Minggu, 24 September 2017

Mampir ke Banyuwangi

Mamad Bertekad Nyapu Sampah Keliling Indonesia

Senin, 20 Maret 2017 21:58:40 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Mamad Bertekad Nyapu Sampah Keliling Indonesia
Rahmad Andriyana alias Mamad (30) saat singgah di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Rahmad Andriyana (30) singgah ke Banyuwangi membawa seonggok sampah. Pria asal Cimahi, Jawa Barat itu bahkan tak canggung kala menunjukkan sampah yang dibawanya ke kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi.

Karena, Ia adalah seorang relawan sampah yang peduli dengan sampah di negeri ini. Tak sekedar peduli, tapi Dia melakukannya dengan aksi. Menggunakan sepeda kayuh lengkap dengan bak sampah, Bapak satu putra ini memungut satu demi satu sampah yang berserakan di sepanjang jalan.

Ratusan kilometer jarak yang ditempuh tak menyurutkan langkah dan niatnya untuk tetap berjalan menyusuri sepanjang rute dari Cimahi hingga Banyuwangi. Tekadnya tetap satu, membersihkan sampah dan berkampanye membebaskan lingkungan dari sampah.

"Ini berawal dari kegelisahan saat adanya perayaan hari sampah. Tapi kenyataannya masih banyak sampah. Dengan ini mungkin sebagai pengingat jika upaya ini juga bentuk contoh agar warga sadar tidak membuang sampah," kata Mamad, saat berada di Kantor DLH Banyuwangi, Senin
(20/3/2017).

Uniknya, aksi yang dilakukan Mamad bukanlah sekdar memungut sampah di jalanan. Tapi ia juga memberikan sampah yang dipungit kepada orang yang membutuhkan.

"Contohnya saat berada di suatu daerah, saya memungut sampah utamanya yang unorganik, tapi ketika ketemu pemungut sampah, sampah yang saya kumpulkan saya berikan kepadanya. Artinya saya sumbangkan," katanya.

Bentuk aktivitas inilah yang sedang diturunkan kepada masyarakat agar lebih peduli dengan sampah. Ia mengaku, sudah puluhan kilo sampah yang berhasil dipungut mulai dari titik nol ia berjalan hingga sampai di Bumi Blambangan ini.

"Kira-kira 40 atau 50 kiloan lah, tapi ya tidak saya hitung juga sih. Dan tidak semua sampah saya pungut dan saya ambil," katanya.

Mirisnya, saat ditanya jumlah sampah yang berada di sepanjang jalan dari Cimahi hingga Banyuwangi, Dia menyebut 10 truk tak muat untuk mengangkut. Jumlah itu belum dihitung dari luas masing-masing daerah yang dilalui.

"Saya jujur ini, 10 truk atau lebih mungkin tak cukup untuk mengangkut sampah itu. Itu hanya yang berada di sepanjang jalan belum yang lain," ungkapnya.

Menurutnya, ini PR besar jika mengingat 2020 Indonesia bebas dari sampah. Tapi itu bukan hal yang mustahil untuk tercapai. Kuncinya, warga harus bisa merubah perilaku.

"2017 menuju ke 2020 itu bukan waktu yang lama. Tapi optimis saja itu akan terwujud, karena semua tergantung niat juga sih," ujarnya.

Pria lulusan STM ini juga berujar jika suatu daerah atau pemerintah ini ingin mewujudkan hal itu, tentunya harus dilakukan dengan penuh konsistensi. Aksi nyata harus ditularkan secara masif sedini mungkin.

"Di Jepang itu aksi sadar tidak membuang sampah itu sudah amsuk kurikulum di sekolah. Sehingga mereka sudah tertanam budaya itu sejak kecil," ungkapnya.

Untuk itu, mantan honorer Pemkot Cimahi ini bertekad terus mengedukasi warga melalui aksinya ini. Kedepan, seluruh nusantara bakal tahu jika bersih itu bagian dari ibadah. Apa yang dilakukannya juga bentuk pengamalan ibadah yang didapatnya.

"Banyak pelajaran dan pengalaman yang saya dapat selama perjalanan. Seperti mengingatkan orang sadar tidak membuang sampah itu sulit. Bukan saya yang banyak bicara, malah justru dia yang ingatkan saya dengan banyak jawaban dan argumennya," kisah pria yang mengawali
aksinya pada 2016 ini.

Namun, ada pelajaran baru saat dirinya menginjakkan roda sepdanya di bumi Blambangan ini. Ia cukup terkesan dengan daerah ini yang lebih tertata. Kebersihan dan keindahan alamnya kian menggoda mata.

"Tapi jujur, masih ada sampah di sana-sini," ucapnya pada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Husnusl Chotimah.

Sementara itu Husnul berpendapat, aksi yang dilakukan Mamad ini dapat memberikan kesan yang berarti bagi warganya. Terutama dapat menginspirasi bagi anak muda lainnya di Banyuwangi.

"Sampah ini problem bersama, tanggungjawab bersama tapi bagaimana kita jaga bagaimana setiap aksi tidak menimbulkan sampah," ucapnya.

Usai dari Banyuwangi, suami dari Anisa ini akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Bali dan beberapa daerah di wilayah timur hingga Papua. Targetnya, setahun dapat mengelilingi 34 propinsi dengan tujuan berkampanye bebas sampah. [rin/suf]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>