Kamis, 29 Juni 2017

Edo Adityo

Pria Indigo yang Tuangkan Karyanya dalam Bentuk Lukisan

Senin, 05 Desember 2016 08:28:42 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Pria Indigo yang Tuangkan Karyanya dalam Bentuk Lukisan

Madiun (beritajatim.com) - Jari tangan Edo Adityo terus menuangkan tinta dikanvas berukuran 1 meter x 1 meter di lobi Hotel Aston Madiun. Dia juga cekatan dalam mencampur warna. Memang, saat menggores tinta Edo hanya mencoret-coret saja. Namun bukan berarti tidak jelas.

Pelukis asli Madiun ini memang seorang Indigo. Dimana Edo terlahir dengan keadaan mempunyai kecerdasan spiritual, juga berkemampuan memahami antara dunia kasat dan dunia metafisika.

Jadi tidak heran, jika lukisan pria bertubuh tambun ini menghasilkan karya di luar pikiran manusia biasa. "Saya memang banyak menuangkan lukisan tentang kehidupan surga, malaikat dan juga iblis," kata Edo ditengah pameran tunggal lukisannya di Hotel Aston.

Edo mengatakan, dia mulai diberi kebebasan melukis oleh sang Mama, Lusiana dari kecil. Dia difasilitasi dengan didatangkan guru di rumahnya, Jalan Dr Soetomo Madiun.

Namun tidak mudah cocok dengan sang guru. Edo menjelaskan sampai 3 kali berganti guru. Pertama gurunya selalu memaksakan menggambar sesuai kemaunnya. Edo mengatakan untuk guru kedua cocok tapi membuat ketergantungan.

"Nah untuk guru ketiga sangat membebaskan. Saya mau gambar apa saja diapresiasi. Sampai bisa mengadakan pameran tunggal ini," kisahnya.

Edo memaparkan, bisa menyelesaikan lukisan di atas kanvas berukuran 1.25 meter x 2 meter hanya dalam waktu 3-4 hari. Dia mencontohkan lukisan Viona dan Sister hanya dia selesaikan dalam waktu 4 hari.

Pria berumur 31 tahun ini menceritakan bahwa Viona adalah tokoh dalam bayangannya. Dia merupakan noni Belanda yang selalu ada di depannya. "Saya lukislah. Saya kenal kok
Viona teman saya. Dan adik saya tahu Viona. Karena kami sama-sama Indigo," terangnya.

Edo berkeinginan terus berkarya. Dia juga mulai berani mengikuti pameran. Tahun 2014 lalu Edo mengikuti pameran di hotel Singgasana Surabaya dan di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jatim.

Pada 2015, Edo ikut serta dalam pameram 'Madioen Obah' di hotel Aston Madiun. Pameran 'Hisma' di Pasarraya Sri Ratu Madoin. Terakhir pameran 'Nggawr Kandhang' di Taman Budaya Yogyakarta.

Sementara pada 2016, Edo berpartisipasi mengikuti pameran seni rupa tingkat nasional VII 'The Creative of Art' di Taman Budaya Yogyakarta. Pameram tunggal di 'tahunmas Artroom,' Kasongan Bantul Yogyakarta. "Dan ini pameran penutup saya di Aston," pungkasnya. [mit/suf]

Tag : seni lukis

Berita Terkait

    Komentar

    ?>