Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Kisah Sodiq Monata, Dari Penjual Nasi Goreng Kini Dibayar Rp 75 Juta Per Jam

Kamis, 15 Nopember 2018 22:00:45 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Kisah Sodiq Monata, Dari Penjual Nasi Goreng Kini Dibayar Rp 75 Juta Per Jam

Malang (beritajatim.com) - Penggemar musik dangdut berirama koplo mungkin sudah tak asing dengan pria berambut gimbal yang satu ini.

Dialah, Sodiq. Pentolan grup orkes melayu (OM) Monata ini, akrab dipanggil Cak Sodiq Monata.

“Pengalaman pahit sudah saya telan semua. Kalau istilahnya sudah waktunya memanen. Semua itu harus saya syukuri dan Alhamdulillah,” kata Sodiq, mengawali pembicaraan jelang Anugerah Dangdut Indonesia (ADI) 2018, Kamis (15/11/2018).

“Tidak ada orang sukses tanpa kerja keras. Sebagai seorang seniman panggung, saya harus tampil beda. Sampeyan lihat sendiri tampilan saya beda kan,” kata Sodiq diselingi tawa.

Cak Sodiq, mengawali karir bermusiknya sebagai pengamen jalanan tahun 1996 silam. Menjual suara dari rumah ke rumah hingga bus antar kota, pernah dilakoni pria yang punya tahi lalat cukup besar di bagian pipi.

“Saya punya banyak uang, tapi biarin saja tahi lalat. Gak perlu dioperasi, karena seniman kan harus beda. Mending tampilan saya begini saja, apa adanya,” terang pemilik nama asli Sodiq Rifai itu.

Pria yang mengaku sudah berumur setengah abad lebih itu, mengisahkan, mengamen dari satu bus ke bus lain di tanah kelahirannya, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, menjadi titik balik karirnya.

Dua tahun mengamen, kisaran tahun 1998 Cak Sodiq mulai berani mengulak-alik lagu dan aransemen musik. Sampai pada kisaran tahun 2000, bersama OM Monata, Sodiq mulai memberanikan diri pentas dihadapan banyak orang.

“Mengamen sudah, jual nasi goreng pun pernah. Enak loh saya kalau buat nasi goreng. Kuli bangunan juga pernah, sembarang kalir tak lakoni waktu itu,” kenangnya.

Sodiq menyadari jika dirinya adalah seniman jalanan. “Saya bangga, saya seniman jalanan. Tapi Alhamdulillah masuk kategori Anugerah Dangdut Indonesia. Dari ngamen ke ngamen, kampung ke kampung, dari komplek ke komplek pernah saya jalani. Dulu saya tidak pernah diwawancarai seperti ini,” kata Cak Sodiq sambil terkekeh.

Pertama kali manggung, Cak sodiq pernah dibayar Rp.15 ribu. “Saya ini ratune wong melarat dulu. Gak onok wong sukses tanpa kerja keras. Dulu saya dibayar lima belas ribu. Tapi sekarang banyak, sekitar Rp.75 juta untuk satu jam,” papar Sodiq.

Nominal Rp.75 juta sekali manggung untuk durasi satu jam tersebut, masuk kantong Cak Sodiq pribadi. Sementara untuk seluruh crew OM Monata sekali pentas, nominalnya mencapai ratusan juta rupiah. Ditengah ketatnya persaingan blantika musik dangdut, Cak Sodiq pun berpesan. Penyanyi dangdut masa depan, harus menjauhi Narkoba jika tidak ingin terpuruk.

“Pesan saya untuk pedangdut masa depan yang harus dijaga, jauhi narkoba jika tidak ingin hidupmu hancur lebur,” tegasnya.

Sodiq menyakini, kesuksesan yang ia raih sebagai seniman saat ini buah dari kerja kerasnya puluhan tahun lalu. Dalam Anugerah Dangdut Indonesia 2018 yang akan disiarkan MNCTV secara langsung, Jumat (16/11/2018) malam pukul 19.00 wib di Lapangan Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Cak Sodiq masuk dua nominasi.

Nominasi pertama sebagai Kategori Lagu Dangdut Paling Hitz 2018 berjudul Numpak RX King ciptaan Pancal. Serta, Kategori Penyanyi Dangdut Solo Paling di Hati 2018. Dideretan penyanyi dangdut solo ini, Sodiq bersaing dengan Didi Kempot, Wandra, Nassar, Mahesya, Danang dan juga Fildan. (yog/ted)

Tag : dangdut mnctv

Berita Terkait

    Komentar

    ?>