Senin, 22 Oktober 2018

Pemabuk yang Mencuri Gelar di Depan Hidung Kopites

Kamis, 17 Mei 2018 16:00:59 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Pemabuk yang Mencuri Gelar di Depan Hidung Kopites
foto: express.co.uk

Arsenal tercatat telah 13 kali memenangkan gelar Liga Inggris. Salah satunya dengan tanpa kekalahan sama sekali pada 2004. Namun, bagi legenda Arsenal Paul Merson, tidak ada yang lebih dramatis kecuali saat menjadi juara Liga Inggris musim 1988-1989. Arsenal mencuri gelar di depan hidung Kopites (sebutan pendukung Liverpool) dengan mengalahkan Liverpool di kandang lawan. 

Pertandingan itu seperti naskah film-film Hollywood. Liverpool tinggal membutuhkan hasil imbang untuk mengangkat gelar Liga Inggris ke-18 mereka. Bahkan sekalipun kalah, asalkan tidak dengan selisih dua gol, mereka tetap akan menjadi juara. Ini pertandingan terakhir liga dan digelar di kandang The Reds, Stadion Anfield. Arsenal sedang menempuh misi nan muskil.

Namun hari itu yang mustahil ternyata bisa terwujud. Arsenal memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. Arsenal dan Liverpool sama-sama mencatat nilai 76 di papan klasemen. Namun Arsenal menjadi juara dengan selisih gol lebih baik. "Hal seperti itu tidak akan terulang," kata Merson.

Merson menyebutnya sebagai sesuatu yang fenomenal. Namun dia gagal merayakannya hari itu juga, karena para para pemain Arsenal tiba di London terlalu larut malam. Akhirnya mereka hanya merayakannya di atas bus Tahun itu juga dia merebut gelar Player of The Year. 

Bagi Merson, perasaan puas atas capaian di Anfield tersebut hanya bisa ditandingi dengan kemenangan atas musuh bebuyutan, Tottenham Hotspur, dalam semifinal Piala FA 1993. Merson memahami benar bagaimana rivalitas dua kubu.

Lahir pada 20 Maret 1968, Merson mulai magang di Arsenal pada 1984. Dia kemudian bermain selama 13 tahun dalam 550 pertandingan untuk The Gunners. Selain karena kesetiannya, Merson juga dikenang karena berita sensasional yang mengiringi karirnya: mulai dari urusan kecanduan alkohol, pemakaian narkoba, hingga kebiasaan berjudi.

Merson pernah memilih mabuk-mabukan sehari sebelum pertandingan, saat mengira tidak akan diturunkan oleh Manajer Arsenal George Graham. Namun perkiraannya meleset. Dia tetap dimainkan, dan beruntung sekali endapan alkohol di darahnya tidak mempengaruhi permainannya. Bagi Merson, itu hal biasa.. Dia tidak gampang teler berat. "Istri saya terkesan saya bisa bangun dalam keadaan bugar setelah mabuk semalam," katanya.

Gara-gara terbelit utang judi, Merson memilih meninggalkan Arsenal dan pindah ke Middlesbrough. Dia berharap mendapat bayaran berlipat. Namun dia belakangan menyesali pilihannya untuk pindah. PFA (Asosiasi Pemain Sepak Bola Inggris). Dia mengembalikan Boro promosi ke Liga Primer Inggris pada 1997-1998. [wir]

Tag : sepakbola

Komentar

?>