Selasa, 19 Juni 2018

Tun Ahmad Gazali Menaklukkan Jepang

Rabu, 25 April 2018 18:52:35 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Tun Ahmad Gazali Menaklukkan Jepang
Tun Ahmad Gazali

BANGGA dan bahagia. Itulah yang dirasakan Tun Ahmad Gazali. Mimpinya meraih gelar Phd dari Yamaguchi University Japan bukan saja bisa diselesaikan dengan cepat, lebih dari itu ia mendapatkan nilai sempurna.

Tun Ahmad Gazali adalah seorang staf Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov. Jatim) yang baru saja menyelesaikan Tugas Belajar S3 di Yamaguchi University Japan dan saat ini sedang melanjutkan program Postdoc hingga akhir Juli 2018 di kampus yang sama.

Dalam era reformasi birokrasi, peran aparat pemerintah (Aparat Sipil Negara – ASN) yang professional dan berkualitas menjadi sangat penting dan strategis agar pelaksanaan pemerintahan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.Tetapi kenyataannya untuk menjadi profesional tidak semudah pengucapannya. Untuk itu dibutuhkan upaya peningkatan profesionalisme yang nyata, bertahap, sistematis dan berkelanjutan serta mumpuni sebagai pendorong dari reformasi birokrasi.

Berbagai hasil penelitian dan berbagai referensi mengatakan bahwa kemampuan aparat yang semakin tinggi dan semakin baik maka akan berpengaruh terhadap kualitaspelayanan ya itu akan semakin baik. Para ASN di Pemprov. Jawa Timur, sebagai contoh dalam skup lokal, digolongkan sebagai golongan profesional karena hampir semua ASNnya telah lulus Lati han Pra Jabatan (LPJ) dan bersertifikasi LPJ untuk menjalankan tugas kedinasannya sehingga sudah seharusnya ASN Pemprov Jawa Timur dituntut menjadi profesional.

"Menyikapi dan menyadari bahwa dengan menimba ilmu formal yang lebih tinggi adalah faktor penting untuk lebih professional, maju dan lebih berdaya saing disegala aspek baik itulah, saya terus berusaha untuk menjadi sumber daya manusia Pemprov Jatim yang berkualitas, cerdas, disiplin dan memiliki kepribadian yang berkarakter khas," tulisnya dalam surat yang ditujukan untuk pembaca beritajatim.com.

Diceritakan, setelah menuntasan pendidikan S2 di Saga University Japan di akhir tahun 2006, ia  kembali berkutat dengan kesibukan sehari-hari sebagai PNS di Pemprov Jatim. Namun  saat itu, pikiran dan semangat untuk ingin terus membesarkan potensi diri dengan melanjutkan pendidikan informal khususnya pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi terus menjadi asa dan impian terbesarnya.
 
"Impian atau semangat itu, menghantui dan memenuhi pikiran saya setiap saat pada waktu itu. Namun, bak ungkapan pungguk merindukan bulan, dari segi kondisi keuangan, saya menjadi sempat tidak begitu yakin kalau niat itu akan kesampaian, tetapi saya terus dan tetap optimis dan berusaha. Pasti bisa !!!," kenangnya.

Jual Motor

Bagi Tun Ahmad Gazali bisa mengambil program S3 benar-benar sebuah mimpi yang jadi kenyataan. Bagaimana tidak, saat itu usia hampir setengah abad, sudah punya jabatanstruktural. Lebih dari itu karena baru pulang dari tugas belajar, dirinya juga nyaris tidak punya tabungan.

Setelah 9 tahun menunggu --tepatnya di bulan April 2015  ada   email Profesor M.A yang akan menjadi supervisor studinya. Email itu  mengabarkan Tun Ahmad Gazali bisa menjadi mahasiswa Profesor M.A untuk  studi Doktoral di Graduate School of Science and Engineering, Yamaguchi University, Jepang.

"Alhamdulillah, setelah hampir 9 tahun mencari jalan. Saya hanya berbekal tekat, niat masih bermimpi meraih jenjang ilmu formal tertinggi. Bahkan untuk berangkatpun, saat itu saya harus menjual sepeda motor andalan transportasi kami sekeluarga untuk membeli biaya tiket penerbangan ke Jepang.  Tetapi justru kesulitan itu malah menguatkan spirit untuk berangkat sekolah lagi, memenuhi tawaran Profesor M.A sampai akhirnya saya bisa menyelesaikan Doctor of Philosophy in Engineering (Ph.D) ini," tuturnya.

