Jum'at, 28 April 2017

Demi Ibunda, Sutawar Keliling Nusantara Gowes Sepeda

Sabtu, 07 Januari 2017 00:00:59 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Demi Ibunda, Sutawar Keliling Nusantara Gowes Sepeda
Sutawar saat berada di Pemkab Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Sekuat perjuangan seorang anak tak akan pernah mampu menebus perjuangan seorang ibu. Namun, setidaknya dengan niat yang tulus, perjuangan anak akan sedikit memberikan secercah senyum harapan serta kasih sayang kepada sang ibunda.

Hal itulah yang coba Sutawar wujudkan, memperjuangkan kebahagiaan demi ibunda tercintanya. Ia akan keliling nusantara menggunakan sepeda kayuh demi mewujudkan sebuah cita-cita yang lama terpendam sekaligus menggapai harapan demi indahnya kebagahagiaan keluarga.

Sutawar merupakan warga Dusun Krajan RW 04/03, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi. Dari tanah kelahirannya ini, ia akan memulai menapaki langkah mengunjungi kota-kota di negeri ini.

Persiapan yang dilakukan oleh Sutawar ini sebenarnya telah tercetus sejak enam tahun lalu saat dirinya resign dari tempatnya bekerja di Lampung. Setelah itu, ia pulang dari perantauan untuk kembali hidup berdua di pangkuan ibunya di Banyuwangi.

"Saya mulai kecil hingga dewasa di Lampung. Baru 2010 kemarin setelah resign dari Departemen Penerangan Swasta di Lampung saya pulang kesini. Saya kerja sebagai security di radio Tawangalun Genteng. Setelah tanggungan selesai, barulah niat ini tercapai sekarang," kata Sutawar saat berada di Pemkab Banyuwangi, (6/1/2016).

Selain fisik tentunya mental dan juga materiil yang tak terlupakan. Satu dari tiga persiapan itu sempat menjadi kendala, karena memang dirinya mengakui tak memiliki banyak uang. Bahkan, sepeda yang ditungganginya merupakan pemberian warga sekitar rumahnya.

"Tiga bulan saya persiapkan, saya kesana kemari untuk mendapat dukungan. Alhamdulillah warga di sana baik, guyub mendukung niat saya," ungkapnya.

Selain didasari oleh keinginan mendalam, niat mantan penyiar radio itu juga di latar belakangi oleh keadaan keluarganya. Pasalnya, jika ditengok kondisi rumah yang kini ditinggali oleh ibunya Supini dalam kondisi yang tak layak huni. Rumah berukuran kecil itu tampak rapuh, dengan dinding yang retak, berlantai tanah dan atap banyak mengalami kebocoran.

Saat ditanya mengenai rumah rusak, sebelumnya apakah tak pernah tersentuh perhatian dari pemerintah? Sutawar menjawab, baru kali ini setelah dirinya mengadu, pemerintah kemudian meliriknya.

"Sudah puluhan tahun rumah itu ya kondisinya seperti itu. Karena memang rumah itu warisan dari mbah saya dan kini ditinggali oleh ibu saya. Sebenarnya, rumah itu juga sudah memiliki surat sah karena setiap tahun juga membayar pajak. Tapi tidak tahu kok dibiarkan," katanya.

Sutawar mengaku, dengan niatnya keliling Indonesia ini nantinya akan mendapat hikmah. Restu orang tua akan perjuangannya mampu menjawab berkah harapan untuk kebahagian keluarga.

"Tujuan saya hanya satu, yaitu ingin ibu saya dapat menghuni rumah dengan layak, dapat hidup dengan penuh senyum di rumahnya," ungkap pria kelahiran 5 Juni 1971 itu.

Sebelum berangkat, Sutawar yang memakai ikat kepala khas Banyuwangi atau udeng ini juga berpamitan dengan orang nomer satu di Bumi Blambangan. Senyumnya mengembang kala Bupati Abdullah Azwar Anas bersedia menemui, berjabat tangan dan berfoto bersama.

"Oalah begini ya rasanya ketemu dengan orang besar. Wes senang sekali rasanya bisa ketemu. Saya pamiti bupati bilang hati-hati," terangnya.

Dari Banyuwangi ini, bapak tiga anak ini akan menyusuri negeri menuju ke barat dengan melalui sekitar 413 Kabupaten. Target perjalanan yang ingin diselesaikan pria lulusan STM Muhammadiyah, Metro Lampung ini yakni sekitar satu tahun.

"Saya titip ibu ke saudara di desa, saya pamit keliling Indonesia yang katanya kaya ini. Sehingga makan dan minum saya serahkan ke warga saja. Saya berangkat membawa tiga baju, dan Handphone untuk dokumentasi selama perjalanan," pungkasnya. [rin/suf]

Tag : tokoh

Komentar

?>