Jum'at, 20 Oktober 2017

Danik Asal Ambulu Jember, Bintang Pagi di Panggung Politik

Rabu, 27 September 2017 12:04:02 WIB
Reporter : Teddy Ardianto Hendrawan
Danik Asal Ambulu Jember, Bintang Pagi di Panggung Politik
Danik Eka Rahmaningtyas Calon Legislatif Partai Solidaritas Indonesia

Jakarta - Tiga puluh tahun lalu, tepatnya 25 April 1987, bayi perempuan itu lahir.  Namanya, Danik Eka Rahmaningtyas. Ia lahir di Desa Ambulu, Jember, Jawa Timur. Ayahnya, seorang Madura yang pekerja keras, membubuhi nama Danik.

Artinya, Bintang Pagi.  Danik bukan sebuah imajinasi dari satu bintang. Kosa kata nama Danik renovasi dari Deneb, yakni sebuah bintang yang paling terang di pusaran galaksi Bima Sakti.

Bintang Deneb  ada di konstelasi Cygnus. Warnya merah. Merujuk rasa percaya diri. Begitulah catatan kaki dari nama Danik.

Danik membawa rasa percaya diri dalam riwayat hidupnya. Mulai dari ketiadaan cerita hari libur yang menyenangkan saat duduk di bangku sekolah dasar.
Saat SMP dan akhirnya memancang komitmen berhijab saat duduk di bangku SMA 1 Ambulu.
Padahal, pihak sekolah tak mau menjamin jika foto Danik berhijab, jadi ganjalannya kelak.

Kesenangan Danik berorganiasi berkembang sejak SMA sampai masa kuliah. Sambil mengenyam  Ilmu Psikologi, ia asyik  terlibat di organisasi dan komunitas, seperti pencak silat, scooter, dan organisasi tanggap bencana.

Danik punya naluri berogranisasi yang kuat, saat dipercaya menjadi ketua umum IPM tahun 2008, ia menyabet penghargaan  ASEAN TAYO (  Ten Achomplished Youth Organisation ) di Bangkok, Thailand.

Dan di tahun 2012, menerima penghargaan OKP terbaik dari Menteri Pemuda dan olahraga.

Saat ini, Danik bersiap memancang karier mula politiknya. Danik, Bintang Pagi  yang berwarna merah itu, mendaftarkan diri jadi caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Jumat, 15 September 2017.
Pada kesempatan itu, diantar ke kantor DPP PSI oleh sejumlah komunitas yang dia ikuti, seperti komunitas pencak silat, kopi keliling, dan tanggap bencana.  

Ia tak memberi cek kosong buat gagasan politiknya. Menurutnya, politik itu ibarat sebuah keran air. Jika dalam keran air itu teradapat limbah, maka kebijakan yang keluar pun tak elok.

Sebabnya, muara politiknya harus dibersihkan. Danik membidik kursi parlemen.

Begitu Danik memancang tekad, sejumlah dukungan mengalir untuk si Bintang Pagi ini. Direktur Perludem ( Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi), Titi Anggraeni, berharap betul pada sinar Sang Bintang Pagi ini. Titi melihat Danik punya komitmen kuat terhadap kemanusiaan dan demokrasi.

“Kita perlu Danik untuk memberi warna dan perubahan  terhadap jalannya Negara!“  harap Titi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi beritajatim.com, Rabu (27/9/2017).

Senada dengan Titi, KH. Abdul Yaqin, Pengasuh Pondok Pesantren Roudhatul Ulum di Kabupaten Jember, juga meletakkan harapan yang besar pada Danik agar bisa melakukan perubahan.

“ Sebagai anak desa yang paham betul kondisi dan kebutuhan masyarakat desa, Sis Danik diharapkan memperjuangkan kesejahteraan warga di desa – desa Jawa Timur “  ujar KH. Abdul Yaqin.

Akhirnya, harapan itu sama halnya dengan sebuah pagi. Saatnya bintang maju ke panggung politik. Danik begitu juga Deneb , bintang yang tercatat punya diameter 200 kali daripada matahari.  Selamat datang Bintang Pagi.[ted]

Tag : psi parpol

Berita Terkait

    Komentar

    ?>