Spirit itulah yang kemudian membuat Tun Ahmad Gazali merupakan mahasiswa asing pertama lulusan Program Doktoral Yamaguchi University Jepang, khususnya di DepartemenSystem Design and Engineering,  dengan masa studi p aling cepat, yakni hanya 2,5 tahun (5 semester) dari masa waktu belajar normal untuk meraih gelar Doktor/Ph.D yang umumnya butuh waktu minimal 3 tahun / 6 semester.

Selain mampu meraih gelar Phd dengan cepat, Tun Ahmad Gazali juga mampu meraih nilai GPA yang amat sempurna, yaitu GPA=4,00 karena semua mata kuliah yang saya ikuti mendapatkan nilai paling tinggi, yaitu S (shū (秀 / yang artinya  excellent).

Torehan prestasi spesial lai nnya selama masa studi saya ini yang membawa nama baik bagi kampus tercinta dan juga bagi Indonesia adalah saat saya terpilih bersama 5 mahasiswa Doktoral lainnya ( 1 Indonesia, 1 Malaysia, 1 China dan 3 Jepang)  mewakili Yamaguchi University pada Kompetisi Pidato 3 menit Riset Doktor Masa Depan tahun 2016 ( The 2016 Future Doctoral - 3 minutes Speech Competition) yang diadakan oleh HIRAKU-Hiroshima University.

Dalam kompetisi bergengsi yang diikuti banyak mahasiswa Doktoral dari seantero Jepang tersebut, ia dapat meraih 2 gelar juara pada kompetisi tersebut, yaitu The ‘’People’s Choice – Silver (English Session)” dan The “HIRAKU President Award”. Atas 2 gelar juara tersebut, ia  berhak menerima 2 sertifikat pemenang, voucher belanja senilai  JPY 40.000 dan tiket untuk ‘’ Internship/magang’’ dari Hiraku senilai JPY 300.000.

Sebagaimana mahasiswa lainnya, untuk bisa meraih gelar Phd itu, Tun Ahmad Gazali harus melewati 3 tahapan ujian Doktoral, yaitu lulus ujian tahap pendahuluan dihadapan 4 Professor Penguji pada 10 Nopember 2017 lalu, kemudian lulus ‘’1st Defense/Examination’’, sebuah ujian utama internal kampus dihadapan 5 Penguji / Professor internal dari Yamaguchi University, pada 17 Januari 2018,

"Dan puncaknya, lulus ujian terakhir berupa Ujian terbuka/umum  tanggal 9 February 2018 lalu. Saya  berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul “A Study On Bioelectricity Generation in Microbial Fuel Cell By Using Organic Waste," jelasnya.

Dalam paparan mempertahankan disertasi dihadapan publik tersebut, Tun Ahmad Gazali mengungkapkan bahwa memperhatikan kebutuhan energi terbarukan yang makin meningkat sementara sampah organik berlimbah ruah belum didayagunakan, maka hal itu merupakan hal yang penting dan mendasar dalam pengembangan energi terbarukan yang selama ini masih belum berjalan maksimal dan aplikatif.

Melalui riset ini, maka setiap rumah tangga nantinya diharap dapat menghasilkan energi listriknya sendiri yang murah meriah, mudah sekaligus menerapkan manajemen pengelolaan limbah organic yang lebih baik dan aplikatif untuk dipergunakan berkelanjutan.

"Riset dalam Lab maupun riset lapangan membuktikan bahwa pendayagunaan hasil studi riset saya ini amat menarik hasilnya dan menantang untuk diaplikasi dan dikembangkan lebih lanjut.

Tun Ahmad Gazali berharap keberhasilannya ini akan  disusul dengan semakin banyaknya staf Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang meraih pendidikan ‘’Graduate’’ di luar negeri khususnya di negera matahari terbit yang secara umum mempunyai kondisi budaya yang amat mirip dengan Indonesia, yaitu menjaga budaya nenek moyangnya denganbaik sampai saat ini meskipun sudah menjadi negara yang super modernmaju, menuju ASN yang professional dan berkualitas.
 
Tun Ahmad Gazali saat ini masih tercatat menjadi Staf Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Peraih beasiswa Honor Monbukagakusho (2015-2017) dan Beasiswa Yamaguchi University Scholarship (2017-2018)juga tercatat sebagai dosen tetap pada INI Dalwa Bangil Pasuruan dan dosen tamu pada Fakultas Hukum - Universitas Wijaya Putra Surabaya

Tag : pns hebat

Berita Terkait

    Komentar

    ?>