Kamis, 14 Desember 2017

Surya Tjandra: Mencegah Korupsi, Orang Baik Perlu Masuk Sistem Politik

Selasa, 03 Oktober 2017 17:27:43 WIB
Reporter : Teddy Ardianto Hendrawan
Surya Tjandra: Mencegah Korupsi, Orang Baik Perlu Masuk Sistem Politik
Surya Tjandra Aktivis Korupsi (paling kiri)

Malang - Berbicara di hadapan ratusan peserta diskusi 'Ngopi Spesial' yang dihelat Malang Corruption Watch (MCW), Surya Tjandra menyoroti penyalahgunaan iklim demokrasi di Indonesia.

Akademisi hukum dan perburuhan yang juga dikenal sebagai pegiat HAM ini mengatakan, demokrasi Indonesia kini telah terjerembap menjadi demokrasi liberal yang jauh dari semangat demokrasi Pancasila.


“Iklim demokrasi yang seperti ini yang kemudian dimanfaatkan oleh kelompok antidemokrasi, antikeragaman, pro-korupsi, dan pro-politik dinasti,” ujar Surya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (3/9/2017).

Mereka memanfaatkan saluran-saluran demokrasi untuk berkuasa dan kemudian menyalahgunakan kekuasaan tersebut.

Peraih gelar doktor bidang hukum dari Universitas Leiden ini juga menilai, kondisi yang terjadi pada hari ini bukanlah salah rakyat.  “Tetapi lebih karena kegagalan gerakan sosial dalam membangun gerakan,” imbuh Surya.

Menurut Surya, ada kecenderungan para aktivis pro-demokrasi terlalu fokus dalam membangun jaringan rakyat, tanpa mencoba masuk ke struktur resmi kekuasaan dan berjuang dari dalam kekuasaan.

Padahal, Surya menambahkan, sistem demokrasi akan menjadi lebih baik bila orang-orang baik mau masuk ke dalam sistem.

“Kita sering lupa bahwa masyarakat juga memiliki persepsi sendiri mengenai pemimpin ideal,” ucap Surya.

Sebagai pegiat antikorupsi, Surya tercatat pernah mendaftarkan diri sebagai anggota pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2015 lalu.  Namun langkahnya terhenti di peringkat delapan besar.

“Kegagalan saya menjadi pelajaran bagi saya, yang bisa menjelaskan pada saya bahwa kita (para pegiat antikorupsi) perlu bekerja lebih keras lagi,” ujar Surya.

Selain Surya Tjandra, hadir pula pembicara Nurudin, akademisi Universitas Negeri Malang (UM). Diskusi sendiri dipandu oleh moderator Fahrudin dari MCW.

Acara yang dihelat di Wisma Kalimetro, Malang, ini dihadiri oleh para pegiat antikorupsi seperti MCW, Intrans Publishing, Komunitas Warung Tera Kota, Nawakalam, dan sejumlah mahasiswa.[ted]

Tag : korupsi

Komentar

?>