Jum'at, 17 Agustus 2018

Cristian Gonzales

Predator Handal dan Legendaris

Kamis, 25 Januari 2018 02:26:32 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Predator Handal dan Legendaris

Pamekasan (beritajatim.com) - Cristian Gerard Alfaro Gonzales atau yang akrab disapa Cristian Gonzales merupakan sosok predator berbahaya nan mematikan bagi barisan pertahanan dan gawang lawan yang dihadapi.

Bahkan pemain naturalisasi berdarah Uruguay tersebut, merupakan salah satu penyerang tersubur dalam kencah sepakbola tanah air. Gonzales juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dalam empat musim berbeda kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia.

Tidak salah jika pemain kelahiran 30 Agustus 1976 tersebut dinilai sebagai striker mematikan sepanjang sejarah sepakbola Indonesia, ia merupakan sosok penyerang yang komplit dengan tipekal permainan yang efesien dan oportunis.

El-Loco juga mampu mencetak gol dari berbagai kemapuan berbeda, mulai dari tendangan kedua kaki hingga sundulan menjadi andalan mencetak gol ke gawang lawan. Tidak kalah penting, ia juga tercatat sebagai pemain yang memiliki kemampuan mencetak gol melalui penenpatan posisi dan visi permainan yang terbilang efesien.

Jauh sebelum menjadi legenda di dunia sepakbola tanah air, seyogyanya ia merupakan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang khususnya saat memulai karir sepakbola di nehara asalnya Uruguay. Namun saat itu produktivitas golnya terbilang kurang mocer hingga akhirnya hijrah ke Indonesia dan bergabung bersama PSM Makassar dengan status bebas transfer.

Pada saat itulah, pemain yang memiliki tinggi 175 meter membuktikan kualitasnya sebagai penyerang handal sekaligus menjadi predator mematikan bagi barisan pertahanan dan gawang lawan. Bahkan kemampuannya mampu menjadikan diri sebagai striker tersebur di Indonesia.

Pada musim pertamanya bersama Juku Eja, yakni pada musim 2003-2004. Gonzales mampu mencetak sebanyak 32 gol dari 56 penampilannya bersama tim asal Sulawesi. Bahkan saat hijrah ke Persik Kediri, ia mencatatkan dirinya sebagai striker mematikan dengan mencetak sebanyak 100 gol dari 106 penampilannya selama 2005-2008.

Dalam kurun waktu tiga musim bersama Harimau Putih, El-Loco akhirnya kembali 'berpetualang' bersama beberapa tim lain di Indonesia. Mulai dari Persib Bandung (41 gol), Persisam Putra Samaeinda (18 gol) hingga Arema FC.

Namun dalam 'usia senjanya', ia akhirnya dilepas Arema FC dan langsung disambut baik oleh Manajemen Madura United FC. Sebab manajemen Madura United menilai sosok Gonzales sebagai salah satu legenda dan top skor Liga Indonesia. "Gonzales adalah lagend, ia top skor Liga Indonesia dan pemain bagus," kata Haruna Sumitro, Kamis (18/1/2018) lalu.

Pernyataan Haruna Sumitro bukan tanpa alasan, sebab Cristian Ginzales justru menunjukkan diri sebagai sosok striker handal yang belum pudar di makan usia. Ia mulai membuka kran golnya bersama skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab pada laga perdana babak kualifikasi Grup C Piala Presiden menghadapi Perseru Serui.

Hebatnya pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT) Surabaya, Gonzales langsung sukses mencetak gol pada laga debut bersama skuad kebanggaan suporter Madura Bersatu, satu sentuhan satu gol, fantastis.

Tidak cukup pada laga debut, pada laga kedua babak kualifikasi menghadapi PS TNI di  SGBT Surabaya, Selasa (23/1/2018) kemarin. Lagi dan lagi, Gonzales kembali membuktikan diri sebagai predator mematikan dengan torehan satu gol ke gawang The Army. Dua laga dua gol, luar biasa.

Namun untuk sementara, hal itu masig merupakan laga pra musim dan belum memasuki level kompetisi resmi. Setidaknya hal itu menjadi gambaran bahwa ambisi sosok Gonzales merobek jala gawang belum pudar, tuntunya niat dan ambisi tersebut harus kembali dibuktikannya saat Madura United bertanding melawan Persebaya pada laga pamungkas Grup C Piala Presiden di SGBT Surabaya, Minggu (28/1/2018) mendatang. [pin/suf]

Tag : sepakbola

Komentar

?>