Sabtu, 27 Mei 2017

Polisi Cantik yang Doyan Ngetrail: Bripka Deti Meviani

Selasa, 18 April 2017 11:49:07 WIB
Reporter : M. Ismail
Polisi Cantik yang Doyan Ngetrail: Bripka Deti Meviani

Sidoarjo (beritajatim.com) - Hobi 'ngetrail' dalam kesempatan sepekan hampir tak pernah absen dilakukan oleh Bripka Deti Meviani. Terkecuali ada tugas di Polresta Sidoarjo maupun urusan keluarga yang lebih penting.

Polisi berparas cantik dan berperawakan atletis itu memiliki hobi bersepeda sejak kecil sampai remaja. Diakui Deti, meski seneng bersepeda, keinginan jadi polisi sudah ia cita-citakan sejak kecil.

"Kalau lihat perempuan jadi polisi itu kok kelihatannya gagah. Akhirnya lulus SMK tahun 1998, satu lulus, langsung daftar polisi tapi gagal. Hingga tahun 2000 daftar lagi akhirnya diterima," ujar wanita kelahiran Jember, 25 Mei 1980 ini.

Dinas pertama tahun 2001, Deti berdinas di Puskodal Ops Polda Jatim. Lalu 2006 bertugas di Ditreskrim Polda Jatim. Tahun 2009, putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Abdul Hakim dan Suharti ini pindah ke Satreskrim Polresta Sidoarjo hingga tahun 2016.

Tahun 2017 ia bertugas di Sipropam Polresta Sidoarjo. "Berdinas di Satreskrim Polresta Sidoarjo bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) membuat saya terkesan. Karena di bagian ini saya menemukan berbagai macam kasus terhadap perempuan dan anak-anak," jelas Polwan yang tegas namun ramah itu.

Sebagai polisi yang juga memiliki suami seorang polisi ini, Deti juga harus pintar-pintar mengatur waktu dengan keluarga. "Setiap ada waktu luang selalu saya gunakan untuk keluarga. Kalau di rumah sebagai seorang istri saya juga wajib bertanggung jawab kepada suami dan anak-anak," ujar ibu tiga anak ini.

Meski demikian, istri dari Ipda Ahmad Yani SH ini rupanya juga hobi yang ekstrem. Yakni mengendarai motor trail. Kendati sempat dilarang sang suami, ia mampu meyakinkan kalau hobinya positif.



"Ya mungkin karena suami saya takut kalau saya jatuh terus patah tulang. Tapi setelah saya beri keyakinan, alhamdulillah diberi ijin," tutur wanita yang murah senyum itu dengan merasa lega.

Deti mengatakan sejak kecil punya hobi bersepeda. Lalu motor trail jadi ngetren, dirinya ingin mencobanya, dan baru terlaksana tahun 2015. "Saat itu suami saya beli trail jenis Kawasaki KLX, saya ijin pinjam gak boleh. Akhirnya saya beli sendiri dan beri stiker ala crosser. Suami saya malah kagum dan bilang kok bagusan punya mama," ujarnya sembari menirukan perkataan suaminya.

Saat libur dan tidak ada kegiatan keluarga, ia gunakan ngetrail bersama rekan-rekannya sesama polisi yang tergabung dalam G-Mad dan teman-teman lain di luar kepolisian. "Seru saja bisa ngetrail bareng meskipun kotor belepotan kena lumpur," jelasnya.

Uniknya baik pada motor maupun kostum trailnya ia selalu menggunakan nomor 24. "Nomor itu sangat berkesan bagi saya. Karena saya lulus SMK Pelayaran Surabaya angkatan 24. Jadi polisi juga angkatan 24," pungkas Polwan yang juga mahir mendendangkan lagu ngerock dan musik rancak itu. [isa/but]

Tag : tokoh

Komentar

?>