Jum'at, 19 Oktober 2018

Sosok Difabel yang Bawa Api Asian Games di Banyuwangi

Jum'at, 20 Juli 2018 08:31:29 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Sosok Difabel yang Bawa Api Asian Games di Banyuwangi
Foto Instagram @bangdzoel

Banyuwangi (beritajatim.com) - Penyambutan api obor Asian Games tak hanya sekedar meriah. Tapi juga menyentuh semua lapisan masyarakat.

Dalam acara Torch Relay Asian Games ini Banyuwangi bakal menyajikan sejumlah atraksi budaya, seni maupun bersifat olahraga. Paling utama yang bakal menjadi perhatian yakni munculnya beberapa nama yang mendapat kehormatan membawa api Asian Games saat berada di Bumi Blambangan ini.

Sebelumnya, Pemerintah Banyuwangi melalui, Dinas Pemuda dan Olahraga telah menunjuk beberapa nama. Di antaranya, Menpar RI Arief Yahya, Pelatih Timnas BMX Dadang Haris Purnomo, Kapten Timnas PON Jatim Rony Nurdiyansyah, Pelari Suparwati, Pendekar Silat Ary Noviyanti, serta satu nama Achmad Dzulkarnain.

Nama paling akhir inilah yang nampaknya bakal menarik perhatian lebih. Pasalnya, pemuda yang kini berusia 26 tahun itu ditunjuk untuk mewakili kaum disabilitas.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telp, Zul sapaan karibnya mengaku siap dan bangga saat diminta menjadi bagian perhelatan akbar negara di Asia itu. "Intinya merasa bangga karena untuk event sebesar ini bisa dilibatkan. Karena pada event-event sebelumnya belum pernah ikut terlibat. Kalau dulu masih SMP seperti O2SN seperti itu malah jadi peserta kan. Tapi sekarang untuk event yang seperti ini justru ikut terlibat," ungkapnya kepada beritajatim.com, Jumat (20/7/2018).

Mengenal lebih jauh, sosok Zul. Terlahir berbeda pada anak pada umumnya. Dia tanpa memiliki kedua tangan yang utuh, pun dengan kedua kakinya. Tapi Zul, pemuda yang cukup potensial di bidangnya. Karena, meski tergolong berbeda dan dengan segala keterbatasannya, dia mampu mengembangkan diri sebagai Fotografer yang baik.

Termasuk, dia bakal bertekat akan membawa api obor Asian Games sepanjang 500 meter dengan berlari. Sejak diminta menjadi salah satu bagian ini, dirinya mengaku akan mempersiapkan dengan matang.

"Saya persiapkan fisik dan mental. Walaupun sedikit jalan-jalan di tempat yang pasti saya siap Insya Allah kalau hanya lari 500 meter," ungkapnya.

Hal ini sekaligus, kata Zul, menepis anggapan difabel hanya dipandang sebelah mata. Serta membangkitkan semangat para penyandang disabilitas untuk lebih termotifasi.

"Bangganya lagi, karena ini bagian dari tugas dan untuk mewakili para difabel di dunia. Karena tahu, acara ini juga ada kaitannya dengan olahraga paragames juga. Sekaligus menjawab anggapan orang difabel ini hanya dipandang sebelah mata," ujarnya.

Tour Obor Asian Games dijadwalkan akan singgah di Banyuwangi pada 21 Juli nanti, sebelum akhirnya akan melanjutkan tour ke Pulau Bali dan dilanjutkan di Indonesia bagian timur.

"Api Obor Asian Games sudah melintas di Kota Malang, Bromo, Situbondo, Bondowoso kemudian ke Banyuwangi melalui jalur Gunung Ijen," jelas Kepala Bidang Olahraga, Dispora Banyuwangi M Alfin Kurniawan. [rin/suf]

Tag : asian games

Berita Terkait

    Komentar

    ?>