Sabtu, 16 Desember 2017

Semangat Eksplorasi Nanang Abdul Manaf

Jum'at, 29 September 2017 12:09:26 WIB
Reporter : Dwi Eko Lokononto
Semangat Eksplorasi Nanang Abdul Manaf
Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf

Malang - Bergembira dan bersemangat. Itulah yang dirasakan Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf ketika menerima  Memoir Petroleum System of the Eastern Indonesia Region yang diterbitkan SKK Migas.

Memoir yang juga akan diterbitkan pada edisi e-book ini dibuat dari hasil studi bersama yang dilakukan oleh Divisi Eksplorasi SKK Migas bekerja sama dengan para pemangku kepentingan seperti Kontraktor KKS dan universitas.

Memoir yang memilah Indonesia Timur dalam 8 zona produksi  untuk melakukan evaluasi detil yang akan digunakan sebagai acuan melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah Indonesia timur.

Peluncuran memoir ini menjadi salah satu acara pada Joint Convention 2017 yang diselenggarakan oleh 4 organisasi profesi ahli yakni Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) dan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI).

"Ini salah satu karya besar SKK Migas di bawah kepemimpinan Pak Amien Sunaryadi. Sudah lama tidak ada karya seperti ini, terakhir di 2005 ada Atlas Geologi," kata Nanang Abdul Manaf.

Sebagai pimpinan Pertamina EP yang wilayah kerjanya membentang dari Aceh hingga Papua, penerbitan memoir  --berisi kumpulan studi konsep geologi baru, lengkap dengan detail pembahasan seluruh aspek petroleum system, untuk kawasan timur Indonesia-- sangatlah penting.

"Memoir ini sangat penting. Ini membuat Pertamina EP lebih bersemangat lagi untuk melakukan kegiatan eksplorasi di Indonesia Timur, termasuk di Papua. Pertamina EP saat ini juga tengah melakukan seismik 3D di di Bintuni Papua dengan luasan 600 KM2 . Kami ingin mengikuti jejak sukses Tangguh dan Abadi," tegas Nanang.

Nanang menceritakan, semua paham potensi migas di kawasan Indonesia Timur, khususnya di laut dalam sangatlah menjanjikan. Namun untuk memaksimalkan produksi migas di Indonesia Timur tidaklah mudah.

"Kita punya pengalaman, pengeboran 3 sumur laut dalam di Maleo gagal. Dry hole, Padahal investasi satu sumur mencapai 12 juta dollar. Gampangnya, kita temukan rumah yang sangat besar, tetapi tanpa penghuni," katanya.
 
Tak pelak, sebagai geologis yang menghabiskan sebagian masa karirnya di Indonesia Timur, Nanang Abdul Manaf memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada SKK Migas dan seluruh tim yang terlibat dalam penerbitan memoir itu.

"Memoir ini menjadi panduan awal bagi calon investor, sekaligus mereka bisa memitigasi resiko jika tertarik berinvestasi di Indonesia Timur," jelasnya.

Pujian Nanang Abdul Manaf tidaklah berlebihan. Ia orang yang tahu persis makna memoir itu.

Sebelum menjadi Dirut Pertamina EP,  Nanang malang melintang di dunia eksplorasi. Jabatan yang pernah diembannya adalah Vice President Business Initiatives & Evaluation, Upstream Business Development PT Pertamina (Persero) dan Vice President Exploration Pertamina EP selama sekitar dua tahun sebelas bulan.

Sebelum itu, Nanang pun pernah menjadi General Manager Pertamina EP Libya selama satu tahun sembilan bulan, pada Juli 2009 hingga Maret 2011.

Kinerja Nanang di bidang ekplorasi juga sangat moncer. Di masa Nanang, pada 2015, dari 37 sumur yang diproyeksikan pada RKAP, Pertamina EP berhasil mengebor sumur baru eksploitasi sebanyak 40 sumur atau setara 140%. Produksi minyak dari 40 sumur baru eksploitasi itu untuk meminimalkan decline rate.

Selain kegiatan pengeboran, Pertamina EP pada saat itu juga sukses melakukan kegiatan work over bahkan melebihi target yang sudah ditetapkan. Dari rencana 13 sumur work over, terealisasi sebanyak 29 sumur. Dari 29 sumur work over tersebut, termasuk 7 kegiatan fracturing dan 1 POP.

Pada 2016, kinerja positif kegiatan eksplorasi Pertamina juga diakui oleh pemerintah. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bahkan memberikan penghargaan kepada Pertamina EP untuk kinerja terbaik 2016 atas komitmen perusahaan dalam menemukan cadangan migas baru melalui aktivitas eksplorasi. [ted/bjo]

Tag : migas

Berita Terkait

    Komentar

    ?>