Sabtu, 20 Oktober 2018

Emilia Contessa Janji Perjuangkan Kelayakan Stadion Gajah Mada

Rabu, 28 Februari 2018 21:43:37 WIB
Reporter : Misti P.
Emilia Contessa Janji Perjuangkan Kelayakan Stadion Gajah Mada

Mojokerto (beritajatim.com) - Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Komite III, Emilia Contessa melakukan serap aspirasi ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto. Penyanyi senior asal Banyuwangi ini berjanji akan memperjuangkan sarana olahraga di Kabupaten Mojokerto khususnya Stadion Gajah Mada.

Ibu dari penyanyi rap, Denada ini menanyakan Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Firman Efendi terkait anggaran untuk meningkatkan olahraga di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, Emilia juga menanyakan bagaimana KONI mencari bibit atlet serta prestasi atlet Kabupaten Mojokerto berasal dari cabang olahraga (cabor).

Di hadapan rombongan, Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Firman Efendi mengatakan, jika di Kabupaten Mojokerto memiliki 32 cabor. "Prestasi nasional berasal dari cabor tembak, kemarin masuk di PON dan Sea Games. Atletik dua orang lari maraton dan estafet tingkat nasional, wushu dan sepak takro mewarnai di tingkat propinsi," ungkapnya, Rabu (28/2/2018).

Masih kata Firman, bulutangkis dan yudo, ada atlet Kabupaten Mojokerto yang masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun meski dengan banyaknya cabor dan prestasi yang diraih atlet Kabupaten Mojokerto, pendanaan dari dana hibah Pemkab Mojokerto hanya sebesar Rp2 miliar. Sementara perusahaan banyak berdiri di Kabupaten Mojokerto tidak ada dana CSR.

"Tidak cukup anggaran dengan banyaknya cabor, ditambah sarana olahraga kurang di Kabupaten Mojokerto kurang. Jangan fokus pembangunan sarana di Jakarta saja, kita punya klub sepakbola PSMP yang masuk 8 besar Liga 2. Kementerian harus tahu ini karena stadion kita tidak layak. Mengharapkan APBD tidak cukup," katanya.

Terkait bibit atlet muda, di Kabupaten Mojokerto juga ikut Perseni Daerah (Popda). Namun anggaran tidak ada untuk mengikuti kegiatan tersebut, Firman meminta agar kegiatan tersebut digelar dua tahun sekali tapi empat tahun sekali. Selain anggaran, full day scholl dalam pencarian bibit atlet cukup berpengaruh karena sudah kecapekan di sekolah.

Sementara itu, Emilia Contessa mengatakan, reses merupakan kewajiban setiap legislator kembali ke konsekuen untuk serap aspirasi. "Ada 13 kementrian yang menjadi mitra saya di Komite III diantaranya, kesehatan, sosial, agama, pendidikan, pariwisata, ketenagakerjaan, pemuda dan olahraga," ujarnya
Menurutnya, ia sebagai anggota DPD RI di Komite III wajib melakukan serap aspirasi dan ingin mengunjungi para atlet di daerah yang kurang diperhatikan masalah kesehatan. DPD RI konsekuennya di Jawa Timur ada 38 kabupaten/kota, sejadi ia wajib mengunjungi semua kabupaten/kota secara berkala.

"Minimal 10-15 kota sekali reses dan Kabupaten Mojokerto sudah ketiga kalinya selama masa jabatan saya jadi memang wajib. Dari pertemuan saya dengan Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, saya justru melihat anggaran sangat kecil padahal prestasi atletnya sudah banyak yang nasional," urainya.

Bahkan sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Mojokerto, seperti stadion tidak memadai sehingga rasanya harus ada diperjuangkan. Tapi, tegas Emilia, ia mengingatkan jika ia bekerja kolektif dan tidak mungkin kerja sendiri. Namun Emilia berjanji akan upayakan dengan buat laporan dan diserahkan ke Komite III.

"Ini juga tergantung pemimpin daerah, Anas (Bupati  Banyuwangi, red) saja, belum punya olahraga yang bagus tapi sarana olahraganya cukup bagus. Dengan prestasi bagus, anggaran hanya Rp2 miliar tapi stadion kurang layak memang harus diperjuangkan. Seharusnya memang harus ada biaya, sarana dan pelatihan," pungkasnya. [tin/but]

Tag : tokoh

Komentar

?>