Rabu, 22 Nopember 2017

Nasab, Nisab, dan Nasib Calon di Pilgub Jatim 2018

Jum'at, 21 Juli 2017 14:15:23 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Nasab, Nisab, dan Nasib Calon di Pilgub Jatim 2018
Ainur Rohim, Penanggung Jawab media online beritajatim.com

Siapa yang berpeluang masuk bursa pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018? Pendekatan politik demokratis menyebutkan, siapa saja yang memenuhi syarat sebagaimana digariskan undang- undang (UU) terkait hal ini bisa masuk. Itu rule of game yang lazim diaplikasikan di negara demokrasi.

Dalam praktek politik, ternyata tak sesederhana itu. Terutama di negara transisi demokrasi: dari demokrasi yang mengedepankan kepemimpinan tradisional-kharismatik ke level demokrasi dengan kepemimpinan rasional. Di tataran masyarakat yang belum 'lulus' demokrasinya, pola kepemimpinan tradisional-kharismatik masih jadi ideologi sebagian besar warganya saat memilih pemimpin.

Kepemimpinan politik tradisional bergerak secara vertikal, dari atas ke bawah, mengikuti garis keturunan (Nasab). Dalam konteks ini, siapa yang berpeluang masuk struktur kekuasaan bisa dilihat dari garis keturunannya, baik di sayap kelompok Islam maupun Nasionalis, dalam konteks politik praktis Indonesia.

Kendati di belahan dunia lain, seperti Arab Saudi, pola suksesi kepemimpinan yang dianut walau memakai gaya kepemimpinan tradisional yang bersandar pada garis nasab, tapi braekdown aplikasi politiknya bergerak horisontal atau menyamping. Bukan berjalan secara vertikal (atas ke bawah).

Raja Abdul Aziz Al Saud, pendiri Arab Saudi setelah wafat digantikan anaknya Raja Saud Bin Abdul Aziz. Raja Saud setelah meninggal dunia diganti saudaranya Raja Faisal Bin Abdul Aziz. Raja Faisal meninggal dunia karena ditembak kerabatnya dan diganti saudaranya Raja Khalid Bin Abdul Aziz. Raja Khalid meninggal dunia digantikan Raja Fahd Bin Abdul Aziz.

Ketika Raja Fahd mangkat, posisinya diganti saudara tirinya Raja Abdullah Bin Abdul Aziz. Raja Salman Bin Abdul Aziz yang jadi penguasa Arab Saudi sekarang merupakan saudara tiri Raja Abdullah dan saudara kandung Raja Fahd Bin Abdul Aziz.

Faktor garis nasab yang cukup kental di dunia politik itu ternyata jadi fenomena di Indonesia. Banyak tokoh dan pejabat politik sekarang merupakan keturunan dari tokoh politik dan sosial di era sebelumnya.

Di kalangan masyarakat Islam Tradisional (NU) di Jatim, misalnya, para keturunan kiai, terutama dari 3 pondok besar di Kabupaten Jombang: Tebuireng, Tambakberas, dan Denanyar, sangat dihormarti, sangat berwibawa, dan dipertimbangkan opportunity-nya di politik praktis.

Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wagub Jatim sekarang misalnya, masih memiliki garis nasab dengan pendiri Pondok Denanyar Jombang, KH Bisri Syansuri. Kiai Bisri yang asalnya dari Kabupaten Pati, Jateng adalah salah satu penggagas dan pendiri NU, selain KH Hasyim Asy'ari (Pondok Tebuireng Jombang) dan KH Wahab Chasbullah (Pondok Tambakberas Jombang).

Bagi pemilih komunitas Islam Tradisional, faktor nasab cagub- cawagub itu penting, terutama konstituen yang berada di kawasan Tapal Kuda dan Madura. Di kawasan ini jumlah konstituen pada Pilgub Jatim 2018 diperkirakan sebesar 10-12 juta pemilih. Jumlah pemilih pilgub secara keseluruhan di kisaran 32,3 juta.

Setidaknya ada 3 nama yang disebut-sebut berpeluang running sebagai cagub: Gus Ipul, Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), dan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya). Ketiganya memiliki latar nasab berbeda. Gus Ipul dari kalangan 'darah biru' sayap Islam Tradisional (NU). Khofifah (NU) dan Rismaharini (Nasionalis) dari kalangan warga biasa (Wong Cilik).

Di alam demokrasi seperti sekarang, ketiganya di mata demokrasi memiliki kans sama masuk dan bertarung di Pilgub Jatim. Faktor nasab calon bisa jadi nilai positif di mata konstituen yang masih menempatkan kepemimpinan tradisional-kharismatik sebagai model ideal memilih pemimpin. Bagi konstituen rasional, faktir garis nasab dinilai tak selalu penting dipertimbangkan dibanding program, visi, misi, dan isi pemikiran calon.

Faktor lain yang mesti dilihat selain nasab adalah nisab (Hitungan). Dalam konteks ini pengertian nisab adalah modal finansial, politik, dan sosial. Modal, terutama finansial, itu nilainya strategis. Tak mungkin cagub-cawagub bisa mengkonsolidasi dan menggalang suara tanpa modal finansial yang memadai.

Taruh kata, jika satu kabupaten/kota di Jatim membutuhkan anggaran penggalangan suara Rp 5 miliar, maka seorang cagub-cawagub dan tim suksesnya mesti menyediakan modal finansial minimal Rp 190 miliar.

Pilgub Jatim 2018 yang diikuti sekitar 32,3 juta membutuhkan 68 ribu unit tempat pemungutan suara (TPS). Masing-masing TPS ini pasti ada saksi dari masing-masing cagub-cawagub. Jika tiap saksi di TPS memperoleh honor Rp 100 ribu/hari, minimal anggaran yang disediakan cagub-cawagub dan tim sukses untuk urusan saksi saja sebesar Rp 6,8 miliar. Biaya saksi di TPS dan penggalangan suara di 38 kabupaten/kota saja hampir menyentuh Rp 200 miliar.

Nisab adalah hal penting lain dalam perspektif kontestasi politik secara langsung dan terbuka seperti Pilgub Jatim selain faktor nasab. Nasab dan nisab yang dikelola secara baik, yang diimbangi dengan kapasitas yang jempolan, kompetensi yang profesional, reputasi dan kredibilitas yang bersih, serta moralitas tangguh bisa melahirkan nasib mujur dan beruntung bagi cagub-cawagub.

Mengandalkan sekadar garis nasab semata, tanpa dibekali dengan nisab yang cukup, pada alam demokrasi langsung yang diwarnai banyak politik transaksional seperti sekarang, sulit sekali merebut kemenangan di satu kontestasi politik.

Sebab, politik transaksional yang banyak meruyak di masyarakat kita pasca rezim Orde Baru tumbang, sebenarnya bukan fenomena politik baru. Akar sejarah politik dan kulturalnya bisa kita runut di agenda pemilihan kepala desa (Pilkades) yang telah menyejarah ratusan tahun silam.

Garis nasab yang kuat, jelas dan akses nisab yang cukup jadi variabel penting bagi cagub-cawagub Jatim 2018. Selain tentu faktor satu ini: Garis tangan (suratan takdir) yang telah ditentukan Allah SWT. [air]

Penulis adalah Penanggung Jawab beritajatim.com

Tag : politik

Komentar

?>