Jum'at, 20 Oktober 2017

Bupati Jember: Pejabat Mengundurkan Diri, 'Gentlement'

Senin, 25 September 2017 20:27:33 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Bupati Jember: Pejabat Mengundurkan Diri, 'Gentlement'

Jember (beritajatim.com) - Bupati Faida membuka pintu bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember yang ingin mengundurkan diri, pensiun dini, atau cuti besar.

Faida mengatakan, banyak pejabat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang pensiun. "Mereka juga punya hak untuk cuti besar. Mereka boleh kalau merasa tidak sanggup, mengundurkan diri. Bagi saya, itu bukan suatu kegagalan, tapi soal 'gentlement'," katanya, usai sidang paripurna penyampaian nota pengantar tujuh rancangan peraturan daerah inisiatif di gedung DPRD Jember, Senin (25/9/2017).

"Tidak sanggup? Boleh mundur. Pensiun dini? Haknya. MPP (Masa Persiapan Pensiun) itu hak. Boleh diambil, dan sudah ada ketentuannya," kata Faida.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jember Ruslan Abdul Gani pernah menyampaikan, bahwa kurang lebih ada 122 jabatan kosong eselon II, III, dan IV. "Itu termasuk kelurahan, OPD, dan eselon II," katanya, akhir Agustus 2017.

Menurut Ruslan, bupati ingin mencari orang yang profesional dan memiliki kompetensi di bidang masing-masing untuk mengisi jabatan-jabatan kosong tersebut. Jumlah kekosongan terbanyak ada di eselon IV. "Untuk mengisi kekosongan diperlukan analisis yang jelas, sehingga pengisian itu sesuai kompetensinya. Bupati tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena dibutuhkan orang-orang yang mampu bekerja di bidangnya," katanya.

Seberapa sulitnya mencari pengisi jabatan yang kosong di antara 15 ribu pegawai negeri sipil Pemkab Jember? Ruslan mengatakan, jumlah PNS terbanyak ada di Dinas Pendidikan dan tenaga kesehatan di Dinas Pendidikan. "Kalau di OPD hanya sekitar tiga ribuan orang," kata Ruslan.

Ruslan mengatakan, pihaknya berupaya terus. "Supaya OPD berjalan sesuai tugas pokok dan fungsinya, dibutuhkan sumber daya manusia yang handal. Ini perlu kehati-hatian dalam mengisi jabatan, baik eselon IV, III, maupun II. Kalau eselon II melalui seleksi terbuka," katanya. Pengisian jabatan eselon II akan diupayakan tahun ini.

Bagaimana dengan sejumlah pejabat yang ingin pindah tugas ke perguruan tinggi untuk menjadi pengajar? "Untuk itu, saya tidak bisa memberikan komentar. Yang jelas itu dalam proses pengajuan kepada bupati," kata Ruslan. [wir/but]

Tag : tokoh

Komentar

?>