - 267.741
2. Kab. Sidoarjo : 336.573 - 379.700
3. Kab. Jombang : 250.234 - 235.203
4. Kab. Tuban : 195.549 - 203.515
5. Kab. Lamongan : 225.996 - 283.473
6. Kab. Lumajang : 288.491 - 111.756
7. Kab. Probolinggo : 188.801 - 211.281
8. Kota Probolinggo : 52.277 - 50.744
9. Kab. Situbondo : 188.183 - 112.415
10. Kab. Jember : 313.141 - 476.654
11. Kab. Bondowoso : 203.846 - 101.654
12. Kab. Banyuwangi : 309.654 - 355.237
13. Kab. Sumenep : 162.591 - 171.278
14. Kab. Sampang : 279.670 - 138.171
15. Kab. Pamekasan : 163.743 - 166.440
16. Kab. Bangkalan : 246.771 - 169.000
17. Kota Pasuruan : 49.780 - 22.722
18. Kab. Pasuruan : 386.407 - 193.068

Dari tabel di atas, Gus Ipul dan Khofifah berbagi suara pemilih dari 18 wilayah yang lekat dengan kultur santri. Gus Ipul mendominasi perolehan suara di 9 wilayah, yaitu Jombang,  Lumajang, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Sampang, Bangkalan, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan.

Adapun Khofifah mendominasi perolehan suara di 9 wilayah yang lain. Terdiri dari Gresik, Sidoarjo, Tuban, Lamongan, Kabupaten Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Sumenep, dan Pamekasan.

Tabel Perolehan Suara Pilgub Jatim 2013 untuk wilayah yang lekat dengan kultur mataraman:

No. Wilayah : Suara Gus Ipul - Suara Khofifah

1. Kota Surabaya : 477.634 - 376.052
2. Kab. Mojokerto : 200.380 - 262.829
3. Kota Mojokerto : 31.085 - 29.758
4. Kota Malang : 173.925 - 102.612
5. Kab. Malang : 563.562 - 382.923
6. Kab. Batu : 51.651 - 30.765
7. Kab. Magetan : 236.108 - 67.233
8. Kab. Madiun : 248.779 - 73.826
9. Kota Madiun : 60.693 - 20.391
10. Kab. Kediri : 320.457 - 251.195
11. Kota Kediri : 79.273 - 44.891
12. Kab. Bojonegoro : 262.919 - 247.381
13. Kab. Ngawi : 196.144 - 115.226
14. Kab. Ponorogo : 249.299 - 131.094
15. Kab. Blitar : 187.788 - 237.679
16. Kota Blitar : 26.061 - 24.103
17. Kab. Pacitan : 202.517 - 43.910
18. Kab. Trenggalek : 137.409 - 117.817
19. Kab. Tulungagung : 184.701 - 156.608
20. Kab. Nganjuk : 247.263 - 156.186

Dari tabel di atas, Gus Ipul menang telak dengan menguasai 18 wilayah. Terdiri dari perolehan suara di Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kabupten Malang, Batu, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Bojonegoro, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, dan Kota Blitar. Adapun Khofifah hanya mampu mendominasi perolehan suara di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Blitar.

Merujuk pada hasil Pilgub Jatim 2013, kekuatan Gus Ipul dan Khofifah cukup imbang di wilayah yang lekat dengan kultur santri atau Nahdliyin. Sebaliknya, Gus Ipul unggul telak di wilayah mataraman.

Bisa jadi, keunggulan Gus Ipul di mataraman disebabkan faktor Pakde Karwo. Artinya, penentu kemenangan Gus Ipul dengan Khofifah dalam Pilgub Jatim 2013 ditentukan oleh pertarungan antara Pakde Karwo melawan Herman Surjadi. Dimana Pakde Karwo yang mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mampu meraup dukungan telak di wilayah mataraman.

Pada perhelatan Pilgub Jatim 2018 nanti, merujuk pada hasil Pilgub Jatim 2013, pemiliihan sosok calon wakil gubernur akan berperan penting dalam hasil pertarungan. Jika ingin menang, baik Gus Ipul maupun Khofifah dituntut untuk memilih pasangan yang benar-benar merepresentasikan kultur mataraman. Sosok pasangan yang mampu meraup suara besar di wilayah abangan.

Penilaian ini tentu saja hanya satu faktor dari beragam faktor lain yang bisa menentukan hasil dari Pilgub Jatim 2018. Sampai saat sekarang pun, Khofifah belum memastikan maju dalam pertarungan. Dia masih terikat dengan posisinya sebagai menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rentang empat bulan sebelum masa pendaftaran, peta elektabilitas kandidat juga masih sangat terbuka. Partai besar seperti PDI Perjuangan belum mengajukan calon. Sekadar diketahui, PDI P memiliki kader yang sangat populer, yaitu Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Jika Risma maju, sangat mungkin, peta elektabilitas bakal berubah.

Belum lagi nama-nama kandidat lain yang sampai sekarang masih tersimpan rapi alias belum diperkenalkan ke publik. Berkaca dari Pilgub DKI Jakarta, nama Anies Baswedan baru muncul sekitar satu bulan menjelang pendaftaran. Toh akhirnya justru Anies yang meraup suara terbanyak.

Segalanya masih mungkin terjadi. Gus Ipul dan Khofifah memiliki peluang menang, kandidat lain juga sama.  Pada akhirnya, warga Jawa Timur sendiri yang bakal menentukan siapa tokoh yang layak menjadi Gubernur menggantikan Pakde Karwo. [but]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>