Kamis, 22 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Achmad Muhlis: Bahasa Arab Bentuk Karakter Bangsa

Senin, 18 Desember 2017 16:57:12 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Achmad Muhlis: Bahasa Arab Bentuk Karakter Bangsa
Akademisi STAIN Pamekasan Achmad Muhlis

Pamekasan (beritajatim.com) - Salah satu akademisi STAIN Pamekasan Achmad Muhlis menilai bahasa Arab semestinya menjadi prioritas untuk dipelajari dibandingkan jenis bahasa lainnya, khususnya oleh umat Islam.

Bahkan mempelajari bahasa Arab tidak harus dipelajari oleh umat Islam semata, sebab bahasa Arab juga berlaku bagi seluruh manusia dengan latar belakang profesi berbeda. 

"Hal ini bertujuan untuk mendalami, memahami dan menginterpretasikan sumber asli ajaran Islam, yakni al-Qur'an dan al-Hadits," kata Achmad Muhlis, Senin (18/12/2017).

"Selain bahasa al-Qur'an dan al-Hadits, bahasa Arab juga menjadi bahasa salat. Tanpa disadari justru sudah melekat setiap kita melaksanakan salat dalam menjalankan syari'at Islam," sambung dosen Bahasa Arab STAIN Pamekasan itu.

Ia menilai bahasa Arab sangat berbeda dengan jenis bahasa lain di dunia yang hanya dijadikan sebagai sarana komunikasi semata. 

"Keunggulan bahasa Arab dibandingkan jenis bahasa lain sangat banyak, bukan karena semata-mata al-Qur'an diturunkan di Arab dengan menggunakan bahasa Arab," ungkapnya.

"Bahasa Arab memiliki nilai kesusastraan yang sangat tinggi melampaui jenis bahasa lain di dunia. Seperti bagaimana al-Qur'an menggambarkan dengan indah tentang pergaulan suami istri dan lainnya," imbuhnya.

Dari itu pihaknya mengajak agar seluruh muslim mencurahkan perhatian terhadap bahasa Arab. Baik dengan cara mempelajari atau memfasilitasi orang lain untuk belajar bahasa Arab dengan tujuan untuk mendalami seluk beluk implikasi terbentuknya pola pikir, prilaku dan karakter bangsa yang ideal.

"Setiap muslim dianjurkan dan diperintahkan untuk mempelajari bahasa Arab, demi kesempurnaan dalam menjalankan segala aspek ajaran Islam, bahasa Arab merupakan bagian dari Islam seperti yang disampaikan Umar bin Khathab. Artinya kesempurnaan beribadah dalam Islam tidak bisa tegak dan sempurna kecuali memahami dan mendalami bahasa Arab dengan sempurna," jelasnya.

Dikutip dari Penyampaikan Ibnu Taimiyah, bahasa Arab merupakan bagian terpenting dalam Islam. 

Sehingga memahami dan mendalami bahsa Arab adalah perkara fardhu yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim. 

"Bagaimanapun memahami al-Qur'an dan al-Sunnah adalah wajib bagi setiap muslim, karena tidak mungkin bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Sehingga perkara wajib yang tidak bisa tegak dan sempurna kecuali dengannya, maka ia menjadi wajib," bebernya.

"Betapa banyak ajaran Islam yang tertuang dalam al-Qur’an dan al-Sunnah terabaikan begitu saja karena tidak memahami dan menguasai bahasa Arab secara benar dan sempurna. Seperti kasus nara sumber yang mencoba mengurai tafsir al-Qur'an justru keliru menulis bahasa Arab, sehingga bisa disimpulkan bahwa narasumber tidak memahami bahasa Arab secara sempurna. Sangat ironis," ungkapnya.

Beberapa kasus lain yang tidak kalah menarik seputar ayat dan hadits ramah lingkungan yang akhir-akhir ini justru terkesan mulai hilang dari permukaan bumi, banyaknya bencana alam sebagai musibah, longsong, banjir, gunung meletus dan lainnya jelas akibat ulah manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan.

"Sebagian besar orang banyak berfikir bahwa Islam hanya mengurusi persoalan ibadah semata, padahal realitasnya bagi orang-orang yang memahami bahasa Arab hal itu sudah tertuang dalam al-Qur'an. Sebab ramah lingkungan juga bagian dari ajaran Islam," sentilnya.

Bersamaan dengan Hari Bahasa Arab se Dunia, pihaknya berharap bahasa Arab menjadi identitas para nara sumber dalam membuktikan kajian-kajian keislaman. "Intinya bahasa Arab sebagai bagian dari Islam, sehingga harus digalakkan dan dikembangkan kembali dalam membentuk kepribadian dan karakter manusia yang kaffah dalam segala aspek. Tentunya dengan tidak mengganggu sesama dan tidak terbelenggu oleh kebiasaan kaum kapitalis dan pragmatis," pungkasnya. [pin/ted]

Tag : dosen

Komentar

?>