Rabu, 23 Mei 2018

Isyroqi Nur Muhammad Limi'roji

Remaja Tuna Netra Asal Mojokerto Hafal 30 Juz dalam 6 Tahun

Senin, 13 Nopember 2017 08:04:22 WIB
Reporter : Misti P.
Remaja Tuna Netra Asal Mojokerto Hafal 30 Juz dalam 6 Tahun

Mojokerto (beritajatim.com) - Isyroqi Nur Muhammad Limi'roji (17) mampu menghafalkan 30 juz Alquran dalam enam tahun. Kalau orang normal mungkin itu biasa, namun santri Podok Pesantren (Ponpes) Bidayatul Hidayah, Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto merupakan penyandang tuna netra.

Ia pertama kali menghafal Alquran pada 25 Oktober 2008 atau saat ia berusia 8 tahun. Ketika itu dia masih duduk di kelas II Madrasah Ibditaiyah (MI). Dalam waktu enam tahun, anak pasangan Saifudin Yahdi dan Mustafrida mampu menjadi seorang hafidz atau di usianya yang ke 14 tahun.

Santri yang masih duduk di bangku kelas XI Madarasah Aliyah (MA) mengatakan, sejak kecil sudah berkeinginan keras untuk bisa menjadi seorang hafidz atau penghafal Alquran. "Saya diberi pesan almarhum Abah (Saifudin Yahdi) untuk bisa menjadi hafidz. Beliau juga hafal Alquran dan tuna netra," ungkapnya.

Ayahnya wafat pada 2005 silam atau saat Roqi masih berusia 4 tahun. Semenjak saat itu, meski memiliki keterbatsan terkait indra pengelihatannya, Roqi bertekad mewujudkan pesan sang ayah.

"Saya menghafal dengan metode sima’i, yaitu metode menghafal dengan cara mendengarkan ayat-ayat yang dibacakan. Ibu membacakan satu kalimat per satu kalimat (Alquran), kemudian saya tirukan karena belum menguasai membaca Alquran dengan hufuf braille," katanya.

Anak kedua kelahiran 24 Oktober 2000 ini memiliki kelebihan daya ingat yang kuat, bahkan ia bisa mengingat betul pada periwtiwa-peristiwa tertentu, mulai dari jam, hari, bulan dan tahun.

"Saya belajar setiap hari di rumah, dalam satu hari saya mampu menghafal satu halaman Alquran. Kadang, jika ibu sedang berhalangan maka saya memutar kaset tape maupun MP3 dari perangkat komputer. Tapi itu sangat jarang. Paling sering sama ibu dan alhamdulilah dalam waktu enam tahun saya sudah hafal," tuturnya.

Durasi tersebut tentu cukup singkat mengingat kondisi tuna netra yang disandangnya. Roqi tepat menuntaskan hafalannya tepat pada 10 Mei 2014, saat ia masih berusia 13 tahun. Dia juga berhasil meraih keinginannya untuk memecahkan rekor ayahnya sendiri yang menjadi hafidz muda saat usia 14 tahun.

"Memang tidak mudah, saat saya malas-malasan, ibu terus memaksa sampai saya mau. Bahkan saya menghafal sambil nangis-nangis. Saya juga mengikuti lomba dan kemarin meraih juara terbaik pertama hafidz tingkat Provinsi Jawa Timur," ujarnya.

Dari lomba tersebut, pemuda yang bercita-cita ingin naik haji ini mendapat tiket mengikuti perlombaan Musabaqah Hifzhil Quran Tingkat Nasional ke-3 di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, akhir Oktober lalu. Ia menambahkan, jika mengikuti lomban niatnya bukan untuk mencari juara.

"Saya ikut lomba, bukan juara yang saya cari tapi untuk belajar lagi. Tahun depan, saya berharap bisa mengikuti kompetisi yang sama di level yang lebih tinggi lagi, yakni tingkat Asia," pungkasnya. [tin/suf]

Tag : agama

Berita Terkait

    Komentar

    ?>