Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Aurelia Inggrid Setiono

Mahasiswi Petra Rebut 3 Medali Emas

Rabu, 14 Nopember 2018 23:24:39 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Mahasiswi Petra Rebut 3 Medali Emas

Surabaya (beritajatim.com) - Universitas Kristen Petra atau UK Petra kembali meraih prestasi. Kali ini, Aurelia Inggrid Setiono berhasil merebut tiga medali emas pada Kejuaraan Renang antar Mahasiswa se-Indonesia (KRAMSI) VIII.

Acara tersebut diadakan pada 25-27 Oktober 2018 di Universitas Hassanudin, Makassar. Tak hanya itu, Inggrid juga berhasil merebut predikat Perenang Terbaik pada kompetisi tersebut karena kecepatan renangnya yang lebih mendekati rekor nasional.

Aurelia Inggrid Setiono merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi dengan peminatan Marketing Public Relations di UK Petra. Untuk urusan olah raga renang, prestasi Inggrid memang sudah tidak perlu diragukan lagi.

Berbagai kompetisi renang berhasil ia menangkan. Salah satunya adalah pernah merebut dua medali pada kompetisi POMNAS di tahun 2017. Pada KRAMSI VIII, Inggrid berhasil menyabet tiga medali emas untuk nomor 50 m gaya bebas putri, 50 m gaya kupu putri dan 100 m gaya kupu putri.

Kompetisi KRAMSI sendiri bukanlah sebuah kompetisi kecil. Inggrid harus bersaing dengan 16 universitas lain yang ada di Indonesia. Ketika ditanyai alasan mengikuti kompetisi ini, alumnus SMAK Santo Albertus, Malang ini menjawab, sebenarnya iseng saja.

"Saya mengikuti lomba ini juga karena diajak oleh anak-anak UKM renang. Jadi saya memutuskan untuk ikut," ujarnya. Sebenarnya terdapat dua mahasiswa UKM renang yang mengikuti kompetisi ini, namun hanya Inggrid yang berhasil membawa pulang medali.

Menjadi juara pada kompetisi ini tentulah membutuhkan persiapan yang matang. Untuk mempersiapkan lomba ini, Inggrid memiliki caranya sendiri dalam berlatih. "Selama dua minggu terus menerus latihan setiap hari dari hari senin hingga kamis setiap jam 17.30 WIB sampai jam 20.30 WIB. Itupun tidak hanya latihan renang, tetapi juga latihan fisik dan sebagainya," cerita Inggrid.

Selama kompetisi KRAMSI VIII di Makassar, terdapat beberapa hambatan yang dirasakannya salah satunya kondisi cuaca yang terlalu panas. Cuaca yang terlalu panas menyebabkan para peserta kompetisi menjadi cukup malas untuk melakukan pemanasan yang diperlukan sebelum melakukan kompetisi renang.

"Kalau mengikuti lomba selalu deg-deg-an. Memang ketika renang hal tersebut tidak menganggu, tetapi  menjadi nervous ketika nama saya dipanggil untuk mulai berkompetisi. Ini hambatan dari diri saya sendiri," ujar mahasiswi kelahiran Kediri ini kepada beritajatim.com, Rabu (14/11/2018).

Berkali-kali menjadi juara tidak menjadikan Inggrid sebagai sosok yang selamanya dipuji-puji oleh banyak orang. Sampai saat ini, Inggrid masih merasakan menjadi seseorang yang kemampuannya dipandang sebelah mata oleh beberapa orang. Bahkan dalam kompetisi ini, Inggrid sempat merasakan kemampuannya sempat diragukan.

"Ada yang sempat meragukannya, katanya yakin anak ini akan menang? jujur saja saat itu saya kesal. Tapi itulah yang menjadi pemicu utama untuk menang. Saya ingin membuktikan kalau saya bisa menang. Saya tidak berpikir muluk-muluk, pada saat itu saya berpikir setidaknya bisa membawa pulang satu medali, apapun medalinya. Pada akhirnya, motivasi tersebut tidak hanya membuahkan satu medali, tetapi tiga medali emas serta predikat Perenang Terbaik," jelas Inggrid. [adg/suf]

Tag : mahasiswa

Komentar

?>