Kamis, 29 Juni 2017

Cerita Komjen Buwas Bentuk Tim Densus Anjing Pengendus Narkoba

Rabu, 26 Oktober 2016 23:50:18 WIB
Reporter : Teddy Ardianto Hendrawan
Cerita Komjen Buwas Bentuk Tim Densus Anjing Pengendus Narkoba
Kepala BNN, Komjen Budi Waseso


Surabaya (beritajatim.com)
- Komisaris Jendral Polisi Budi Waseso (Buwas) saat ini telah membentuk tim detasemen khusus (Densus) berjumlah 50 anjing pelacak narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN). Pembentukan K9 atau anjing pelacak narkoba ini merupakan perintah langsung Presiden Jokowi terkait perang terhadap narkoba sampai akar-akarnya.

Pasalnya pemberantasan narkoba selama ini mentok, selain kurangnya personil dalam penindakan juga adanya keterlibatan oknum anggota dalam operasi yang  ikut bermain dalam bisnis haram ini.

"Setiap operasi selalu bocor, ternyata ada juga anggota kami yang membocarkan operasi," kata Komjen Buwas saat ngopi bersama awak media di Hotel Singgasana, Rabu (26/10/2016).

Makanya Presiden meminta membentuk tim khusus yaitu K9 untuk melacak narkoba seperti yang dilakukan di negara lain baik di Amerika, Australia dan Selandia Baru.

"Ternyata membentuk anjing pelacak narkoba seperti di negara lain itu ternyata sulit butuh waktu berbulan-bulan. Saya setiap lapor Presiden selalu ditanya gimana qi nine (K9)-nya. Sepertinya saya kayak K9," kata Kombes Buwas yang disambut tawa.

Komjen Buwas kemudian berangkat sendiri ke Belanda untuk melihat pembentukan anjing pelacak narkoba, setelah sampai disana ternyata membentuk anjing yang bisa menggendus narkoba itu sangat sulit.

"Dari 112 ekor anjing pelacak narkotika setelah diseleksi ternyata hanya 9," imbuh Buwas.

Komjen Buwas juga punya pengalaman ketika membentuk K9 dengan pawangnya anggota kepolisian . Pasalnya anggota yang jadi pawang anjing kadang mengeluh karena pangkat anjing K9 lebih  tinggi dari pangkat pawang.

Seperti saat Komjen Buwas membentuk  tim K9 di suatu daerah. "Komandan pangkat saya tamtama sedangkan anjing saya bintara, masak saya hormat kepada anjing ini, tidak lama kemudian anjing itu disiksa dan kadang diberi racun biar mati," kata Komjen Buwas.

Apalagi ditambah dengan soal makanan, anjing-anjing tersebut makanannya lebih mahal dari manusia. "Kalau kita nasi pecel sudah kenyang, kalau anjing dikasih nasi pecel ya muntah,"kata Buwas.

Namun sekarang Komjen Buwas mengaku sudah membentuk tim khusus pawang K9 anjing pelacak dengan merekrut para pecinta binatang. "Mereka dari sipil dan tentunya penyayang binatang sehingga anjingnya juga nurut dan telah diucoba untuk mengendus dan melacak narkoba telah berhasil,":kata Buwas.

Komjen Buwas menambahkan dalam memerangi narkoba dibutuhkan sinergi dari semua lini tidak hanya BNN saja namun Polri, TNI dan pemerintah dan warga masyarakat hinga RW dan Rt dilibatkan pemberantasan narkoba.  [ted]

Tag : narkoba buwas

Berita Terkait

    Komentar

    ?>