Minggu, 19 Agustus 2018

Jerman Kontroversial di Anfield

Minggu, 03 Juni 2018 19:27:29 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Jerman Kontroversial di Anfield
sumber foto: express.co.uk

Lima belas tahun sebelum Jurgen Klopp menyentuh papan 'This is Anfield' di lorong Stadion Anfield, pemain bertahan Christian Ziege adalah orang Jerman ketiga yang mencatatkan namanya dalam sejarah Liverpool Football Club, setelah Karl-Heinz Riedle dan Sean William Dundee. Dia bermain pada musim 2000-2001 di bawah era manajer Gerrard Houllier. Sebelum bermain di Merseyside Merah, Ziege bermain untuk Bayern Munich, AC Milan, dan Middlesbrough.

Bersama Munich, Ziege merasakan masa suram saat klub tersebut terpuruk di peringkat 10 Bundesliga pada 1992. Namun dia juga merasakan bagaimana indahnya mengangkat trofi UEFA Cup bersama Munich dan Piala Eropa bersama tim nasional Jerman pada 1996.

Selepas dari Munich, karirnya di AC Milan tidak berjalan bagus. Ziege hanya bermain dua tahun di San Siro pada 1997-1999. Dia terhambat masalah bahasa. Ziege sama sekali tak menguasai bahasa Italia. Ia pun memutuskan pergi. 

Dari Italia, Ziege menyeberang ke Liga Primer Inggris dan bermain untuk Middlesbrough. Pelatih Bryan Robson memiliki ambisi mengangkat The Boro ke daftar klub elite Liga Primer. Selain Ziege, klub tersebut diperkuat Paul Gascoigne, pemain badung dan salah satu yang terbaik di Inggris. Keduanya belakangan sama-sama terbang ke Kota Liverpool dan memperkuat klub yang berbeda: Gascoigne memperkuat Everton dan Ziege memperkuat Liverpool. Mereka tinggal di hotel yang sama selama tiga bulan.

Ziege hanya bermain semusim di Boro pada 1999-2000, dan dituduh memanfaatkan klub itu hanya sebagai batu pijakan untuk melompat ke klub lain yang lebih besar. Tuduhan itu tentu saja dibantahnya. "Kendati kami berjuang menghindari degradasi, saya menikmati permainan kami dan bagaimana orang-orang mendukung saya," katanya.

Kepindahan Ziege dari Boro ke Reds menghadirkan kontroversi. Liverpool dituduh melakukan pendekatan ilegal untuk mendapatkannya. Kontroversi itu berakhir dengan dijatuhkannya denda terhadap Liverpool oleh pengadilan. "Saya tidak benar-benar tahu apa yang terjadi. Semua orang bertengkar dan saling menyalahkan, dan saya sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di balik layar," katanya.

Di Liverpool, relasi Ziege dengan Houllier tidak begitu bagus. Sialnya, ia tidak tahu apa masalahnya. "Dia tidak pernah bicara dengan saya," katanya. Namun Ziege bisa merasakannya.

Di tengah hubungan yang tak mesra dengan Houlier, Ziege ikut membawa Liverpool memperoleh tiga gelar: Piala UEFA, Piala FA, dan Piala Liga pada Musim 2000-2001. Dia diturunkan dalam final Piala Liga di Stadion Millenium, Cardiff. Namun dia menduga, Houllier memasukkannya sebagai pemain pengganti untuk mencetak gol dalam adu penalti melawan Birmingham.

Ziege memandang musim treble adalah musim luar biasa. Namun dia tetap merasa kepindahannya yang penuh kontroversi dari Boro adalah sebuah kesalahan. Dia ingin bermain untuk klub dengan sejarah besar seperti Liverpool. Namun ternyata tidak cukup mendapat menit bermain.

Ziege akhirnya pensiun dalam usia 33 tahun di Borussia Munchengladbach karena cedera engkel. Dan dia mengakhiri karirnya sebagai seorang juara: memenangkan Piala Eropa antarnegara, runner up Piala Dunia, dan juara Piala UEFA. [wir]

Tag : sepakbola

Komentar

?>